srikaya vs srikaya

Kakek saya lahir dan besar di Medan sebelum merantau ke Pulau Jawa. Sesekali ia pulang ke Medan dan tentu saja saya titip oleh-oleh ini itu. Yang terutama sih pastinya durian Medan yang super enak, legit, manis, dan rasanya sampai merasuk ke dalam jiwa.

Selain itu biasanya saya titip selai Srikaya. Konon, selai srikaya terkenal banget di sana. Pantesan Aki, panggilan saya untuk kakek, senang banget roti selai srikaya.

Selai srikaya di Medan biasanya home-made. Rasanya enak dan ga fake kayak selai-selai srikaya dalam jar di supermarket. Pas Aki pulang, saya langsung bikin roti bakar dengan selai srikaya, enak pisan lah kayak Kaya toast di tempat nongkrong minum kopi gahul gtu.

ImageSambil makan roti bakar dengan selai srikaya, saya cermati tempat selainya. Ada keterangan ingredients-nya yang antara lain gula merah, santan, telur, dan daun pandan.

Eh? Trus mana buah srikaya-nya? ._.

Beberapa hari kemudian, asisten rumah tangga di rumah datang dengan membawa srikaya hasil kebunnya di kampung, dan bentuknya seperti ini:

Image

Pas dimakan, buah srikaya ini rasanya ga ada mirip-miripnya dengan selai srikaya. Ukurannya ga terlalu besar, sekepal tangan. Daging buahnya putih dan banyak bijinya hitam hitam. Sensasinya kayak makan sirsak.

Setelah icip-icip, saya pun googling dan baru tau kalau srikaya itu bahasa inggrisnya Sugar Apple / Custard Pineapple.

Jadi, selai srikaya itu siapanya buah srikaya?
Permainan macam apa ini…..