Tentang tren ayo menikah

wedding preparation

Photo by Terje Sollie on Pexels.com

Belakangan ini saya perhatikan di media sosial banyak ajakan menikah terutama untuk kalangan muda. Bahkan beberapa saat yang lalu, ada sepasang anak SMP yang kebelet nikah karena takut tidur sendiri (?!).

Yang saya ingat, dulu saat SMP, belum terbersit keinginan untuk menikah sama sekali. Menikah adalah untuk orang dewasa. Semasa SMA pun, obrolan dengan teman sebaya kira-kira seputaran lanjut ke mana kuliah nanti, boyband apa yang sedang hits, dan semacamnya. Bukannya membicarakan tentang pernikahan dan pria seperti apa yang akan menjadi imam saya nanti. Tetapi nampaknya jaman sudah berubah.

Read More

Movie Review: Sierra Burgess is a Loser

Setelah menonton “To All The Boys I’ve Loved Before”, saya mendapatkan banyak suggestion romcom movies/series di kolom rekomendasi Netflix. Akhirnya, dua minggu yang lalu saya memutuskan untuk menonton “Sierra Burgess is a Loser”. Film yang digadang-gadang mempromosikan body positivity ini tampak menarik!

Read More

Mengapa menitipkan anak ke daycare?

Halo!

Ah senangnya ada waktu buat update-update blog lagi. Pagi hari adalah saatnya sedikit bersantai! Walaupun sudah tidak bekerja, saya tetap mendaftarkan anak ke daycare selama setengah hari supaya saya ada me-time. :D

gray swing

Photo by Pixabay on Pexels.com

Di compound tempat suami bersekolah ada daycare untuk anak mulai usia 2 bulan sampai dengan 3 tahun. Altair sendiri masuk daycare sejak usia 3 bulan ketika cuti hamil saya habis.

Awal-awal masuk daycare

Read More

Talking about baby blues…

… it was awful.

This post has been sitting in my draft for quite a while. It is very difficult to put this into words, simply because I always get emotional when thinking about this. I finally give it a go as a reminder that everything too shall pass.


road pavement

Photo by Markus Spiske temporausch.com on Pexels.com

The above picture somehow illustrate my mind a couple months ago. It was just foggy, unclear and I didn’t know when this moment will be ended.

To date, becoming a new parent is the most daunting experience I’ve ever gone through in my life. The responsibility to keep the baby well is just overwhelming.

Long before the birth, I have read about baby blues and the risk of postpartum depression. I keep telling myself, “you got this, Annisa!”

But in reality…… Read More

Menyusui

Mungkin ini adalah salah satu aktivitas yang paling saya sepelekan sebelum memiliki anak. Dulu saya pikir menyusui itu semudah penggambaran di iklan layanan masyarakat; ibu cantik nan ayu, pegang bayi anteng, sambil menyusui penuh senyum. Di kasus saya realitanya: hahahah nothing like that at all!

Ternyata menyusui ini proses belajar ibu dan juga bayi. Mas bayi saat baru lahir sulit sekali menyusui, saya pun sangat kaku dalam memposisikan. Kami sampai tiga kali berkunjung ke lactation consultant hanya untuk memperbaiki proses pelekatan. Anehnya,

Read More

Lahir dan belajar

Konon saat seorang bayi terlahir, maka lahir pula orang tua.
Ketika mereka belajar, orang tua belajar lebih banyak.

Tepat empat bulan dua hari yang lalu kami diberikan kepercayaan untuk merawat dan membesarkan seorang anak lelaki. Ga ada tanggung jawab yang lebih besar daripada ini! Ga pernah terbayang sebelumnya bahwa hidup kami akan berubah. Bukan perubahan yang sementara, tapi selamanya semenjak detik kelahiran itu. Tidak ada lagi gaya hidup yang asal-asalan, jadwal harian yang tak beraturan, jalan sampai malam, weekend malas-malasan.

Despite what people said, alhamdulillah kehamilan dan proses melahirkan saya cukup mudah. Anak kami pun sehat walafiat alhamdulillah. Mual-mual parah di empat bulan pertama (plus turun berat badan 5 kg, yeay!) memang ada, tapi alhamdulillah masih kuat bolak balik JED-CGK-JED dua kali. Proses melahirkannya sendiri tidak spektakuler. Tidak bukaan.moment worthy karena hasil fotonya pasti membosankan. Hahaha…

Read More

Jalan-jalan ke Jepang

Bulan Maret lalu, saya bersama suami, bapak dan ibu mertua pergi ke Jepang selama kira-kira 12 hari. Perjalanan kali ini sangat sangat sangat berkesan karena ini salah satu destinasi idaman kami. Kenapa Jepang? Karena culture-nya, makanannya, ease-of-travel-nya serta manner/etiquette-nya.

Selama hampir dua minggu kami berkeliling mulai dari

Read More