peliharaan baru: hamster

Beberapa hari yang lalu, saya diberi sepasang hamster oleh teman saya, Copi. Sebenernya ini perdana banget saya memelihara hewan-kecil-pengerat semacam ini. Agak deg-degan, takut dan geli juga pas mau pegang. -_-

Setelah dikasi, tadinya hamster ini mau saya beri nama. Karena peliharaan-peliharaan sebelumnya sudah me-reserve nama A-D (axel, brando, chiro, dan dido (rip)), maka sepasang hamster ini akan bernamakan E***** dan F*****. Lama berpikir akhirnya saya terpikir nama Esteban dan Francesca. Namun apa daya si hamster tidak responsif nor interaktif. Akhirnya selama ini saya paling “nyu nyu nyu” dan “hamtaro hamtaro” aja. Lagipula, saya masih ga bisa bedain yang jantan dan betina. Percuma tampaknya kalo diberi nama. Hiks -_-

Untuk memulai pelihara hamster dari nol, cukup banyak yang saya persiapkan. Mulai dari kandang, serbuk kayu, makanan, mainan, sampai pasir mandi berwangi rose. :P

Kandang yang saya beli berbahan besi-besi gtu, terdiri dari 3 tingkat. Tapi apa daya, si hamster kok-ya-lemah-banget-ga-bisa-manjat. Alhasil yang kepake cuma lantai pertama full dengan rumah, tempat makan, tempat minum, dan mainan.

Setelah beberapa hari memelihara hamster, kok agak ga seru ya. Apa saya salah asuhan? Apa memang belum sampai di saat serunya? Sehari-hari kerjaannya cuma tidur, terkadang bangun untuk makan dan minum, terkadang main-main di spinning wheel nya itu. Lalu tidur lagi. Kadang mau saya pegang dan elus-elus, tapi dia kabur terus ga bisa dipegang. Apa emang kayak begitu hidupnya? Atau saya yang sudah terbiasa memelihara hewan interaktif seperti anjing? :_(

Target saya memelihara hamster ini ga muluk-muluk. Semoga dia tahan beberapa bulan ga mati. Kalo dia beranak alhamdulillah, kalo ga ya gapapa. :’)

semoga saya ga cepet bosan deh sama si hamtaro ini

oke fix, namanya adalaaah …

Masih inget anjing-kecil-tanpa-nama yang nyasar di rumah gw (postingan yang ini)?

Anjing itu akhirnya beneran dipelihara, dan gw diberi amanah untuk memberikan dia nama. huhu, terharu :’)

Sebelumnya, gw bingung, sangat sangat bingung mau memberikan nama apa. Tadinya malah mau dikasi nama “Meong” aja biar dia cute, lucu, dan jinak. Tapi kok asa teu puguh…

Akhirnya ada beberapa nama yang terlintas di benak gw:

  1. Smith. Bukan bermaksud keren-kerenan pake nama itu, tapi gw teringat Smith Chart lalu berharap dia menjadi anjing yang pintar dan jenius.
  2. Sam. Karena akhir-akhir ini nonton Supernatural, jadi kayaknya cool aja kalo namanya Sam Winchester. :p
  3. Brando. Teringat akan anjing Herder peliharaan Bapak yang katanya pintar dan setia. Gw sendiri ga sempat melihat dia secara langsung karena dia udah meninggal saat gw lahir. :'(
  4. Black. Mau ngasih nama ini karena si anjing-kecil moncongnya kok item banget yaa. -__-

Read More

dikasih nama apa yaa?

So, kemaren saat saya sedang berjuang menahan kantuk di kampus, adek saya sms:

“Ada anjing baru lhoh”

Otomatis kantuk yang mendera seharian langsung berkurang!

Kyaaaaa senangnyaaaa….

Ini foto si makhluk-tanpa-nama yang dikirimin ama adek via email :)

Jadi, si makhluk-tanpa-nama ini kabarnya ditemukan di depan rumah. Entah dia nyasar dan hilang arah (agak ga mungkin sih anjing hilang arah -_-) atau emang ada orang yang ninggalin dia di depan rumah.

Keluarga saya yang pecinta hewan langsung saja iba dan akhirnya bawa dia ke dalam rumah. Kasian, kecil dan kedinginan. :’)

Tapiii, di rumah kan udah ada si axel bodoh:

Katanya sih si axel yang udah mencuri hati kami selama 5 tahun terakhir merasa jealous. Hahaha… Si anjing-kecil-tanpa-nama sendiri udah mulai berkenalan ama axel dan beradaptasi sama penghuni rumah.

Oiya, kalo diliat-liat, kok si anjing-kecil-tanpa-nama mirip banget yaa sama axel waktu kecil. Menurut saya sih mungkin mereka kembar yang lama terpisah, menurut adek saya mungkin mereka sebenernya kakak-adik, dan kata teman saya mungkin si anjing-kecil adalah hasil perbuatan axel yang tidak bertanggung jawab. -__-

Ah whatever lah. Yang penting sekarang:

dikasih nama apa yaa??? Capek kalo harus nyebut dia anjing-kecil-tanpa-nama terus. :))

Kumang

Kumang. Saya ga tau nama resmi atau nama latinnya. Mungkin sama ama keong, mungkin juga ga. Dia adalah hewan Gastropoda — hewan dengan kaki di perut. Yang sebangsa dengan mereka adalah siput.

Yang paling saya inget, hewan ini dulu sering dijual di depan SD dengan harga 500 rupiah saja. Makannya tebu.

Dulu saya dan adek saya juga terkena demam kumang. Beli kumang, taro di toples, kasi air secuil, kasi tebu. Gampang sekali! Biasanya 2 minggu mati, beli lagi, mati lagi. Nah, akhirnya ada seekor kumang yang bertahan cukup lama di tangan kami. Namun suatu hari ia harus pergi juga… pergi mencari rumah yang lebih besar. :'(

Yup, kumang memiliki cangkang. Begitu cangkangnya kekecilan dan ga bisa melindungi dia lagi, maka dia harus keluar cangkang dan mencari cangkang yang baru. Dalam perjalanan mencari rumah baru inilah biasanya kumang piaraan mati. Kan rumah kita ga seperti habitatnya yang banyak cangkang berserakan di mana-mana.

Yang saya bingung: kumang meninggalkan cangkang untuk mencari cangkang yang lebih besar tentu mantan cangkang dari senior kumang. Trus, super super super grand grand grand senior kumang dapat cangkang pengganti dari mana ya? -__-

-Abis nonton tentang Pulau Kumang di Home Channel-