sepeda di kampusku tidak aman :(

Akhir-akhir ini banyak sekali teman saya yang kehilangan sepeda, sebut saja Ikin dan Sagab. Sepeda yang sering mereka kendarai ke kampus tiba-tiba lenyap ditelan bumi. Eh ga juga sih. Pokoknya ilang! Ga ada di tempat mereka parkir. :'(

Dan hari ini, saat teman saya, sebut saja Dida, akan berangkat ke tempat les dari kampus, ia mendapati bahwa posisi sepedanya agak aneh, miring, berantakan. Dan setelah dicermati, rantai gembok sepedanya seperti bekas diiris, namun belum putus. Alhamdulillah.

Saya sendiri sebenernya sempat menggunakan sepeda ke kampus walaupun akhir-akhir ini sangat jarang karena cuaca yang tidak bersahabat dan keamanan di kampus yang buruk. :(

Selain teman-teman dekat saya, kehilangan sepeda sudah sering terjadi di kampus saya. Suatu waktu kabarnya seorang pencuri sepeda malah sempat ke-gap dan digebukin massal. Mamam! Eat that!

Menurut saya, maraknya pencurian sepeda ini tentu bukan ulah satu orang. Mungkin ada mafia pencuri sepeda atau lebih keren disebut sindikat pencuri sepeda. Hmm… Sepeda hasil curian, utuh maupun per parts, pastinya akan dapat dijual dengan mudah berhubung sekarang sepeda lagi nge-trend lagi.

Jadi, tindakan preventif apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga sepeda kita?

Menggunakan rantai gembok dari rantai besi beneran sepertinya hal yang paling mudah. Si pencuri tentunya akan kesulitan membongkarnya. Tentunya ia tidak ingin mencuri perhatian dengan membawa palu dan memukul-mukul rantai besi itu sampai kebuka kan?

Double gembok. Gembok ban-nya, gembok frame-nya. Ribet-ribet deh tuh yang mau bongkar. Lebih pol lagi triple gembok. Gembok kedua ban, gembok frame-nya juga. Hmm… Eh ini mah ribet juga sih si pengguna sepedanya. -_-

Lepas stang sepeda kalo lagi ga dipake. Ribet sih. Ada ga ya stang yang bisa dilepas-lepas gini? Kayak mobil Mr.Bean gtu. Kenapa stang? Ya kalo ga ada stang kan susah juga ngendarainnya gimana, mau menumpu tangan di mana, mau ngarahin sepedanya gimana.

Tadi sempat kepikiran tentang sistem parkir sepeda di kampus, kok kayaknya minim banget ya? Udah minim, ga aman pula. Mungkin perlu dipasang satu satpam di setiap spot parkir sepeda. Atau kalo ga, parkirannya dibikin super aman. Jadi parkirannya terdiri dari slot-slot untuk meletakkan sepeda. Slot yang kosong bisa diaktifkan dengan sidik jari. Masukkan sepeda. Lalu, sepeda tersebut nanti akan dikunci di bagian frame dan kedua rodanya. Untuk membukanya ya pake sidik jari lagi. Canggih dan gaul kan? B-)

Mungkin ga ya kampus buat parkiran sepeda kayak gitu?

(You wish! Ngayal aja!)

Yah sekarang doa aja deh supaya keamanan di kampus makin oke dan kasus kehilangan sepeda berkurang. Amin.

random. ngayal malem-malem.

sulitnya mengurus KTM yang hilang

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 24 jam. Ga ribet, cuma ditanya nama, tanggal lahir, nama gadis ibu, nomor rekening. Dan kartu ATM yang hilang pun aman.

Nah bikin KTP. Selama ini juga ga tau sih proses bikin KTP yang baik dan benar gimana. Pokoknya urusan per-KTP-an di kantor kelurahan daerah tempat tinggal udah diurus oleh ibu. Identitas diri yang hilang pun tak lama sudah kembali. :)

Kartu ATM salah satu bank dengan mudah diurus ibu di kantor cabang Bekasi karena bikinnya udah lama banget dan masih atas nama ibu. Katanya sih hari ini (1 Maret) udah jadi. Asik… Dancing dancing~

Nah, yang terakhir nih yang super rebek…KTM!

Setelah melalui perjalanan yang panjang dan berliku dan belom selesai-selesai sampai sekarang, berikut adalah cara mengurus KTM Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan BNI:

  1. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah: (a) Surat Keterangan Hilang dari polisi atau satpam, (b) Surat Keterangan Hilang KTM yang bisa diambil di akademik.itb.ac.id, (c) Slip Penggantian Kartu yang bisa diperoleh di BNI GKU Timur, (d) Surat Keterangan Lunas BPPT yang bisa diperoleh di Direktorat Keuangan Lantai 2 Gedung Annex, (e) fotokopi KSM, (f) 3 buah pas foto berwarna ukuran 3×4, (g) buku tabungan.
  2. Print dan isi Surat Keterangan Hilang KTM, kemudian berikan bersama Surat Keterangan Hilang dari Polisi/Satpam ke TU Prodi untuk ditandatangani oleh KaProdi. Sebenernya minta sendiri ke KaProdi bisa aja sih, tapi bapak TU bilang itu kurang sopan. So, gw harus buang waktu satu hari deh.
  3. Ambil dan isi Slip Penggantian Kartu di BNI GKU Timur.
  4. Setelah hal-hal dari poin (a) sampai (f) sudah terkumpul, datanglah ke Gedung Annex, loket 12 atau 17. Jangan salah loket karena bapak-bapak di loket lain ada yang jutek parah. -_- Oiya dari sini pun kita harus nunggu satu hari lagi. Oh, so wasting my time!
  5. Datanglah kembali esok hari untuk menerima KTM sementara dan Slip Penggantian Kartu BNI yang suah di cap. Jangan lupa kalo Annex istirahat jam 12 sampai jam 13. Kalo mau aman datengnya pagi aja, karena dia bukanya suka-suka, kalo lagi ga mood mungkin cuma buka setengah hari. (baca postingan saya di sini)
  6. Datanglah ke BNI GKU Timur dengan membawa buku tabungan, KTP, Surat Keterangan Hilang dari Polisi/Satpam, dan uang pengganti kartu sebesar Rp40.000,-. Ini juga amannya dateng pagi aja karena menjelang siang, ramenya terlalu. Apalagi kalo deket-deket wisuda atau awal semester. Sedih yaa, udah dompet dan kartu ilang, masih aja kena biaya empat puluh ribu. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. -.-
  7. KTM anda akan jadi 2 minggu kemudian. Bawalah buku tabungan dan KTP untuk mengambil KTM baru.

Selamat menjalani dan selamat menunggu bagi kawan-kawan semua yang KTM nya hilang.

    Hari ini udah hari kesekian dari pengurusan KTM yang ilang ini. Bosen, sungguh! Kok ribet banget ya. Birokrasi berbelit-belit banget. Nunggu di sini sehari, nunggu di sana sehari. Disuruh ngurus ini dulu ke sini, ngurus itu dulu ke sana. Kenapa ya ga dibuat one-stop-place buat ngurus KTM ilang ini, berhubung mahasiswa yang KTM nya ilang tuh jumlahnya ga sedikit.

    Setelah stress mondar-mandir ngurus KTM ga selesai-selesai, akhirnya gw bertanya-tanya kenapa ribet banget ngurus kartu yang satu ini. Dan kenapa gw mau ngurusin kartu yang satu ini ya, padahal kuliah juga insya Allah tinggal bentar.

    Mungkin karena banyaknya keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan KTM ya. Mulai dari kemudahan bayar SPP kuliah, diskon travel, student price di tempat makan, dan lain-lain.

    Selain itu, mungkin juga karena kartu ATM yang terintegrasi dengan KTM itu membawa nama institut/universitas, jadi pihak rektorat dan bank sangat berhati-hati. Rugi kan kalo KTM disalahgunakan atau dipake oleh orang yang semena-mena dan nama institut/universitas jadi tercemar.

    Just my opinion.

    KTM cepatlah jadiii, saya capek ngurusnya ~_~