Mujigae Bibimbap and Casual Korean Food

Hola hola,

minggu lalu saya dan adik coba Mujigae resto yang terletak di Summarecon Mal Bekasi. Sebenernya sih ya masakan Korea tuh rasanya yaaa gitu deh, saya malah lebih prefer jajanan cem odeng, hotteok, gyeranppang, etc. Tapi, berhubung Mujigae makanannya ga semahal resto Korea lainnya, jadi bolehlah dicoba. :D

Di pintu masuk Mujigae, ada layar LCD dengan gambar bergerak eonni eonni Korea yang annoying abis. “em yu jey ai ji ei i, mujigae! be smart! come come!” Pokoknya annoying abis lah ngomong ngomong ga jelas gitu, rasanya pengen mecahin LCD nya sumpah deh. :))

Oiya, karena restoran ini lagi heitts banget, jadi pas kita datang di jam makan malam dia rame dan waiting list deh. Tapi karena cuma berdua, langsung dapet dehh yeay yeay. :D

Masuk ke dalem resto ini, wuiih high-tech abis. Di tiap meja ada iPad. Kenapa iPad yaa kenapa bukan Samsung atau LG, ini kan resto Korea ceritanyaaa. :”

Jadi, iPad ini berfungsi untuk memesan makanan dan memanggil waiter. Dari iPad ini juga kita bisa selfie (yang kemudian bisa di-share ke layar dan dikirim ke email pribadi), mesen MV lagu-lagu Korea (yang kemudian juga ditampilkan di layar), main game, sampai dengan minta bill. Kewl abis. Pasti ini buat mendistraksi kita dari hal hal yang kurang. Hahahaa

DSC_1412

Saat itu, saya pesan Cheese Kimchi Fried Rice + Fried Oden dan adik pesan Dolsot Spicy Bibimbap + Korean Fried Chicken. Untuk minumnya yang standar-standar aja sih, Korean Hot Tea. Lalu, kami juga pesan Patbingsu, shaved ice Korea dengan topping kacang merah dan mochi mochi.

Dolsot Bibimbap + KFC

Dolsot Bibimbap + KFC

Cheese KImchi Fried Rice + Fried Oden

Cheese Kimchi Fried Rice + Fried Oden

 

Patbingsu with Matcha Ice Cream

Patbingsu with Matcha Ice Cream

Rasanya, lumayan. Tapi sayang sih ga ada bancan-nya. Cuma dikasi kimchi doang buat side dish-nya. Aku kan ndak suka kimchi. T-T

Harganya, lumayan.

Tempatnya, lumayan. Cuma menurut aku sih kayaknya kurang asik buat nongkrong nongkrong lucu sama temen temen. Why? Karena rame banget sisttt. Ada layar yang menayangkan MV Korea + suara musiknya. Ada layar yang menayangkan selfie selfie kita. Ada layar yang menayangkan acara Korea, pas itu sih lagi running man yang ditampilin. Too many layars, bikin ekeu mudah terdistraksi. Etapi sebenernya dengan kayak gtu bisa jadi banyak bahan obrolan juga ya. :))

Gatau apa-apaan mengenai musik Korea. Iya iya aja pas liat MV MV yang bermunculan. Eh ada sih yang bagus apa tuh namanya IU sama 2NE1 kalo ga salah. Terus pas liat list lagu buat direquest, cuma tau lagu Oh! nya SNSD. :))

Martabak Har…man.

Udah pernah coba Martabak HAR asal Palembang yang tersohor belum?

Saya sudah…KW-nya. :D

Jadi, setelah sekian juta tahun berdomisili di sekitaran Kalimalang, Bekasi, akhirnya saya icip-icip Martabak Harman yang terletak di Jalan KH Noer Ali No. 9, Kalimalang, Bekasi Barat. Letaknya deket persimpangan Galaxy, tepatnya di jejeran ruko Pizza Hut dan Dunkin Donut. Papan namanya warna kuning merah terlihat jelas mencolok di pinggir jalan Kalimalang yang padat.

Martabak Harman menempati ruko kecil sederhana dengan beberapa meja. Di dindingnya terpajang foto-foto makanan dan beberapa foto bang Harman (eh, itu nama aslinya dia bukan sih?) dengan artis-artis yang pernah berkunjung kemari. Terkenal juga doi!

Saya pesan satu porsi martabak har dengan telur bebek untuk di bawa pulang. Harganya kalau tidak salah 18000 rupiah.

Selain martabak har, tempat ini juga menjual makanan lain khas Palembang. Ada mie celor, tekwan, model, pempek, roti cane, nasi minyak, dan es kacang merah.
Ada juga martabak telur yang kayak biasa, dia sebutnya martabak sayur.
Oh iya, dia juga menerima pesanan Kue Delapan Jam. Apakah itu? Saya juga tidak tau. Yang pasti kayaknya butuh effort dan waktu banyak banget ya buat bikinnya.

Sambil duduk menunggu, saya makan srikaya yang tersedia di meja. Enak! Emang all time favorite deh srikaya!

Sampai di rumah, saya langsung buka bungkus martabak har ini.
Unik! Isinya masa’ cuma dua telur bebek yang diceplok lalu dibalut dengan kulit martabak. Kemudian disajikan dengan kari dan sambal cuka. Kalau rasa martabaknya ya sebenernya biasa aja karena isinya telur doang. Yang bikin enak adalah rasa karinya. Sayang, harusnya daging di kari-nya lebih banyak lagi. :9

DSC_1093[1]

Martabak-nya udah keburu dimakan sebelum difoto. Ihiks..
Oiya, katanya sih harusnya kari-nya ini dibanjur ke atas martabak-nya, tapi karena ekeu ga biasa, jadi dicocol atau dibanjur di piring kecil masing-masing. :p

Enak dan unik. Oke banget untuk datang ke sini lagi lain kali. Apalagi ada menu-menu khas Palembang lainnya yang perlu dicoba satu satu. Deket pula dari rumah, tinggal ngesot aja. :D

Proses Membuat Paspor

passport is a document, issued by a national government, which certifies, for the purpose of international travel, the identity and nationality of its holder. The elements of identity are name, date of birth, sex, and place of birth.

Wikipedia

Salah satu tujuan saya membuat paspor adalah sebagai dokumen pelengkap dalam melanjutkan studi ke luar negeri. Salah satu universitas yang saya tuju meminta “identity documents of applicant and parents”. Kalau di sini sih yang sah kan KTP ya, tapi kalau di luar apalah arti KTP dalam negeri. Jadi, identity document yang diakui secara internasional adalah paspor.

Berikut adalah proses pembuatan paspor:

  1. Ambil formulir di kantor imigrasi, atau isi secara online di sini.
  2. Dokumen yang disiapkan: KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan ijazah. Siapkan asli dan copy-nya (copy untuk dilampirkan, asli untuk dibawa ketika wawancara).
  3. Isi formulir dan kumpulkan. Kemudian akan ditentukan hari untuk foto, rekam sidik jari, dan wawancara (kira-kira 4 hari setelah pengumpulan form).
  4. Pada hari foto dan wawancara datanglah sepagi mungkin agar dapat nomor antrian terendah.
  5. Bayar biaya pembuatan paspor. Sekitar Rp 255.000,- untuk paspor 48 halaman dengan masa berlaku 5 tahun.
  6. Foto dan rekam sidik jari.
    – Jangan gunakan baju berwarna putih karena latar belakang foto berwarna putih.
    – Jangan gunakan contact lenses karena retina mata tidak akan terekam.
    – Dandan yang rapi, senyum seperlunya biar hasil fotonya ga fail. :P
    * saya kemarin fail banget: berbaju putih dan menggunakan soft lenses, jadi agak menghambat proses foto deh -_-
  7. Wawancara
    Wawancara ini lumayan basa-basi. Hanya ditanya kebenaran dokumen dan data yang diberikan. Ditanya juga alasan pembuatan paspor. Wajablah sejujurnya dan seadanya. Jangan mencurigakan dan banyak berkilah seperti bapak-bapak sebelum saya, jadi lama kan. -_-
  8. Ambil paspor kira-kira 4 hari kemudian. Done! \o/

Pembuatan paspor ini sebenarnya cukup mudah, hanya dibutuhkan kesabaran yang amat sangat dalam mengantri. Sayangnya pembuatan paspor di sini masih cukup lama, bisa sampai 8 hari kerja.

Saya sendiri melakukan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Bekasi yang terletak di kompleks GOR Bekasi. Kantor Imigrasi yang kecil dan seadanya ini baru diresmikan sekitar 3 bulan yang lalu namun sudah ramai.

Sekian, semoga info ini membantu. Selamat membuat paspor! :)

demi cita-cita keliling dunia, demi bisa melanjutkan studi di luar negeri, akhirnya buat paspor juga di usia 22 tahun. tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik, kan? :D

Pemilihan Moda Transportasi bagi Penduduk Kota Satelit

Pendahuluan

Banyaknya peluang kerja di kota besar menyebabkan banyaknya orang bermobilisasi untuk menetap di kota besar. Sebagian manusia lain bernasib tinggal di kota-kota sekitar kota besar, sebut saja kota satelit. Hal ini seharusnya tidak masalah apabila sarana dan prasarana transportasi umum di negara tersebut baik. Dalam kasus seperti kota Jakarta, di mana sarana dan prasarana transportasinya tidak ada bagus-bagusnya, yang terjadi adalah kemacetan yang membuat naik pitam selama jam berangkat dan pulang kerja.

Buruknya sarana transportasi umum didukung dengan ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasinya dan lebih didukung lagi oleh daya beli dan jiwa konsumtif manusia Indonesia menyebabkan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kota telah membuat peraturan seperti 3 in 1 di jam berangkat dan pulang kerja guna mengatasi masalah tersebut. Namun apa daya, di balik akal pasti ada akal yang lebih baik lagi, muncullah fenomena joki 3 in 1 di kawasan sebelum 3 in 1 berlaku.

Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dicari solusinya, dirumuskan sebagai berikut:
1.  Bagaimana seorang pekerja, sebut saja bernama Annisa, bertempat tinggal di Bekasi dan akan bekerja di daerah Sudirman berangkat dan pulang setiap harinya?
2. Moda transportasi apakah yang sebaiknya ia gunakan?
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan moda transportasi yang ia gunakan tersebut?

Batasan Masalah

Terlalu banyak batasan masalah dalam kasus ini. Annisa bekerja pada jam 8.30 setiap paginya namun ia sulit bangun pagi. Annisa tidak menyukai transportasi yang sesak dan sempit karena ia mengalami sedikit masalah dengan ruang sempit. Annisa tidak suka asap kendaraan karena ia menderita asma. Annisa hanya ingin tranportasi yang nyaman, dingin, dan berperikemanusiaan. Annisa banyak maunya.

Tujuan

1. Untuk mendapatkan moda tranportasi yang paling baik untuk Annisa, dan
2. Untuk melakukan analisis terhadap jenis moda transportasi yang digunakan.

Metode Penelitian

Pengalaman pribadi. :’)

Isi

Gambar berikut adalah perjalanan Annisa setiap hari dari Jakasampurna, Bekasi (A) ke Jalan Sudirman, Jakarta Pusat (B).

Jarak dari A ke B menurut google maps adalah 21.2Km dan dapat ditempuh dalam waktu 22 menit. (22 menit? Ngarep apa lo?!)
Sesungguhnya dunia memberikan banyak pilihan kepada kita, hanya kita saja yang terlalu memilih. Begitupun juga dengan moda transportasi, terdapat beberapa pilihan seperti berikut:

1. Commuter line
Commuter line atau yang biasa dikenal sebagai KRL merupakan salah satu moda transportasi anti macet yang dapat jadi pilihan. Untuk menuju Kawasan Sudirman dari Bekasi, penumpang dapat naik Bekasi Ekspress arah Tanah Abang dan turun di Stasiun Sudirman dengan harga tiket Rp9000,-. FYI, Stasiun Sudirman itu terletak di antara Stasiun Mampang dan Karet. Berikut jadwalnya (sumber-Bekasi Ekspress wiki):

Bekasi – Sudirman – Tanah Abang :
06.11* ; 08.15* ; 17.18* ; 16.30* (via Pasar Senen) ; 18.00*
Tanah Abang – Sudirman – Bekasi :
06.45* ; 08.52* ; 16.35* ; 17.20* ; 18.37*

Commuter Line

Sumber gambar: website KRL

Commuter line juga dilengkapi dengan gerbong khusus wanita yang terletak di paling depan dan belakang kereta. Dengan gerbong ini dan ditambah kewaspadaan dan kehati-hatian, insya Allah perjalanan jadi lebih aman dan tentram. O:)

Satu hal yang disayangkan dari pilihan ini adalah cukup jauhnya stasiun kereta dari rumah subjek. Lalu, dunia commuter line saat jam berangkat dan pulang kerja itu…keras! Bayangkan kompetisi meraih tempat duduk dengan bapak-ibu ambisius dan pemuda-pemudi malas berdiri. Siapkan betis dan lengan karena selama sekitar 50 menit anda akan berdiri berdesak-desakan. (OK, skip!)

2. Bus
Salah satu bus yang dapat memfasilitasi perjalanan Bekasi-Jakarta adalah bus Patas AC Mayasari Bakti (AC05 atau AC52), yang trayeknya dapat dilihat di sini. Biasanya di tol Jatibening, banyak orang yang menunggu bus ini di pinggir jalan tol. Dan persaingan tersebut cukup keras. Ketika bus datang, orang-orang akan seperti zombie yang melihat daging. :-S

Sebenarnya bus ini nyaman. Rata-rata bus Mayasari Bakti AC05 dan AC52 menggunakan mobil yang masih baru dan AC nya masih dingin. Namun, di jam berangkat dan pulang kerja, pilihan ini: a BIG NO NO NO!

3. Bus kantor
Alhamdulillah salah satu perusahaan vendor telekomunikasi di daerah Sudirman tempat Annisa bekerja cukup berbaik hati untuk menyediakan bus bagi karyawannya yang bertempat tinggal di sekitar Jakarta. Sebenarnya naik bus kantor cukup nyaman, yang jadi masalah adalah ia berangkat pukul 6.15 dari tol Bekasi Barat (ditandai lingkaran merah dalam peta di atas). Yang berarti Annisa harus mundur untuk maju. Dan itu pagiii banget. Ga ga ga kuat… Oleh karena itu, bus kantor hanya dipilih sebagai moda transportasi ketika pulang. :)

4. Omprengan
Omprengan adalah mobil pribadi yang digunakan sebagai transportasi bersama saat jam berangkat dan pulang kerja, semacam nebeng mobil orang untuk pergi ke tujuan yang sama. Omprengan biasanya berada di tempat-tempat strategis (untung salah satu tempatnya adalah di dekat rumah).

Sesungguhnya penemu omprengan adalah orang yang jenius dan sangat ingin berbagi. :’)
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi omprengan:

  1. Dapat melewati 3 in 1 tanpa menggunakan joki yang biasanya kotor, bau, mencurigakan, dan tidak dapat dipercaya. (Masih ga paham sama orang yang mau pakai joki. Kok berani ya masukin orang asing ke mobil sendiri?)
  2. Kalau menggunakan joki harus membayar, jadi omprengan adalah kebalikannya. Tarif omprengan sekitar 10-12ribu per orang. Uang itu kemudian dapat digunakan untuk mengisi bensin dan membayar tol. :D
  3. Mendapat kenalan baru. Karena yang biasa naik omprengan adalah pekerja, ada kemungkinan antar pengguna omprengan memiliki bidang pekerjaan atau interest yang sama. Misalnya saja saat itu pemilik mobil dan pengguna omprengan sama-sama bekerja di bidang marketing. Akhirnya di 2 jam macetnya tol dalam kota mereka mengobrol banyak dan bertukar pin BB.

Omprengan biasanya dikenali dari jenis mobilnya. Umumnya adalah mobil-bukan-sedan (SUV ya sebutannya?) seperti Kijang, Rush, Avanza, Xenia, Captiva, APV, Grandmax, Carry, dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan ada omprengan bermobil sedan.

Terdapat dua kategori omprengan: omprengan-sebagai-pekerjaan dan omprengan-sebagai-sambilan.
Omprengan-sebagai-pekerjaan (OSB) berorientasi uang. Ia akan menunggu sampail mobil penuh dan akan memasukkan sebanyak mungkin penumpang ke dalam mobilnya yang kecil dan panas dan sempit. Misalnya mobil Carry dengan konfigurasi depan supir + 1, tengah 3, dan belakang 6. Bayangkan! Tega bukan! Hal ini akan lebih kejam lagi saat jam pulang kantor. Di depan akan diisi supir +2, tengah 4, dan belakang 6.
Kategori kedua adalah omprengan-sebagai-sambilan (OSS). Biasanya mobil pribadi orang yang bekerja di daerah Jakarta. Dengan harga yang sama, mobilnya lebih nyaman, bagus, dan dingin. Dan manusiawi. Kelebihan menggunakan OSS adalah biasanya pemilik mobil tidak terlalu lama menunggu, ketika sudah telat ia akan berangkat dengan jumlah penumpang seadanya. (Lega dehh~)

FYI, pool omprengan pulang daerah Thamrin-Sudirman berada di RS Jakarta atau di Plaza Semanggi. Biasanya mobil tersedia dari pukul 16.30 sampai 19.00. CMIIW.

Dengan segala penjelasan dan pertimbangan di atas akhirnya dipilihlah moda transportasi omprengan untuk berangkat kerja. Berikut kelebihan dan kekurangan omprengan:

  1. Semakin pagi berangkat ke pool omprengan, akan semakin cepat naik dan berangkat sehingga (bisa) terhindar dari macetnya tol dalam kota. Setelah jam 6.30 biasanya omprengan mulai sepi dan harus menunggu sehingga penumpang berangkat semakin siang dan semakin kena macet. FYI, seperti yang terlihat dalam peta di atas, macet biasanya dimulai di poin 1 (Jatiwaringin) sampai dengan poin 2 (Mampang – Kuningan), selain itu lancar jaya. Aneh.
  2. Omprengan tidak dapat diandalkan setiap saat. Misalnya saat weekend atau saat terjadi demo buruh di jalan tol beberapa hari lalu yang menyebabkan jalan tol macet total.
  3. Walaupun dunia macet, nikmatilah waktu anda di omprengan dengan istirahat (baca: tidur). Karena kalau kita bangun yang ada hanya bosan dan rasa ingin marah-marah. Manfaatkanlah waktu tersebut. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan mengucapkan terima kasih ke pemilik mobil ketika turun.

Sekian.

Lumayanlah, buat draft tesis.

mencoba moda angkutan yang baru

Hari ini (Senin, 28 Juni 2010) ceritanya saya mau ganti dan nyoba-nyoba angkutan baru. Selain untuk memperkaya wawasan angkutan Jakarta, saya capek liat muka adek saya yang bete bin jelek dan kayaknya bosen jemput saya di stasiun. Haha… Tapi, suka heran deh ama orang rumah. Kalo ada apa-apa, mau jalan ama temen dan sebagainya disuruh coba naek angkutan, tapi pas mau coba sendiri, mereka malah panik dan was was. Heuuu…, emang sih saya paling ga hapal yang namanya jalan, tapi tapi tapi kan…..*lebay*

Waktu itu pada ga percaya saya bisa pulang-pergi rumah-tempat KP sendiri. Toh akhirnya bisa kaaaan. Pada was was pas saya mau naek kereta, takut kenapa-napa katanya. Alhamdulillah ampe sekarang masih baik-baik aja sih. :)

Kemaren ini juga abis nonton ama temen terus mau pulang sendiri naek bis dari Senayan pada ga percaya. Ya mau langsung di jemput lah, trus disuruh update lokasi tiap beberapa menit sekali lah. Fyuhh, pasangin GPS aja di badan gw apaaa?!

Trus sekarang bilang mau naek metromini dan lanjut omprengan, eh ga percaya juga, Lagi-lagi diminta update lokasi tiap beberapa menit. Bahkan ampe di-sms kayak gini:

“Nanti kalo kira-kira nyasar langsung telepon yaa.”

“Hati-hati ya jalannya, jangan mau di ajak ngobrol sama orang ga dikenal.”

Sms itu dikirim dengan mode serius. Mode seriuuus sekali! Atulaaah, saya udah gede gtu. Tapi alhamdulillah juga sih, berarti keluarga segitu care nya ama saya. *ge-er* :”>

Akhirnya walau badai menghadang, saya putuskan untuk tetap naek omprengan. Sebagai petunjuk, sebelumnya saya nanya-nanya dulu ke Anggasta dan Ibunya yang pengetahuannya amat luas. So, alih-alih menggunakan kereta, hari ini bakal usaha pulang naek omprengan ke Bekasi Barat dari sebelah Atma Jaya. Kalo nyasar, yaudah saya naek busway ke Senayan terus nunggu bus Patas AC 05 jurusan Bekasi. Agar lebih banyak wawasan pun, alih-alih ke Atma naek busway, saya ikut beberapa teman (gunung timor adit dan surya) untuk naek metromini 640 dari samping BI. :D

Pertama-tama naek metromini 640, ongkosnya cuma 2000 rupiah lho. Angkutan ini bisa nyampe pasar minggu. Lewatin Plaza Semanggi dan Planet Hollywood juga, hehe… Naek metromini agak takut juga sih, udah berisik, kotor, dan banyak karat. Kyaaa ngeri banget tetanusan abis naek ini, akhirnya ga berani duduk nyender ke kursi banget, haha.

Nah, kita naek metromini ampe halte busway Benhil, alias depan Universitas Atma Jaya. Dari sini, jalan sedikit di jalan sebelah Atma ampe kita nemu omprengan, kalo bingung ya tinggal tanya-tanya mas-mas ojeg di sekitar situ aja. Dari sana, keliatan kok rombongan orang yang nunggu omprengan, tanya aja mana yang ke arah Bekasi Barat, ntar ditunjukkin mobilnya. Bayarnya seperti biasa, 10000 rupiah saja.

Berhubung rumah saya deket perumahan Galaxy, bilang aja turun di Galaxy. Ntar kita bakal diturunin di pinggir tol. Dari situ ada jalan ke atas yang membuat kita muncul-muncul di jembatan deket LIA Galaxy, trus tinggal naek ojeg atau angkot ampe rumah deh.

Kalo saya: jadi pas udah ampe jembatan, saya tiba-tiba disorientasi arah, sekali lagi DISORIENTASI ARAH..!!! Bingung ini di dunia sebelah mana. Akhirnya ada angkot 05 dan 05A yang menunjukkan kalo saya lagi di Galaxy. Dengan pe-de nya saya naek angkot 05A jurusan Galaxy – Kranji.

Saya: Pak, angkotnya lewat kampung dua kan?

Supir angkot: Arah kranji mah angkot yang di seberang neng.

Saya: Eh kok..?

Supir angkot: Ini arah Galaxy neng.

Saya: …… *astagaaaaa, disorientasi arah beneran T_T *

Akhirnya, berhubung deket, saya ke rumahnya jalan kaki deh (keburu malu naek angkot dan malu ama ojeg-ojeg sekitar situ juga sih :P ).

So, ini perbandingannya ongkos dan waktu perjalanannya…

Pulang naek kereta:

  • Ongkos: 5000 (ojeg dari Indosat ke Gambir) + 9000 (kereta Bekasi Ekspress AC) + 4000 (dua kali angkot dari stasiun Bekasi ke rumah; tapi biasa di jemput sih)
  • Total waktu perjalanan: kira-kira 2 jam

Pulang naek omprengan:

  • Ongkos: 2000 (metromini 640 ampe Atma Jaya) + 10000 (omprengan) + 4000 (ojeg ampe rumah; tapi jalan kaki juga deket kok)
  • Total waktu perjalanan: kira-kira 75 menit