have I living my life the way I am?

HAVE NOT.

Saat ini gw berusia 22 tahun 4 bulan 5 hari. Sudah hidup dua dekade, tapi rasanya belum pernah menentukan jalan hidup ini sendiri. Menurut gw, di usia segini, setidaknya sudah ada satu tahapan hidup yang harusnya ditentukan sendiri. Kuliah. Tahapan hidup yang menurut gw cukup penting dan berefek cukup besar.

Sekarang, gw masih (dan semoga akan segera berakhir) berkuliah di Institut Teknologi Bandung, fakultas STEI, jurusan Teknik Telekomunikasi. Bagus? Kata orang-orang sih bagus. Kata gw juga. Sungguh, ga menyesal masuk jurusan ini walaupun ini dulu bukan cita-cita. Di sini gw bertemu teman-teman yang baik hati dan hebat, calon orang sukses lah pokoknya semuanya.

Back to years ago, cita-cita gw menjadi astronot gara-gara nonton Apollo 13. Pengen juga menjadi arkeolog, semata-mata karena suka banget nonton Jurrasic Park dan beli-beli buku tentang dinosaurus ampe hafal jenis-jenis hewan purbakala itu. Tapi…, jadi astronot gimana caranya ya? Jadi arkeolog juga pastinya ga dapet restu orang tua. Profesi-profesi yang tidak lazim emang kurang populer di Indonesia. Kebanyakan orang tua pasti maunya anaknya jadi dokter atau jadi engineer terus kerja di oil company, hidup kaya, sejahtera, mati masuk surga.

Sejak SMA, cita-cita gw mulai ‘agak’ realistis. Pengen jadi pembaca berita biar bisa siaran bareng Tommy Tjokro yang ternyata eh ternyata saudaranya ibu. Trus mau jadi desainer interior semata-mata karena seneng banget baca dan nonton home and living. Sampai lulus SMA, cita-cita gw adalah menjadi arsitek, ga jauh-jauh sama cita-cita sebelumnya. Cita-cita ini sendiri muncul karena ketertarikan gw dengan mata pelajaran Gambar Teknik di kelas 2 dan 3 SMA yang alhamdulillah juga nilainya ga pernah di bawah 8. Selain itu, gw juga tertarik dengan mata pelajaran Biologi dan Kimia.

Tapi…, kok jadi masuk Teknik Telekomunikasi?
Hmm, saat itu teman-teman udah banyak yang keterima PTN, salah satunya ITB via USM daerah. Gw sendiri masih santai dan menunggu SPMB (eh ga santai juga sih). Ibu yang ga santai akhirnya beli formulir USM terpusat. Gw yang ga pernah kepikiran masuk ITB akhirnya ikut aja. H-1 pengumpulan saya baru isi form tersebut. Nurut aja lagi disuruh pilih STEI, TI, dan FTTM karena passing grade-nya paling tinggi. Lalu, alhamdulillah masuk STEI. (STEI? WHATTT? –> antara senang dan shock waktu itu)

Di STEI, akhirnya pilih prodi Teknik Elektro major Telekomunikasi (yang akhirnya menjadi prodi juga). Kayaknya ini adalah satu-satunya pilihan yang gw tentukan sendiri sampai saat ini. Gw pilih diam-diam dan baru kasi tau saat pengumuman penjurusan. Orang tua mah maunya gw masuk Informatika, tapi apa daya ekeu ga suka koding.

Sekarang gw tingkat empat akhir, lagi sibuk sama TA. Insya Allah sebentar lagi lulus (mohon doanya yaa :’) ). Habis lulus pilihannya adalah kerja atau S2 atau nikah. Maunya sih dalam waktu dekat S2 dulu di luar negeri, biar banyak pengalaman dan jalan-jalan. Orang tua maunya gw lulus langsung kerja di perusahaan besar yang gajinya besar, kalau S2 ya ga usah jauh-jauh lah di dalam negeri aja sekalian kerja.

UGH. KAPAN SIH BISA HIDUP DENGAN PILIHAN SENDIRI?
Toh hidup sesuka yang gw pilih masih dalam jalur hidup yang benar. Seorang teman bilang kita bisa hidup bebas setelah lepas dari tanggungan finansial orang tua, atau setelah nikah. Hmm benar juga. Tapi apa harus menunggu waktu itu? Fix lah tahapan hidup selanjutnya harus gw sendiri yang memutuskan. Karena, sesulit apapun jalan yang dilewati sepertinya akan lebih mudah kalau itu adalah pilihan kita sendiri. Dari awal kita yang pilih, kita juga yang (harusnya) udah siap dengan segala konsekuensinya. Apapun yang terjadi, bisa dibawa senang, ga terpaksa.

Jadi, jangan biarkan hidup kita ditentukan orang lain. Yang ngejalanin kita, yang menanggung segala konsekuensinya juga kita, bukan orang lain.

Sekian.

my-super-curly-hair

Sejak dulu, gw termasuk orang yang seneng banget ngubah-ubah bentuk rambut. Alasannya satu: bosan!

Gw terlahir dengan rambut keriting kemerahan. Saking merahnya, dulu pas SD orang tua dipanggil wali kelas gara-gara mengira rambut gw di cat. Dan saking keritingnya, dulu pernah seharian disibukkan oleh rambut karena ada teman jahat yang nempelin lolipop dan permen karet ke rambut gw yang kribo. -__- Read More

Kumang

Kumang. Saya ga tau nama resmi atau nama latinnya. Mungkin sama ama keong, mungkin juga ga. Dia adalah hewan Gastropoda — hewan dengan kaki di perut. Yang sebangsa dengan mereka adalah siput.

Yang paling saya inget, hewan ini dulu sering dijual di depan SD dengan harga 500 rupiah saja. Makannya tebu.

Dulu saya dan adek saya juga terkena demam kumang. Beli kumang, taro di toples, kasi air secuil, kasi tebu. Gampang sekali! Biasanya 2 minggu mati, beli lagi, mati lagi. Nah, akhirnya ada seekor kumang yang bertahan cukup lama di tangan kami. Namun suatu hari ia harus pergi juga… pergi mencari rumah yang lebih besar. :'(

Yup, kumang memiliki cangkang. Begitu cangkangnya kekecilan dan ga bisa melindungi dia lagi, maka dia harus keluar cangkang dan mencari cangkang yang baru. Dalam perjalanan mencari rumah baru inilah biasanya kumang piaraan mati. Kan rumah kita ga seperti habitatnya yang banyak cangkang berserakan di mana-mana.

Yang saya bingung: kumang meninggalkan cangkang untuk mencari cangkang yang lebih besar tentu mantan cangkang dari senior kumang. Trus, super super super grand grand grand senior kumang dapat cangkang pengganti dari mana ya? -__-

-Abis nonton tentang Pulau Kumang di Home Channel-

mau? nanti beli yaa…

Suasana: di ruang keluarga, menonton world cup 2010 bersama keluarga. Laga Jerman VS Argentina lagi hot-hot nya di Afrika Selatan sana.

Saya (S): kyaaa ganteng!

Ibu (I): siapa?

S: itu lho Bu, pemain Argentina, Higuain. masih 22 tahun lho

I: hoo, terus?

S: mauuuuu >,<

I: oke, nanti kita beli yaa

I: tapi di tampur (pasar taman puring, jakarta) aja yaa. siapa tau ada KW10 nya

S: oh oke, baiklah -__-“

tidak ada kata gabut

Minggu ini udah minggu kelima KP saya di Indosat. Akhirnya dari sejak akhir minggu lalu, keberadaan saya di divisi tempat saya ber-kp ceria mulai jelas. Mentor saya udah kasi timeline ampe akhir KP. Intinya, saya diminta bantu-bantu kerjaan dia ampe tengah bulan Juli, trus seminggu fokus ke topik KP, trus seminggu terakhir fokus bikin laporan. Nah itu dia yang saya tunggu-tunggu! Diminta bantu-bantu kerjaan = ga gabut. :D

Nah, jadi dari Kamis minggu lalu, saya disuruh Mentor, Pak Sumar, untuk ngikutin kerjaannya Mas Yamin. Awalnya cuma dikenalin tentang NMA-nya Marconi-Ericsson, sesekali juga ditanya-tanya tentang SDH dan para kerabatnya. Senin kemaren, akhirnya saya minta untuk pegang langsung aplikasinya, biar lebih ngerti gtu. Lagian juga kalo liatin orang kerja doang kan bawaannya ga ngerti dan ngantuk.

Sebagai pemula, hari Senin ini saya diajarin cara bikin proteksi jaringan. Lumayan gampang, anggap aja kayak lagi praktikum, tinggal klak-klik sana sini. Walaupun gtu emang harus ngerti juga sih dia mau dibuat proteksinya lewat daerah mana dan lewat port mana. Sip, akhirnya proteksi jaringan yang diminta udah selesai.

Selasa ini saya sendirian karena teman se-divisi dan se-meja saya lagi jadi volunteer untuk acara seminar. Akhirnya daripada ngong ngong bengong, saya minta kerjaan lagi. Hari ini ditugasin mindahin circuit. Jadi kalo pake Marconi, mindahin circuit tidak semudah membalik telapak tangan. Pertama-tama, circuit yang dimaksud harus dibikin proteksinya dulu (sebut saja B). Abis itu di-swap antara main (sebut saja A) dan proteksinya (B). Maka sekarang kedudukannya B jadi main dan A jadi proteksi. Setelah jalur proteksi yang baru (A) di-deacticvate, maka jalur tersebut baru bisa di-remove. Jadilah main circuit jaringan tersebut pindah ke B. :D

Okay, pekerjaan itu selesai tepat sebelum waktu makan siang.

Setelah makan siang, saya dikasi kerjaan ama mentor untuk nempatin titik-titik dari daerah yang udah ditentukan ke peta buta Jakarta. Okay, terdengar mudah dan simple. Masalahnyaaaa: kerjainnya harus pake Visio dimana saya boro-boro pegang aja belom pernah dan peta buta-nya sebuta itu, ga jelas pisan. Tambahan: saya ga hapal nama-nama daerah di Jakarta dan sekitarnya! Orang buta arah giniii. Argh, lengkap sudah. Akhirnya menatap kosong pada layar komputer. Memohon bantuan pada google maps dan mengira-ngira letak daerah yang dimaksud.

Wah ternyata setengah jam lagi waktunya pulang dan saya blom selesai, maka saya menghadap sang Mentor.

Saya: Pak, tugas yang tadi tuh deadline-nya kapan ya?

Mentor: Berarti blom selesai ya?

Saya: Hmm, iya Pak, blom selesai.

Mentor: Yaahh, santai aja lah, toh kamu KP juga masih lama. Ga di gaji juga, jadi jangan serius-serius amat lah.

Saya: Hahaha, baiklah Pak. *ternyata mentornya santai, tau gtu tadi juga ngerjainnya santai. lho?!*

Hmm, bener juga kata si bapak. KP ga usah terlalu serius, toh ga di gaji ini.

Bener juga kata-kata teman-teman saya: kami tidak digaji, makanya kami tidak gabut.

Kami tidak digaji, makanya tidak ada kata gabut untuk kami! :P

akhirnya makan mie instan lagi

Yahh, akhirnya saya makan mie instan lagi setelah sekian lama. Ini pun karena orang se-rumah pada makan mie instan yang udah disajikan di sebuah mangkuk besar. Heran, lagi di rumah malah makan mie.

Banyak yang heran kenapa saya ga suka makan mie instan. Jujur aja, menurut saya rasanya ga enak! Baunya ga enak!

Padahal, sebagai anak kost-an harusnya saya jadi penggemar mie instan karena praktis dan murah. Tapi, tetep aja, ogah! Mendingan makan mie telor yang suka ada di tukang nasi goreng atau malah mie ayam yang kayak di Bakmi GM. (ya iyalah!) :P

Untungnya, kalo di rumah sih saya mau aja disuruh makan mie instan, karena masaknya udah di tambah macem-macem, jadi rasanya ga kayak mie instan lagi. :D

datar seperti papan tripleks

Kenapa ya hidup saya rasanya datar bangeeet. Datar sedatar itu kayak tembok. -__-

Sekarang lagi nonton siaran ulang putaran perdelapan final WC2010 antara Brasil dan Chile. Babak pertama hasilnya 2-0 untuk Brasil. Trus tiba-tiba jadi inget kalo ada temen seangkatan yang pergi ke Afrika Selatan untuk nonton World Cup. Gratis !!! Menang undian Coca Cola! Aaargh, dunia macam apa ini! Datar bangeeet, ga ada kejutan-kejutan menarik gtu. Jangankan berharap dapet tiket World Cup, dapet undian payung cantik aja ga pernah kayaknya. :'((

Duh, butuh yang menarik-menarik nih. Tiba-tiba dikasi tiket keliling Indonesia kek, menang undian trus jalan-jalan ke luar negeri kek, menang undian dapet barang-barang elektronik kek.

Lalalalalaaa, hidup ku datar cem papan tripleks…~

Tentang Ayah

Setelah baca beberapa tweet dari temen baru sadar, oh hari ini hari ayah tertanya *telat sekaleee*

Dari tweet temen-temen, terlihat yaa bahwa kasih sayang ayah itu besaaar banget. Ayah pun menjadi figur yang sangat mereka banggakan. Mungkin apabila diminta menyebutkan pria terbaik, paling dipercaya, dan menjadi figur idaman, mereka menyebutkan ayah mereka masing-masing. :)

Dan.., gimana dengan ayah saya?

Hmm sebenernya saya kurang dekat dengan ayah saya karena saya anak ibu bangeeet. *apa coba*

Bukan karena ayah tinggal jauh dari saya, bukan karena kami jarang bertemu juga.

Bukannya ga deket berarti kita ga akur, tapi emang ga deket dan kalo di satu forum pun kita bakal diem-dieman zingg banget.

Bukannya ga mau ngobrol dengan beliau, tapi emang sulit mencari hal dan bahan obrolan yang bisa ngedeketin kita, beliau juga sih yang pendiem keterlaluan. >:P

Yahh begitulah…

Suatu kali, kita ada di ruang keluarga berdua, nonton TV, dan zzinnng…ga ada suara lagi selain suara TV, dan akhirnya kita malah sibuk sendiri dan ke kamar masing-masing. :))

Ampe sekarang, setiap ada telepon dari nomer HP ayah pun, pasti saya super bingung. Ada kejadian penting apa di dunia? Dan oh ternyata ibu saya yang menelepon dengan HP ayah. Sekalinya beneran ayah yang nelpon, pembicaraan super singkat.

Ayah: Lagi apa?

Saya: Kuliah Pak. Ada apa?

Ayah: Oh ga ada apa-apa.

Saya: Oh gtu.

Ayah: …

Saya: (zingg juga, awkward silence is coming!)

Saya: Oke deh, daaagh Bapak. Assalamualaikum.

Ayah: Waalaikumsalam.

*Haha, very awkward, huh?!

Oiya, setiap menerima telpon dari ayah, satu hal yang selalu saya ingat, dia tidak pernah membiarkan saya menutup telepon belakangan. Jadi, kadang suka saling tunggu-tungguan nutup telpon. Haha…

Hal tentang ayah yang paling berkesan menurut saya adalah cerita sekitar 3 tahun yang lalu. Saat itu, saya mengikuti study tour ke Baduy selama 4 hari. Bayangkan Baduy! Sinyal HP nihil, akses telepon fixed pun ga ada. Cobaan berat bagi ayah dan ibu untuk mengijinkan saya yang ga pernah kemana-mana ini untuk pergi ke sana (walaupun akhirnya saya ikut juga, hehe). Di hari kepulangan saya, yah seperti biasa, ayah ga ikut ibu menjemput saya di sekolah. Tapi…, pas ampe rumah, abis salam, ayah mencium kening saya. Terharu pisaaaan, mau nangis rasanya. Bukan lebay atau gimana, tapi emang gtu rasanya. Ternyata dia kangen juga ama saya setelah beberapa hari ga ketemu. ;)

Walaupun ayah saya banyak kurangnya (namanya juga manusia, ga ada yang sempurna), tetapi pastinya ada hal dari dia yang saya teladani. Yaitu.., menjadi orang yang lurus! Begitulah, ayah mungkin saya anggap sebagai manusia terlurus di muka bumi ini. Sekarang memang ia sudah pensiun, tapi dulu pas masih kerja dia memang dikenal sebagai orang yang lurus dan ga macem-macem. Walaupun lingkungan pekerjaannya memungkinkan untuk melakukan korupsi dan sebagainya, ayah tetap pada prinsipnya. Ia ga mau, uang yang ia gunakan untuk menafkahi keluarganya berasal dari perbuatan kotor. Seperti yang pernah ia bilang, “makanan dari uang yang kotor bisa bikin manusianya jadi kotor juga”. Terharu banget lah pokoknya. :”>

Terakhir, tentang ayah yang paling berkesan : di saat semua anggota keluarga mulai dari kakek, ibu, adek, om, tante, ampe sepupu yang bocah-bocah manggil saya dengan sebutan “Teteh”, ayah memanggil saya dengan sebutan “Nisa”. Aneh memang, yahh tapi mau diapain lagi, suka-suka dia lah. Haha.. Mungkin itulah yang ngebedain dia dengan anggota keluarga yang lain, jadi saya anggap aja itu sebagai panggilan spesial. :)

Pak, di Hari Ayah ini, saya cuma mau bilang betapa saya sangat mencintai dan menghormatimu. Pengecut dan pemalu memang karena saya ga bisa katakan ini langsung ke Bapak. Terima kasih telah membesarkan saya selama ini dengan bentuk kasih sayang yang mungkin tidak saya mengerti. Terima kasih telah mendidik saya selama ini. Semoga di kemudian hari, kita bisa lebih dekat lagi, karena saya iri dengan orang-orang yang bisa sangat dekat dengan ayah mereka… *from one and only your daughter :)*

makannya pakai sendok

Situasi — Lagi nonton WC2010 pertandingan Jerman vs Serbia yang agak membosankan di ruang keluarga. Di sebelah ada sepupu saya yang umurnya baru 3 tahun, namanya Malik, maen-maen sendok mau dipukul-pukul ke laptop. -__-” Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sendoknya saya ambil, trus saya ajak ngobrol.

Saya : nonton bola aja sini di sebelah teteh, seru tuh

Malik : mmm, iya

Saya: siniin sendoknya. eh, malik udah makan malem?

Malik : udah

Saya : makan pake apa

Malik : pake sendok

Saya : ….. *zingg, oke makasih jawabannya, menjawab sekali*

Abis itu ngakak ga berhenti… Hahaha, polos banget sih bocaaah! Ga salah sih jawabnya, tapiii…haha, kocak pisan. Mana jawab dengan wajah polos dan bahasa balita yang rada-rada ngaco lagi :))

Minggu pertama KP (Part 2-End)

Yuhuuu, lanjutan dari postingan sebelumnya nih. Masih cerita-cerita tentang minggu pertama saya KP di Divisi Network Management PT Indosat.

Day 3: Aktivasi jaringan backbone

Pagi ini kepagian! Jadi ceritanya saya dari kemaren udah memulai berangkat dengan omprengan. Eh malah kepagian, pertamax mulu di absen. Saking kecepetannya bahkan ampe yang ada di ruang kantor masih shift malam, bingung mau ngapain, sarapan dulu deh.

Oiya, pagi ini ada kejadian seru! Hectic banget! Suasana jadi mencekam, saya pun ikut deg-degan. Jadiii, ada jaringan di mana gtu yang black-out tapi blom berhasil dibenerin. Group Head ampe dateng dan marah-marah. Bagus juga sih, walaupun jabatannya tinggi, dia masih turun ke bawah gtu. Untungnya dia marah-marah sambil kasi saran solusi. Nice! Setelah dua jam-an, akhirnya masalah teratasi, alhamdulillah :)

Hari ini saya muter-muter ke Provisioning. Ngobrol-ngobrol ama Bu Yulis, koordinator dari Provisioning International. Intinya mah kalo ada yang mau bikin jaringan backbone baru ke luar negeri, pake aja jaringan-jaringan yang ada. Seribu jalan menuju Roma lah pokoknya! :D

Abis dari situ, saya dan Ira diajak Mbak Vina diajak ke ruang operasional untuk dijelasin cara aktivasi jaringan domestik. Sebenernya dia jelasin kita sambil sekalian ngerjain permintaan requester juga, haha. Sayang banget masih rada bingung, abis dia jelasinnya udah tahap yang rada susah yaitu aktivasi jaringan dengan menggunakan dua vendor yang berbeda, jadi bolak-balik ngerjain di dua komputer. Katanya sih kadang ada rekues jaringan yang harus diaktivasi dengan menggunakan 4 vendor sekaligus, which means harus bolak-balik 4 komputer @_@

Abis itu karena masih blank, jadi kita baca-baca buku tentang yang dijelasin tadi (khusus untuk vendor Marconi). Bukunya punya Mbak Ria dan dipinjemin ama Mbak Jenny :D

Abis khatam tuh buku manual, pergi deh ke Mas Zaki, nanya-nanya istilah-istilah asing yang ga kita ngerti. Untung aja udah baca bukunya, jadi ga buta-buta amat deh pas dia jelasin.

Day 4: Proteksi jaringan

Hari ini supeeer kepagian. Bayangin aja, nyampe kantor jam 06.15! Kalo kuliah mah jam segitu blom bangun. Kalo berangkat naek kereta, jam segitu juga kereta blom berangkat. Heeuu, alhasil seperti kemaren, saya sarapan lagi di kantor, kan bawa bekal :D

Rencana hari ini masih seputar provisioning. Jadi, tadi kita ke Mbak Lia, ternyata dia lagi buat proteksi jaringan antar dua kota. Banyak banget yang harus diproteksi ternyata -__-

Tapi, asik bangeeet, Mbak Lia langsung nyuruh kita coba setelah beberapa penjelasan dari dia. Akhirnya saya dan Ira masing-masing berhasil membuat proteksi E1 antara dua kota, bangga sekaliiii B-)

Abis itu, istirahat kita makan bersama sahabat IF di BI. Makannya tadinya mau muluk-muluk, di GI. Saking busway sampah lama banget datengnya, akhirnya kita cukup makan di Menhan, sebelah Indosat, belakang BI. :))

Abis makan siang, saya dan Ira ke perpus, baca-baca laporan KP yang lalu-lalu. Akhirnya nemu 3 laporan KP dari divisi yang sama ama kita, itupun tahun 2008. Dan oh, maaf sekali bukannya sombong apalagi sotoy, isinya sampah. Sama banget lah ama slide-slide yang dikasi Pak Aam, berasa de javu. Udah gtu kan judulnya analisis blablabla, tapi ga ada analisisnyaaa. Huhu, semoga KP ini bermanfaat dan ga jadi sampah gtu aja buat saya dan teman-teman. Semoga laporannya juga berbobot >.<

Abis dari perpus, kita ke tempat Mbak Lia lagi, tapi tampaknya dia sudah capek (ya iyalah, ada hampir 200 E1 yang harus dia proteksi, haha), kita malah disuruh pulang cepet-cepet aja. Duhh ajaran tidak benar ini, hahaha…

Sekianlah cerita KP minggu pertama saya.

Semoga KP lancar. Semoga minggu depan-depannya lagi lebih produktif dari minggu ini (thanks banget karena telah dimasukkan ke divisi yang sama bersama Ira yang super rajin :D ). Semoga minggu depan abis muter-muter subdiv juga bisa dapet tema KP yang bagus dan sesuai, amin :)

*Oiya promosi lagi, jangan lupa baca dan kontribusi dalam blog http://kpceriaelmmvii.wordpress.com/ , mari sharing pengalaman KP! Salam KP!