Seaworld Jakarta

Last week, finally I and my boyfriend went to Seaworld Jakarta. Yeay~! :D

To be honest, I was pretty excited and really had a high expectations of this place despite the warning from my brother, because he said it was not that good. But, let’s give it a try!

We went to Ancol by Transjakarta (go go public transportation! ;) ).
We met at Dukuh Atas bus stop and took the bus to Matraman, and continue to Ancol. Thank God the Transjakarta were not so crowded, but still..it felt like an exhausting and long journey since the weather was so damn hot!

After arrived at Ancol, we planned to get to Seaworld by Ancol’s shuttle bus that arrived every 10 minutes. I just knew that there’s such thing! Nice isn’t it? :)

Actually it is, if only the bus is well air-conditioned and sufficient to carry all the passengers. At that time, I need to wait around 20 minutes to get a seat space-to-stand. What’s make it worse is that in the middle of the way, there were some anak kampung came to the bus, smelled bad and brought filthy underwear in their hand. And big lizard, alive. Iyuhhuhuhu T___T

After such a horrifying ride, we arrived at Seaworld. Fyuhhh~

Inside Seaworld there were several section: the main lobby, the tunnel, the second floor and the preservation area.

MAIN LOBBY

At the main lobby, there are some aquariums that contain anemon, clown fish, and other small fish. There are also an open pool and big aquarium for hammer sharks and dugong/manatee/sea cow.

Actually, I was pretty excited to see the hammer sharks because the advertisement of this newly coming creature is so wow. But then, I feel disappointed because I cannot see it clearly since the aquarium is quite dirty. And, the shark is not big as I imagine, though. :))
Same with the hammer shark, I also disappointed with dugong’s aquarium. For this one, I even could not able to see the creature.

In the open pool, there are starfish, turtle and mini shark.
I didn’t try it becauseee…I don’t know, I just don’t feel it’s right.
I mean.., the pool is so small and shallow, surrounded by lots of people that try to dip their hand into the water, touch the turtle and shark, even lift it although the board already said not to. I just wonder how stressed is the turtle and shark and how long that they will survive. >_<

THE TUNNEL

In this tunnel, we can see stingrays, sharks and other fish swimming above us. Interesting! :D
Actually, the tunnel was not as I imagined. I wish they are not that small and short-length. At that time the visitors were so many, so we cannot spend much time in the tunnel because we were being pushed to go forward from behind.

THE SECOND FLOOR

In the second floor, there is a small library. Good place to relax with the children and straighten your legs. :D
Besides that, from second floor we can see a big pool from above. This is the pool that we see from the tunnel. The pool is not so big, yet so dense. :(

THE PRESERVATION AREA

This area is like fossil museum, sort of. There are displays of preserved fish, mostly the fish from deep sea. There is also a display of giant stingray that have died some time ago because of illnesses. This stingray is big, huge! The length is 2 meters, exclude the tail.

So, that’s it.

I think this place suits best for children, school group outing, and family. Good place to learn about marine life. Besides the aquarium, there is also a mini cinema inside the Seaworld. We can also see the feeding in certain time.

Compared to the ticket price (100,000 IDR; thank God that there were a voucher promo from Groupon so we only need to pay half), I think this is not worth the price. Maybe because I’ve seen a better one *cough*Ocean Park HK*cough*.

Since the public interest to this place is still high, I think they should renovate and make it better, larger aquarium, put more variety of fish, and clean the aquarium. I’m not sure if it’s the water or the glass, but it is surely not clear. I dreamed of a clear blue water, so next time I go there, I could take many good photos. :))

dufan, 23 desember: entah saya mati rasa atau apa

23 Desember 2010, akhirnya gw ke Dufan setelah sekian lama. Setelah 3 tahun mungkin. Kali ini berdua saja dengan Aditya Prabaswara.

Saat itu tiket dufan berharga Rp130.000, tapi karena gw punya blitzcard jadi dapet diskon 20%. Cukup mudah, tinggal tunjukkin aja blitzcardnya pas beli tiket. Thanks blitzmegaplex! :*

Eh sumpah, bener-bener salah hari buat ke dufan, rame bangeeeeet! Jadi ga maksimal deh naik wahananya. Tapi tetep seru sih. :D

HISTERIA

Pertama kalinya naik wahana ini! XD

Ini adalah wahana pertama yang kita naikin, saat itu antriannya cukup panjang. Tapiiiii, sekelompok orang ber-polo-shirt-putih-yang-bertuliskan-salah-satu-merk-rokok dengan semena-mena nya menyalip antrian dengan loncat pembatas. Alhasil antrian yang bagi gw harusnya ga terlalu panjang, jadi panjang. 1 jam ngantri, WTH! Sepanjang satu jam, yang ada gw ngomel-ngomel ama si kelompok itu. Sebut saja cheerleaders atau si geng-kosong atau alay-berduit. (yang gw jelaskan lebih lengkap di postingan sebelumnya)

Hmm wahananya sendiri yang kata orang-orang mah menyeramkan, menurut gw biasa aja. Yahh, lagi-lagi wahana di dufan gagal membuat gw teriak. Alih-alih teriak, gw malah liat adit di sebelah gw atau ketawa liat mbak-mbak yang histeris di histeria seberang gw. Sungguh gw iri dengan orang-orang yang bisa teriak! -.-

Sensasi yang gw rasakan saat naik wahana ini paling saat dijatohin dari ketinggian sekian meter dan kursi terasa longgar dan gw serasa ngambang dari kursi. Wah asik banget deh sensasi ini. Berasa ngambang dan kurus, tapi alhamdulillah juga karena sadar badan masih berisi jadi ga bakal loss dari sabuk pengaman. :p

Setelah dicoba-coba ternyata kita ga dilempar ‘setinggi’ itu kok. Kan awalnya bakal diangkat ampe puncak tower si histeria itu, tapi ternyata ga. Jadi masih ada sisa beberapa meter dari puncak ke tinggi maksimal kita diangkat. Hmm terus, pas lagi jalan di sekitar histeria, gw dan adit menyadari kalo ternyata kursi-kursi itu dinaik-turunkan oleh katrol, kirain pake magnet atau apa! Pake katrol berarti bergantung pada seutas tali. Nah kalo tau ini dari awal, baru kerasa ngeri deh. Serem juga kan nyawa sekian orang bergantung di seutas tali. :8

TORNADO

Ini wahana kedua yang gw dan adit datangi. FYI, sebisa mungkin gw dan adit menjauhi cheerleaders; daripada bete pas ngantri kan. Hehehe…

Hmm, gw mendatangi wahana ini dengan harapan bisa memacu adrenalin gw (iklan banget ga sih! :P ). Sebelumnya gw udah pernah mencoba wahana ini beberapa kali. Rekor gw naik wahana ini adalah 7 kali sehari. Saat itu dufan lagi sepi-sepinya sehingga gw bisa naik tornado terus menerus tanpa ngantri. Dan ekspresi gw yaa begitulah. Kali ini gw mencoba lagi dan hasilnya: tetap sama! :'(

Oh God, entah urat teriak gw yang putus atau apa. Tapi ini bener-bener deh. Gw malah nengok ke kanan gw dan ketawa dengan mbak yang teriak super histeris, mata tertutup, dan bersumpah ga mau naik ini lagi. Sedangkan gw: setelah selesai, gw ke Tornado sisi satu lagi dan minta ke mas-masnya untuk naik wahana ini lagi tanpa antri. Alhamdulillah banget saat itu entah mengapa antrian Tornado kosong melompong! :D

Ohya, sebenernya gw agak kecewa dengan rasa naik tornado sekarang. Seinget gw dulu (a.k.a. 3 tahun yang lalu), wahana ini dijalankan lebih lama. Daaaaan, variasi putarannya pun lebih beragam. Ada yang di-twist miring horizontal dan vertikal kayak di iklannya. Tapi sekarang ga ada. Hiks. :'(

ONTANG-ANTING

Wahana ini bener-bener ga ada matinya! Diputer-puter, ditiup angin. Nice! :)

ARUNG JERAM

Siap basah? Yeah, gw siap basah. Udah pake sendal, udah siapin baju ganti, udah pake tas yang waterproof. Cukup lah yaa persiapannya. Oiya, untuk pertama kalinya selama gw main arung jeram di dufan ini: gw cuma kecipratan air sedikit, padahal biasanya gw selalu yang paling basah. Yuhuuuw!

NIAGARA

Udah lama banget ga naik wahana ini karena setiap gw kesini biasanya lagi rusak, hiks. Nah akhirnya diajak adit naik wahana ini dengan harapan gw bisa teriak di turunan curam niagara itu. Hoho… Dan, yap gw ga teriak lagi. Hahaha, nasib.

HALILINTAR

Wahana paling wajib dikunjungi setiap ke dufan! Wahana ini emang klasik banget. Walaupun rasanya gtu-gtu aja dan lintasannya juga ga ganti dari tahun kuda, tetep aja rasanya ga sah kalo ke dufan tanpa naik wahana ini. Pas baru mau naik dan liat antriannya, hmm agak ragu juga sih. Tapi akhirnya kita ngantri dan ga terlalu lama tuh.

Oiya, karena berkali-kali gw ga berhasil untuk teriak di wahana-wahana sebelumnya, maka di wahana kali ini gw dan adit sepakat untuk senyum dengan gaya tunjuk pipi di tempat kamera, which is di tempat turunan ekstrem itu. Daaaaan, setelah liat hasil fotonya tanpa beli, yeah.. we did it! :D

BIANGLALA

Last but not least, bianglala! Ini juga kayaknya wahana yang gtu-gtu aja. Tapiii, kayaknya kalo sebelum pulang ga naik ini, hmm agak gimanaaa gtu. Alhasil dengan antrian yang tidak terlalu panjang, akhirnya kita naik bianglala ini bersama seorang anak kecil, dan 2 orang pria.

View-nya gtu gtu aja. Bisa liat Halilintar di ujung sana, Histeria dan Tornado yang ga jauh dari situ. Laut Ancol yang gtu gtu aja. Kawasan industri berasap di jauh sana. Jakarta skyscraper di mana-mana. Tapi, tetep aja mengesankan. Relaxing setelah capai seharian pegel muter-muter kawasan dufan. :)

Tujuh jam kami di dufan dan cuma enam, YAA CUMA ENAM wahana yang kita naikin!!! Hmm masa liburan begini bener-bener bukan saat yang bagus buat ke dufan. Dan kemarin, sayangnya wahana Kicir-kicir yang paling gw suka lagi dalam perbaikan. Lalu, simulator yang sekarang bertema “Journey to The Center of The Earth” juga ngantrinya bener-bener ga sekolah. Panjaaaaang dan ga pernah sepi. Aaa, padahal gw pengen banget!

Sisanya wahana bikin pusing dan biasa aja sih, jadi agak males buat iseng ngantri dan nyoba. Kayak Carousel, Pontang-pontang, Rajawali, Poci-poci, Gajah Bledug, dsb.

Nah, dari seluruh wahana di dufan, wahana paling menyeramkan menurut gw adalah Bola Gelo (BoGel). Wahana ini letaknya di perairan deket bianglala. Serem banget. Jadi kita masuk ke balon yang dikempesin, trus balonnya ditutup dan dipompa, trus digelindingin ke air. SUMPAH serem banget! Gimana kalo kekurangan oksigen di dalam bola? Gimana kalo bola itu tiba-tiba kempes dan kita terkurung di bola yang kempes dan tenggelam? Gimana kalo tekanan udara di dalam bola berlebihan dan mencekik pernapasan kita? Gimana kalo…gimana kalo…aaaagh pokoknya serem! (Okay, mungkin lebay, tapi gw claustrophobic)

Kalo makanan terenak di dufan, hmm kayaknya ga ada yaaa. Berhubung fast food yang ada cuman McD dan makanan lain cenderung mahal dan ga-tau-deh-rasanya-gimana. Tapiii, kalo soal snack, sekarang (atau udah lama ya?) di dufan banyak booth Jolly Time! Itu lho, microwave popcorn yang kalo lagi dibuat wanginya super super enak.

Dan kemaren gw dan adit langsung mencoba dua rasa: Salty Salsa dan Mallow Magic. Salty Salsa rasanya spicy; ga asin, ga pedes, cuma bikin tangan jadi bau lada. Mallow Magic rasanya manis; manis dan sedikit asin sepertinya. Tapiii, si Mallow Magic ini bener-bener enak deh. Manisnya tuh entah kenapa pas bangeeeet, ga manis giung bin keterlaluan kayak popcorn caramel. Enak banget lah pokoknya. Jolly Time Mallow Magic is my mood booster! :p

Hari semakin sore. Langit mulai gelap. Kaki sudah pegal. Saatnya pulang. Dudu~

And then we realized, “Oh no! We haven’t take any photos!”

Yah, kami memang tidak narsis. #alasan

saya yang (masih) pengen bisa teriak