semester sembilan

Iya, itungannya sekarang udah semester 9 di ITB. Tua ya. Ckck swasta swasta. Sudah waktunya anda selesaikan tugas akhir. :|

Semester ini saya mengambil kredit 0 SKS karena memang 140 SKS udah diselesaikan semua di semester yang lalu. Sedangkan 4 SKS Tugas Akhir 2 sudah di ambil di semester pendek supaya bisa wisuda Oktober 2011. Insya Allah. Amin…

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendaftar 0 SKS ini.

  1. Entri rencana studi dengan 0 SKS pada masa perwalian. Ternyata banyak yang bertanya-tanya hal ini. Cukup mudah. Masuk ke ol.akademik –> Entri rencana studi –> Simpan rencana studi. Minta approve dosen wali.
  2. Membayar BPP ke rekening virtual milik ITB sebelum batas waktu yang ditentukan. Hal ini dikarenakan sudah tidak ada layanan autodebet untuk mahasiswa tingkat atas atas. Apabila sidang sebelum Agustus 2011, bayarnya cukup Rp250.000,-. Selain waktu tersebut, bayarnya “hanya” 50% BPP + Rp0,- BPT. Pada kasus saya (angkatan 2007) 50% BPP = Rp1.125.000,-. Pembayaran dapat dilakukan secara langsung ke BNI maupun transfer.
  3. Selesai deh!

Sekarang status di ol.akademik saya:

Status Keuangan: Tunai (0 SKS)
Status Rencana Studi: Disetujui Dosen Wali

Hmm, semoga ini jadi entri rencana studi dan pembayaran BPP terakhir untuk saya. Amiiinnn…

#pejuangoktober

daftar semester pendek (SP)

Yap, ini kerjaan saya minggu lalu. Ngurus SP pertama dan terakhir kalinya cuma untuk ambil satu mata kuliah, Tugas Akhir II, demi lulus oktober.

Berhubung baru pertama kali ngurus SP, bingung juga sih step by step nya. Siapa suruh Teknik Telekomunikasi ga ada mata kuliah yang dibuka pas SP. Eh tapi kalo ada juga kayaknya saya ogah sih. Ga kebayang belajar yang biasanya udah ekspress harus di accelerate lagi. ~_~

Saya mau share tahap-tahap dalam mengurus SP. Mungkin udah basi untuk periode SP kali ini karena sore ini akan ditutup. Semoga berguna deh untuk periode-periode SP selanjutnya (kalo mekanismenya blom berubah). So, begini cara ngurus SP di ITB:

  1. Siapkan KTM, kemudian ambil formulir SP di Gedung Annex (nanti akan diberi 2 lembar form). Kalau ada teman yang mau titip ambilin, boleh dengan syarat titipin juga KTM dan siapkan surat kuasa.
  2. Isi formulirnya, lalu minta tanda tangan dosen wali. Kalau dosen wali ga ada, bisa minta tanda tangan kaprodi.
  3. Bayar BPP SP ke rekening BNI tertentu. Rekeningnya pakai virtual account gtu, nomor rekeningnya bisa diliat pas lagi ambil formulir SP. Bayarnya bisa transfer via ATM atau ke BNI langsung. Tanda bukti pembayaran jangan sampai hilang yaa.
  4. Kembali lagi ke Annex dengan membawa: (1) formulir yang sudah diisi dan ditandatangani; (2) tanda bukti pembayaran BPP SP; (3) fotokopi KSM lama.
  5. Dokumen tersebut kemudian diverifikasi. Kalau ada teman yang titip boleh, asal pakai surat kuasa.
  6. Setelah diverifikasi, tunggu panggilan untuk mengambil KSM SP.

Selesai deh! :)

Dari pengalaman kemarin, mata kuliah yang buka pas SP tuh sedikit. Kalau mau tau, bisa tanya ke TU prodi terkait. Sedikit yang saya tau sih kemarin yang buka tuh Tugas Akhir, Sejarah Desain, dan beberapa mata kuliah SBM yang memang hanya dibuka saat SP.

sulitnya mengurus KTM yang hilang

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 24 jam. Ga ribet, cuma ditanya nama, tanggal lahir, nama gadis ibu, nomor rekening. Dan kartu ATM yang hilang pun aman.

Nah bikin KTP. Selama ini juga ga tau sih proses bikin KTP yang baik dan benar gimana. Pokoknya urusan per-KTP-an di kantor kelurahan daerah tempat tinggal udah diurus oleh ibu. Identitas diri yang hilang pun tak lama sudah kembali. :)

Kartu ATM salah satu bank dengan mudah diurus ibu di kantor cabang Bekasi karena bikinnya udah lama banget dan masih atas nama ibu. Katanya sih hari ini (1 Maret) udah jadi. Asik… Dancing dancing~

Nah, yang terakhir nih yang super rebek…KTM!

Setelah melalui perjalanan yang panjang dan berliku dan belom selesai-selesai sampai sekarang, berikut adalah cara mengurus KTM Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan BNI:

  1. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah: (a) Surat Keterangan Hilang dari polisi atau satpam, (b) Surat Keterangan Hilang KTM yang bisa diambil di akademik.itb.ac.id, (c) Slip Penggantian Kartu yang bisa diperoleh di BNI GKU Timur, (d) Surat Keterangan Lunas BPPT yang bisa diperoleh di Direktorat Keuangan Lantai 2 Gedung Annex, (e) fotokopi KSM, (f) 3 buah pas foto berwarna ukuran 3×4, (g) buku tabungan.
  2. Print dan isi Surat Keterangan Hilang KTM, kemudian berikan bersama Surat Keterangan Hilang dari Polisi/Satpam ke TU Prodi untuk ditandatangani oleh KaProdi. Sebenernya minta sendiri ke KaProdi bisa aja sih, tapi bapak TU bilang itu kurang sopan. So, gw harus buang waktu satu hari deh.
  3. Ambil dan isi Slip Penggantian Kartu di BNI GKU Timur.
  4. Setelah hal-hal dari poin (a) sampai (f) sudah terkumpul, datanglah ke Gedung Annex, loket 12 atau 17. Jangan salah loket karena bapak-bapak di loket lain ada yang jutek parah. -_- Oiya dari sini pun kita harus nunggu satu hari lagi. Oh, so wasting my time!
  5. Datanglah kembali esok hari untuk menerima KTM sementara dan Slip Penggantian Kartu BNI yang suah di cap. Jangan lupa kalo Annex istirahat jam 12 sampai jam 13. Kalo mau aman datengnya pagi aja, karena dia bukanya suka-suka, kalo lagi ga mood mungkin cuma buka setengah hari. (baca postingan saya di sini)
  6. Datanglah ke BNI GKU Timur dengan membawa buku tabungan, KTP, Surat Keterangan Hilang dari Polisi/Satpam, dan uang pengganti kartu sebesar Rp40.000,-. Ini juga amannya dateng pagi aja karena menjelang siang, ramenya terlalu. Apalagi kalo deket-deket wisuda atau awal semester. Sedih yaa, udah dompet dan kartu ilang, masih aja kena biaya empat puluh ribu. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. -.-
  7. KTM anda akan jadi 2 minggu kemudian. Bawalah buku tabungan dan KTP untuk mengambil KTM baru.

Selamat menjalani dan selamat menunggu bagi kawan-kawan semua yang KTM nya hilang.

    Hari ini udah hari kesekian dari pengurusan KTM yang ilang ini. Bosen, sungguh! Kok ribet banget ya. Birokrasi berbelit-belit banget. Nunggu di sini sehari, nunggu di sana sehari. Disuruh ngurus ini dulu ke sini, ngurus itu dulu ke sana. Kenapa ya ga dibuat one-stop-place buat ngurus KTM ilang ini, berhubung mahasiswa yang KTM nya ilang tuh jumlahnya ga sedikit.

    Setelah stress mondar-mandir ngurus KTM ga selesai-selesai, akhirnya gw bertanya-tanya kenapa ribet banget ngurus kartu yang satu ini. Dan kenapa gw mau ngurusin kartu yang satu ini ya, padahal kuliah juga insya Allah tinggal bentar.

    Mungkin karena banyaknya keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan KTM ya. Mulai dari kemudahan bayar SPP kuliah, diskon travel, student price di tempat makan, dan lain-lain.

    Selain itu, mungkin juga karena kartu ATM yang terintegrasi dengan KTM itu membawa nama institut/universitas, jadi pihak rektorat dan bank sangat berhati-hati. Rugi kan kalo KTM disalahgunakan atau dipake oleh orang yang semena-mena dan nama institut/universitas jadi tercemar.

    Just my opinion.

    KTM cepatlah jadiii, saya capek ngurusnya ~_~