Nothing to Hide

nothing_to_hide-_publicity-h_2018

Aktivitas favorit gw yang sangat tidak produktif adalah nonton Netflix. Salah satu film yang baru aja gw tonton kemarin ini adalah “Nothing to Hide”, drama komedi Perancis yang bercerita tentang tujuh orang sahabat lama yang memutuskan untuk membuka notifikasi ponsel mereka di depan umum ketika makan malam bersama.

Dari premisnya sendiri udah ketebak kalau ini bukan hal yang bagus untuk dilakukan karena pasti permasalahan masing-masing karakter akan terbongkar di depan umum. Walaupun setting-nya hanya di meja makan, film ini ga bikin bosan dan claustrophobic. Karakter-karakternya juga menarik. Yang gw kira pasangan mesra banget, ternyata dibelakangnya ada affair. Yang gw kira suami nyebelin, ternyata dia yang paling waras dan bijak. Yang gw kira istri baik-baik, ternyata ya ga sebaik-baik itu. Ternyata walaupun udah berteman, bahkan menikah sekian lama, orang yang di samping mereka pada akhirnya nampak asing.

Di akhir film, bersamaan dengan berakhirnya gerhana bulan yang langka, ketika semuanya udah “pecah”, ada plot twist as if mereka ga melakukan pe rmainan itu. Agak mengecewakan sih (karena netizen suka dengan keributan!), tapi ini membuat gw jadi memikirkan interaksi setiap karakter di awal film sebelum permainan tersebut dimulai. Film ini mengingatkan gw juga bahwa jaman sekarang, ponsel itu seperti kotak pandora kita masing-masing. Jadi, demi terciptanya world peace, apakah private things should be kept private, even from your spouse?


Agak ga-nyambung-tapi-nyambung dari pembahasan film “Nothing to Hide”, bulan lalu ramai di twitter tentang suami yang kalau beli Gundam diam-diam dari istri.

Di Instagram, salah satu blogger yang gw follow juga bikin poll dan ask question mengenai hal serupa ke istri-istri, dan banyak juga yang melakukannya. Beli tas, make-up, skin care mahal tapi bohong tentang harganya ke suami. Membaca itu semua bikin geli dan kaget sih. :))

Belanja Gundam dan skin care diam-diam adalah hal yang sepele bangettt. Tapi menurut gw ini udah menunjukkan ketidakpercayaan dan kurangnya komunikasi. At least, ga ada kesepakatan sebelumnya antara suami-istri mengenai uang jajan masing-masing.


Bukan ahli dalam rumah tangga karena apalah arti pernikahanku yang baru seumur jagung. Tapi, kalau disuruh menyebutkan satu hal yang paling penting dalam hubungan ini, gw akan menyebut: komunikasi.

Prinsip gw, pasangan adalah satu-satunya manusia yang akan selalu ada buat gw sampai tua nanti. Ketika orang tua sudah tiada, anak sudah besar dan keluar dari rumah, teman-teman sedang sibuk dengan kehidupannya, maka manusia yang ada buat gw adalah suami. Penting banget bagi gw untuk merasa nyaman dan dapat membicarakan hal apapun ke suami, mulai dari hal yang ga penting, sampai yang penting; mulai dari obrolan yang receh, sampai yang serius. Dengan lancarnya komunikasi, mudah-mudahan ga ada yang harus ditutup-tutupi. Karena segala sesuatu yang dirahasiakan dari pasangan itu biasanya ga baik, dan yang ga baik-baik itu kalau ketahuan suka bikin masalah. Gtu aja sih.

Jadi gimana, masalah ga kalau isi ponsel kamu saat ini diketahui pasangan?

Movie Review: Sierra Burgess is a Loser

Setelah menonton “To All The Boys I’ve Loved Before”, saya mendapatkan banyak suggestion romcom movies/series di kolom rekomendasi Netflix. Akhirnya, dua minggu yang lalu saya memutuskan untuk menonton “Sierra Burgess is a Loser”. Film yang digadang-gadang mempromosikan body positivity ini tampak menarik!

Read More

The Raid 2: Berandal (2014)

*mohon diingat bahwa review ini completely ngasal dan full of spoiler.
spoilernya pun mungkin loncat-loncat karena ingatan gw yang short-term.
oh dan gw juga belum nonton The Raid: Redemption, dan bukan pencinta film laga (halah, excuses-nya banyak bener)*

Jadi, kemarin ceritanya saya dan pacar pergi nonton The Raid, akhirnya. Abis kan katanya heittss abis, ga gaul kalo ga nonton di bioskop. Kalo nonton bajakan, ga tega karena film Indonesia. Eh tapi director-nya bule, pemerannya juga ada yang Jepang. Yah whatever, go go go Indonesia deh! :D

raid 2 berandal first poster

Film dibuka dengan adegan…umm gatau sih karena kita datengnya telat.

Jadi inti dari film ini adalah tentang Rama (Iko Uwais) a.k.a. Yuda yang mendapatkan misi undercover sebagai tahanan penjara untuk mendekati anak mafia, Uco (Arifin Putra) untuk membongkar polisi korup.

Berikut beberapa hal yang bisa gw ingat dari film ini:

  1. Pas gw masuk bioskop, tetiba Rama (Iko Uwais) lagi ngobrol sama Cok Simbara. Kyaaa, Cok Simbara! (tampar aku mas, tampar aku~)
    Mungkin percakapan ini harusnya penting, tapi gw ga fokus banget karena ada yang ganggu dari percakapan ini. Entah kenapa percakapannya terkesan kaku, mungkin karena penggunaan “gw” dan “saya” yang ga konsisten, se-tidak-konsisten penggunaan kata tersebut di blog ini.
    Misalnya pas Cok Simbara bilang: “Gw mau lu bantu saya blablabla…” :))
  2. Adegan berantem di bilik toilet penjara menurut gw kewl, karena tempatnya sempit bangets.
  3. Masakan kantin penjaranya kok enak sihhh, ada tempe, ayam goreng, dan urap. Iya, ada URAP! :9
  4. Menurut gw, adegan berantem di lumpur pas hujan hujan di halaman penjara itu keren! Walaupun ya Allah ga ngerti ini siapa lawan siapa sih sebenernya. Tapi keren pokoknya. Lalu tatapan Yuda dan Uco di akhir adegan ini meaningful banget, ga bertele-tele tapi cukup buat menjelaskan bahwa pokoknya abis ini mereka bakal jadi bro banget.
  5. Sampai di kantor Pak Bangun (Tio Pakusadewo), kan Yuda digeledah dan dicek cek cek ya. Terus terus ternyata Iko Uwais chubby, ga tinggi tinggi banget dan badannya ga otot otot kering gitu. Kupikir… T_T
  6. Setelah berhasil menyelesaikan suatu misi, tentunya Uco ingin tanggung jawab lebih, tapi apa daya menurut Pak Bangun dia belum siap.
    Uco yang kesal dan stress karaokean bersama pemandu lagu. Scene ini menurut gw lama, bertele-tele dan ga penting banget.
  7. Scene Mad Dog dan Marsha Timothy menurut gw ga perlu dan lama bin hoahem banget. Mungkin ceritanya mau menunjukkan bahwa Mad Dog tuh serem serem tapi family man. Tapi sebenernya lagi bertarung terus ngeliat foto anak istri di dompet atau di kalung is enough sih.
    Dan WHY OH WHY MARSHA! Aku pikir kamu siapaaa, ternyata kamu istrinya Mad Doggg! DX
  8. Adegan salju yang fenomenal itu keren!
    Adegannya bagus dan sedih banget. Kesannya si musuh baru (yang sampai sekarang gw ga tau namanya) itu berdarah dingin banget dan kematian Mad Dog kayak sepi sendiri banget.
    Walaupun kata orang-orang aneh, hey di Jakarta ada salju semalam! :D
  9. Scene Uco ngobrol sama Bejo itu ngantukin banget. Udah lama lama mereka mengobrol, gw masih bertanya-tanya kesimpulan dari obrolan ini apa. Bertele-tele banget, cem danlap lagi orasi.
    Terus, kenapa itu Alex Abbad mukanya arab tapi panggilannya Bejo deh. -_-
  10. Hammer Girl dan Baseball Bat Boy keren keren kereeennnn. Kartun banget kayak nonton Kick-Ass! :D
  11. Car chase scene feat. halte busway yang ancur itu keren.
    Tumben-tumbenan loh ada kejar-kejaran se-ihwaw itu di film Indonesia. :D
    Sebenernya yang lebih gw pikirin pas scene itu sih, ya ampun itu bikin macetnya kayak apa ya. Hahaha… Berhubung adegannya di jalan utama dan konon katanya ampe nutup jalan dari jam 6 pagi ampe 6 sore.
  12. Final fighting scene-nya keren.
    Emang dari film pertama kan katanya emang oke banget ya fighting-nya. Ga heran sih kalo producer Captain America: Winter Soldier ampe mengadopsi gaya berantem dari film The Raid.
    Tapi, walaupun oke, lama-lama adegan berantem mulai ngebosenin dan berasa repetitif berhubung dari awal kerjaan berantem mulu.
    Oh, setelah baca trivia di IMDB, gw baru ngeh kalo semua anak buah Bejo dibunuh dengan senjata mereka sendiri (hammer, baseball bat, mini celurit). Kewl.

Jadi terus endingnya gimana?
Yah pokoknya semua mati dan ga ada yang bisa ngalahin Rama!

Terus polisi korup yang jadi misi utamanya itu tertangkap?
Errr yaa, jadi kan ceritanya Rama udah cape cape masuk penjara terus masuk ke mafia mafiaan ya. Terus masa’ misi utama si polisi korupnya ga dibahas-bahas. Tetiba menjelang akhir film, polisi korupnya mati aja, yang nembak juga si Uco. Yakalo gitu kenapa ga dari awal aja di-dor, ga usah ada misi misi undercover-an dong. Kasian Rama. :|

Sebenernya, ketika film ini selesai, gw cukup senang loh. Yeaaay akhirnya keluar dari bioskop!
Kenapa? Karena menurut gw film berdurasi 2.5 jam ini bertele-tele banget dan emang ga ada ceritanya (atau memang semua film laga seperti ini?).

Lalu, untuk beberapa scene, percakapannya ga kedengeran, bener-bener ga jelas dan bisik-bisik.
Tapi di luar itu, sound yang lain malah oke banget loh. Misalnya suara kepala orang remuk, suara tonjok-tonjokan, suara baseball bat. Jelas banget! :D

Fyuhhh sekian deh review-review-annya. Overall menurut gw film ini kurang bagus.
Ya namanya juga selera orang kan beda-beda. :)

the purpose of life…

To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other, and to feel. That is the purpose of life.

Watching The Secret Life Of Walter Mitty with Nessie at blítzmegaplex – Grand Galaxy Park

View on Path

Soekarno (2013)

 

Selama 2013, saya hanya menonton satu film Indonesia di bioskop, jadi jelas film ini deserve blog post tersendiri. Hahaha

Image

Soekarno.

Film yang mengesankan!

Rasanya kayak belajar sejarah plus plus. Ceritanya ok, dan film ini didukung oleh aktor-aktor dengan akting top notch. Pasti tidak mudah untuk Masboy eh Ario Bayu untuk memerankan tokoh proklamator.
Sebagian orang berkata bahwa film ini Soekarno-centris banget. Yahiyalaah judulnya aja nama doi. Hahaha

Yang menambah kesan di film ini adalah pemutaran lagu Indonesia Raya di awal film dan para penonton diminta untuk berdiri. OK banget ga sihhh. Mungkin lagu Indonesia Raya di awal film ini bermaksud untuk membakar semangat para penonton ya. Tapi, saya rasa lebih klimaks lagi kalau pemutaran lagu Indonesia Raya ini tepat setelah pembacaan teks proklamasi. :D

Satu yang jadi pertanyaan, apakah Bung Karno selalu bicara a la a la orasi gitu? Misalnya pas nyampe di Stasiun Gubeng, Surabaya, turun kereta lalu menyapa orang orang dengan tone orasi. #seriusnanya

Satu yang jadi catatan, itu dulu kemeja putih sama celana gombrong heiits banget ya sist. *iya iya ga penting*

Dari film ini, saya bisa lihat plus minusnya Soekarno. Ya namanya juga manusia kan bukan dewa. Ada masa-masa di mana dia galau, banyak pikiran, galau wanita, bisa sakit juga. Inilah yang membuat Soekarno di mata saya sekarang jadi terlihat manusiawi.

Selain main character, dari sekian banyak tokoh sejarah yang ada di film itu, yang paling berkesan untuk saya adalah Sutan Sjahrir. Karakternya tegas, lugas, tapi tetap berpikiran jernih. Tetap respect walaupun terlihat selalu kontra dengan Soekarno dan Hatta. Begitupun juga dengan karakter Bung Hatta, terlihat cerdas, kalem dan selalu berpikir sebelum bertindak.

Ohya, kalo di film ini, saya adalah #teamIbuInggit! :))
Yah, walaupun gatau ya kalo secuil sejarah diubah, misalnya Soekarno gajadi sama Fatmawati, nasib Indonesia jadi gimana.
Gara-gara film ini saya jadi ngeh kenapa ada Jalan Inggit Garnasih di Lengkong, Bandung. Gara-gara film ini juga saya jadi cari tau tentang Ibu Inggit.

Bu Inggit adalah ibu kos Soekarno saat di Bandung, mereka menikah tahun 1923, saat itu Soekarno berusia 22 tahun sedangkan Ibu Inggit 35 tahun. Walaupun namanya kurang terdengar setelah kemerdekaan, Bu Inggit lah yang mendukung Soekarno pada masa perjuangan dan masa-masa beratnya di penjara dan pengasingan. Terharu banget lah pokoknya sama Bu Inggit yang sangat lapang hatinya. :’)

Jadi out of topic deh.

Ya begitulah, intinya film ini worth to watch. Semoga di 2014 dan seterusnya, semakin banyak film Indonesia berkualitas. Kurang-kurangin lah itu horor berbumbu jijay yang banyak bertebaran di bioskop. Hih!

A Wedding Invitation (2013)

I sometimes feel the need to go to cinema to watch not-popular-random-movie. So, few days ago, after a hectic day at office, I went to cinema and watched A Wedding Invitation, a Mandarin rom-com movie directed by South Korean director Oh Ki Hwan.

A-Wedding-Invitation-2013-17

The story starts with Lixing (Eddie Peng) and his girlfriend Qiaoqiao (Bai Baihe) happy relationship. But unfortunately, they must part. Qiaoqiao asks Lixing to break-up. She wants a diamond ring and a beautiful wedding dress that Lixing cannot afford yet. They make a break-up contract that if in five years neither of them is married, they will marry each other. Then, Qiaoqiao moves to Shanghai to become a ceramic artist while Lixing stays in Beijing to pursue his career as a chef.

Five years later, Qiaoqiao gets a call from Lixing invites her to his wedding reception. Apparently, Qiaoqiao still cannot move on from Lixing. She go straight to Beijing as soon as possible to sabotage the marriage and to get Lixing back.

As you guess, this part of movie will make you laughs and smiles watching their silliness to trick each other and make jealous. After few scenes, turns out that Lixing’s wedding is not real. He just need to do that to get her come to see him again. Yeay, happy ending!

When you think it’s over and happy ending, apparently it’s not.

Because of some medical issues, Qiaoqiao decides to leaves Lixing again. Actually, this is also the reason why she left him in the first place five years ago.
Sad and desperate, Lixing tries to figure it out and finally find out about Qiaoqiao’s conditions. Do not want to lose her anymore, finally Lixing asks her to marry him.

Yeay, happy ending!

Actually, mmm, no.

Yea, sometimes perfect relationship doesn’t mean to be together. :”

So, that’s it. I’m definitely fooled by this movie. After pairs of twist and hahaha-yeay-happy-ending moment, the movie ends with a melodrama. Not a sad ending, but not a happy one, too. *wipe tears, a lot of tears*

Man of Steel (2013): Superhot Superman

Yes, I like to watch superhero movies. No, (previously) I am not a fan of Superman at all.

So, what makes me decided to watch this movie so early?
Because, Christopher Nolan, the director of awesome Dark Knight trilogy, joined this project as producer and a writer. I believe he will make it so good. As simple as that. :))

New Man of Steel Poster

 

It’s not an “S”. In my planet, it means hope.

When it comes to Superman, I’ve never been too excited like this before. Why?
I am not reading the comic book, and as 90’s generation, the closest Superman movie for me is the 2006 Superman Returns which is not so good.
Sometimes I watched Christopher Reeve’s Superman on TV, but still, I don’t understand the whole story. I don’t understand the character. Okay, he is a super man from other planet stranded in earth, and then what?

What is the background?
Why Kal-El sent to earth?
How Krypton collapsed?
How he found out about his identity?
Why he chose the “S” symbol?
Why he is weak to Kryptonite?
How Clark can be close with Lois?
Why Lois Lane and anybody else do not realize that Clark Kent is Superman? Hey, he’s only use glasses.

And still many whys and hows…

But, Man of Steel is different. Thanks to the producer, scene-writer and director who made this movie easy to follow and not confusing.
In two and a half hour, they can tell the story and depict the details that was never depicted before.

The movie starts with a prologue about Krypton. The next time we see the protagonist, he is a grown man Clark who is trying to search for his identity while sometimes there are flashback scenes about young Clark. After that the antagonist come and…… fly, battle, hit, destruction, hit, battle, fly, battle, destruction, massive destruction!

Sooo, let’s meet our protagonist, Henry Cavill.

henry-cavill-man-of-steel-superman

He is gorgeous! He has the charisma. And perfect jawline. And perfect face cut. :3
Brandon Routh is handsome, but he doesn’t have the charisma as a Superman. He is also too handsome to act as Superman, I think.

Henry Cavill acts very well as Clark Kent. You can see that he is struggling as Clark. Being different, trying to find his origin, trying to save people but advised not to show it off just because the world is not ready yet.

Oh BTW, thank God now Superman do not use that signature curly bangs anymore. He also do not use red outer pants anymore. The suit also looks great with it’s dark blue and dark red shades. Looks good and really manly.
Actually, I prefer Cavill wearing casual clothes and grow beards than wearing that tight suit. Or just shirtless and grow beards like the one in the oil rig scene. Hahaha, that one is superhot Superman!

I think all characters in this movie played the role very well so that the movie not too dark, although not cheerful, too. I like smart Lois Lane in this movie who is not easily fooled by glasses like in any other Superman movie. Clark’s parents are also very wise and warmth. Even the enemy, General Zod, is not like any other enemy who just want to take over the earth out of nowhere. His motive is strong, to stand up for his race.

Good storyline. Good actors. Worth the wait. Worth to watch. ;)

<fangirling>

Aaaah, while watching the movie, all I want to do is jump into the cinema screen, hug the peluk-able Superman and fly with him. It must be great to be Lois Lane. Lucky you, Amy Adams.

It’s not an “S”. In my planet, it means hope.
In my planet, it’s an “S”. Stands for sexy.

</fangirling>

Skyfall (2012)

Image

Psychiatrist: I’m going to say a word, and I want you to say the first word that comes into your head. Country?
Bond: England.
Gun? Shot. Agent? Provocateur. Murder? Employment. Skyfall? Done.

Bagi yang belum nonton, this post may contain spoilers. I’ve warned you. :D

So, weekend kemarin saya dan adik nonton Skyfall biar gaul. Cukup lama ya film nya, hampir dua setengah jam. Popcorn satu bucket udah abis, mau minum takut pipis. -_-

Dalam Skyfall, James Bond the 007 Agent masih diperankan oleh Daniel Craig. Ini adalah film ketiga Daniel Craig sebagai James Bond. FYI, rilis Skyfall yang merupakan film James Bond ke-23 ternyata bertepatan dengan 50 tahun James Bond yang pertama kali difilmkan pada 1962 oleh Sean Connery dalam film berjudul Dr. No.

Image

Yang di atas itu movie poster Dr. No. Dan oh ternyata Sean Connery pernah muda. Tahun jebot aja dia udah main film. Dan kenapa tahun segini dia masih main film??? Is this man immortal?

Okay BTT.

Dalam film Skyfall ini, sepertinya ceritanya agak berbeda dari film-film Bond sebelumnya. CMIIW. Hmm, saya bukan penggemar film Bond sejak dulu sih ._.
Dalam film ini, cerita lebih berputar di kehidupan personal Bond, bukan semata-mata diberi tugas menyelesaikan suatu misi dan membela negara. Dari film ini, saya jadi lebih tau masa lalu Bond yang ternyata kelam. Peran M yang udah seperti surrogate mother-nya Bond juga lebih berasa di film ini. Hubungan personal mereka berdua lebih ketara, ga cuma hubungan profesional aja.

Pada awal film, kita disuguhkan action super seru mengenai Bond yang ditugaskan ke Turki untuk merebut HDD yang berisi data-data agen rahasia. Rangkaian aksi tersebut berakhir ketika Bond tertembak rekannya sendiri, Eve (Naomie Harris), dan dinyatakan mati. Tapi ya ga mungkin mati juga sih. Nanti pemeran utamanya siapa…

Kemudian, M yang diperankan oleh Judi Dench, lagi dievaluasi karena masalah HDD yang hilang. Tak lama, MI6 HQ di bom! (Pas adegan ini, gw mengira-ira kalau penjahatnya adalah agent yang ditinggalkan berdarah-darah oleh Bond pas di Turki, terus dia dendam sama M. Tapi ternyata ekeu salah. -_- ) Bond yang ternyata masih hidup entah di mana, enjoying his retirement, akhirnya balik lagi ke MI6. Kemudian cerita berlanjut dengan Bond yang fit and proper test lagi sebagai agent dan kemudian mengejar penjahat.

Saya sebagai manusia masa kini jujur aja suka dengan film ini. Kalau bapak bapak ibu ibu sih biasanya ga suka karena Bond nya ga Bond. Kurang flamboyan, genit dan necis.
Menurut saya dengan kayak gini Bond-nya malah terlihat manusiawi. Ya walaupun berantem berantem masih suit up, ya mukanya bajunya kotor-kotor dikit lah. Biasanya kan tetep ganteng kece dan senyum senyum genit. :))

Tapi sumpah deh menurut ekeu, Daniel Craig ini keren banget. Cool… <3
Dia pakai jas atau baju apapun kesannya perfectly fit banget. Udah tua badannya masih bagus. Kyaa kyaa….. :*

Image

Yah walaupun dalam film ini gw akui dia terlihat sudah menua. Udah mulai ada kerut-kerut, ga kenceng lagi mukanya kayak pas di Casino Royale. Hmm apalagi pas dia brewokan.

Image

Tapi, setelah cukur jenggot…..tampak 10 tahun lebih mudah lagi! ;)

Dalam setiap film Bond, pasti ada satu tokoh wanita yang mencolok. Yup, the Bond girl. Bond girl pada film ini diperankan oleh Berenice Marlohe sebagai Severine.

Image

Pada penampakan pertamanya di film ini, saya pikir Severine adalah tokoh antagonis yang memikat dan jago bela diri. Liat aja dandanannya, kurang antagonis apa coba! Tapi, lagi lagi saya salah. Dia hanyalah wanita insecure yang butuh pertolongan untuk bebas dari penjahat.

Sayang banget Bond girl dalam film ini kurang memberi sesuatu pada isi film, just an eye candy. Karena, dalam sekejap dia mati. -_-

Oiya, pas tau bakal ada Javier Bardem di film ini, kyaaa langsung kepikiran Felipe yang di Eat Pray Love. Brewoknya… :*

Expectation:

Image

tapi tapi tapi lagi lagi lagi ekeu salah karena the reality…

Image

NOOOOO!!! T___T

Iya ternyata dia yang jadi penjahatnya. Sebagai ex-agent MI6, Silva yang merasa terbuang dendam banget sama M dan berusaha ngebunuh M. Konon ceritanya, Silva dulu bersalah karena nge-hack jaringan di Cina. Karena memang bersalah akhirnya dia ditahan, di ruang tanpa udara, berhari-hari. (Kok masih bisa hidup ya tanpa udara? -_- ) Akhirnya ia memakan kapsul sianida yang ditanam di giginya. Alih-alih mati, dia malah jadi looks so geuleuh.

Hal menarik dari film ini adalah banyaknya tokoh-tokoh lain yang perannya jadi ‘lebih’, misalnya M, Tanner, Q, dan Eve. Jadi ga Bond-sentris banget. Eh atau saya yang ga pernah ngeh aja ya. Ya pokoknya dari film ini saya jadi lebih tau dan tertarik dengan tokoh-tokoh selain Bond. Terutama sama Eve yang pada akhir film memperkenalkan diri sebagai Eve Moneypenny. Miss Moneypenny yang terkenal dalam novel James Bond sebagai private secretary-nya M. Kalau baca dari literatur sih Moneypenny ini in a flirtatious relationship with Bond. Yah terlihat dari adegan cukur kumis yang seksi banget itu yaa. :p

Setelah tau karakter-karakter menarik tersebut, jadi pengen nonton film Bond dari yang jaman dahulu. :D

Hal lain yang saya suka dari film ini adalah theme song klasik James Bond pas dia bawa mobil jadul menuju Scotland. <3
*langsung download, jadiin ringtone :D

Last word, menurut saya Bond-girl dalam film ini adalah M!
Bayangin, segitu dalamnya feeling M and Bond at each other sampai segala kekacauan di film ini tuh cuma demi M. :”””

The Amazing Spiderman is amazing!

As a fan of superhero (and romance, drama movie as well), what movie that I’m desperately looking forward to see on the beginning of July 2012?

The Amazing Spiderman, it is!

So, I watched it on a very first day of its release in Indonesia, 3rd of July. Yeay! \o/

In this new installment of Spiderman franchise, director Marc Webb tried to deliver a reboot of Spiderman without being boring because of some similarities of 2002 Spiderman. This movie is still portraying development of Peter Parker (Andrew Garfield) into a superhero while he is still in high school. Besides that, the story also tells the origin story of orphan Peter Parker. As the director said, it’s a story about a kid who grows up looking for his father and finds himself.

In high school, Peter was an intelligent and not-so-popular student. Later, a scene brings him close to Gwen Stacy (Emma Stone), a love interest of Peter Parker, a smart and beautiful girl who is an intern chief at Oscorp, a company which Richard Parker (Peter’s father) and Dr. Curt Connors had a research together. Here in Oscorp, Peter accidentally bitten by spider and coincidentally not in purpose helped Dr. Connors to solve the equation to create a serum which later he used for evil purposed.

I think this movie is great! It has a humour, action and romance in it.
It’s not just an action superhero movie, but it also develop the character well. How Peter grows up with the absence of his parents. How Uncle Ben and Aunt May in many scenes acts like real parents for Peter, very concern and worry about their nephew. How Peter closes to his first love, Gwen.
That is things that had not been explored in Spiderman’s previous installment.

Besides that, I also love the main cast very much! <3

Andrew Garfield as Peter Parker really play his role well. As Peter Parker, he is more like hipster and geeky Peter in a handsome way. Not like nerdy Peter that Tobey brought before.
In his late 20’s, his cute baby face is also still suitable for high school student role. Awww handsome Peter Parker is handsome! And I love how he can still maintain his handsome look with his messy hair. <3

And the main female cast, Emma Stone as Gwen is perfectto! Love her!
Blonde hair is very cute on her. Her outfits are very cute, too! And her face is perfectly fit with Gwen in comic.
(BTW, I’ve never realized that she originally is a blonde, since I knew her as a redhead or brunette)

BTW, Andrew chemistry with the Emma is also great. Although they play different genre in other films (Andrew more serious and drama, and Emma more funny and comedy), I can feel their love and chemistry.
There’s is a scene that I love the most. The scene at school when Peter asks Gwen to go out. That awkwardness is so cute! <3

Yup, I think that’s not surprising since they’re dating since a year ago at the filming. Aaaaa how can I not know that earlier!
So happy for them. I think they are funny and cute together. Just like ordinary young lover. Such a perfect couple. Ah, how I envy them both. <3

Huah, I started out of topic.
So, that’s my opinion about this movie. FYI, the sequel of The Amazing Spiderman is set for release on May 2014. Let’s wait! :D

Bel Ami (2012)

Most important people in Paris are not men, but their wives.

— Madeleine Forestier, Bel Ami

Bel Ami is a movie based on the 1885 French novel with the same name by Guy de Maupassant.

The movie tells about George Duroy, a guy who has spent several years in military service is now wasting away as a clerk. In order to climb the social ladder, he use his wit and power of seduction to powerful and wealthy mistresses.

Bel Ami is drama movie starring Robert Pattinson, Uma Thurman, Christina Ricci, and  Kristin Scott Thomas.

In this movie, Rob Pattinson really can show a young greedy social climber. Actually, I have never seen him in other movie than Harry Potter and Twilight, but I think this role is fit him.

BTW, it turns out that many talented actors supported this movie can’t make it success in box office. Perhaps because this movie has no climax and no obvious twist.

From my opinion, hmm so-so.. I quite enjoy the movie even though I had to interrupt it several times to do other things. A little bit bore?
I have not watched this kind of movie in a long time. The drama, conflict, deceitfulness and greediness. Recently, I just watch romantic and superhero movie. So it’s interesting thing to watch. And I love their outfit, too! :D

Things that makes me uncomfortable is that Ricci, whom I remembered from Casper (1995) and Penelope (2006) movie now should act as a married woman who got seduced by young man. Uuu, her innocence’s lost in an instant. T__T
This movie is also daring to show many sex and kissing scene. So not comfortable. NC-17 rating! *Thank God that I do not watch it as family movie, or it will gonna be super aaawkwaard… ;__;