Huawei Certified Datacom Associate (HCDA) Training di ITB

Finally! Productive activity on this holiday-but-not-so-holiday! ;)

Sejak minggu lalu, saya mengikuti training HCDA yang diselenggarakan di Lab Huawei, Labtek VIII, ITB. Training ini dapat dilaksanakan karena adanya kerja sama antara Huawei dan ITB yang dimulai sejak beberapa bulan lalu. Dengan adanya lab ini, nanti dapat diberikan training / pelatihan untuk mendapatkan sertifikat HCDA, semacam sertifikat CCNA gtu tapi untuk vendor Huawei.

Karena kelas pertama dan kelas percobaan, waktu belajar bener-bener di kompresss. Yang harusnya 8 pertemuan jadi cuma 2 hari tapi FULL. Pertemuan pertama kami diberi materi teori. Sebagian besar materi sudah diperoleh dari pelajaran di perkuliahan sih, seperti mata kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komunikasi Data. Capek yaa seharian materi terus. Ngantuk.

Pertemuan kedua nih yang asik. Lab! Mulai dari pasang-pasang koneksi fisik, mengaktifkan router, dan membuat jaringan dengan router lain. Sebenernya hal seperti ini sudah pernah dipelajari di praktikum Jaringan Telekomunikasi. Sayangnya, saat itu hanya dipelajari simulasi menggunakan NS2. Kalau sekarang jadi lumayan paham gimana cara ngehubungin router-router dengan kabel fisik, baca port. Real deh pokoknya! :)

Di akhir sesi, kami ditugaskan untuk membuat jaringan yang agak riweuh. Mesh dari 4 buat router, lalu dihubungin ke switch-switch, trus ke komputer-komputer. Pake OSPF, pake RIP, pake direct connection. @_@

Agak pusing sih. Pasti banyak technical and human error juga. Tapi seruuuuu…

Ini bentuk meja saya saat praktikum berlangsung:

Stack of network elements. Lots of cable. Cool, huh? B-)

Haha maaf deh ya norak. Biasa mainan yang kayak gini lewat simulasi aja. Saya kan belum pernah ikut CCNA. Bukan network admin juga. :P

Asik juga yaa nanti kalo lab ini dipake untuk praktikum Jartel atau Komdat angkatan selanjutnya. Jadi pegang langsung network element nya, jadi lebih ngerti juga (semoga). Semoga praktikannya ga ceroboh dan care sama barang-barangnya biar ga cepet rusak. :D

Setelah training ini dilangsungkan, nanti peserta bakal dapet sertifikat partisipasi. Lalu, nantinya bakal ada tes sertifikasi HCDA kalo mau. Tesnya seharga 60 dollar. Kalo lulus dapet sertifikat HCDA deh. Kalo ga lulus ya sedih deh. Nanti bakal giat belajar deh biar lulus sertifikasi dan uangnya ga sia-sia. :)

Ah iya, setelah praktikum, ini kenang-kenangannya:

Hmm gambar di atas adalah plastik pletok-pletok yang biasa dipake untuk barang-barang baru biar ga rusak kalo kepentok. There’s indescribable pleasure playing this things. :P

Yap, sekian aja deh ceritanya yaa. Semoga ilmu yang diperoleh selama training ini berguna di kemudian hari. Semoga nanti lulus dengan nilai memuaskan kalo ikut sertifikasi.

pletok pletok pletok

Simulasi Kinerja BER pada Kanal AWGN dan Kanal Fading

Semester kemarin saya mengambil mata kuliah ET4081 – Sistem Komunikasi Seluler dengan dosen Pak Adit Kurniawan. Pada akhir masa kuliah, kami diberi tugas akhir untuk men-simulasikan kinerja bit error rate (BER) pada kanal AWGN dan kanal fading. Tugas ini dikerjakan berkelompok (saya, Timor, Copi, Fadel).

So, begini permasalahannya:

Untuk verifikasi formula BER pada kanal AWGN, dibuat simulasi komputer dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB untuk melihat kinerja BER tersebut pada komunikasi digital. Simulasi dilakukan untuk nilai-nilai Eb/No = 0, 2, 4, 6, dan 8 dB. Bit error dihitung secara Monte Carlo sebanyak 5 kali run simulasi untuk masing-masing nilai Eb/No tersebut. Kemudian, kurva BER vs Eb/No hasil simulasi Monte Carlo digambarkan dan dibandingkan dengan kurva teoritis.

Pertama-tama, kita lihat dulu kurva teoritis untuk menentukan jumlah bit dengan minimal 10 error. Kurva teoritis dapat ditampilkan di MATLAB dengan script berikut:

figure(1);
SNR = [0:2:10];
i = 1:length(SNR);
BER(i)= 0; t = [0:0.1:10];
Pe = 0.5*erfc(sqrt( 10.^(t./10)));      %BER teoritis
semilogy(t, Pe, ‘blue”);                           %Plot data secara logaritmik
grid on;
title(‘BER vs SNR (AWGN)’);
xlabel(‘SNR (dB)’);
ylabel(‘Bit Error Rate (BER)’);

(script ini diperoleh dari modifikasi script yang ada di bagian paling terakhir)

Kurva teoritis BER vs SNR untuk kanal AWGN

Pada posting ini, sebagai contoh akan dilakukan simulasi untuk SNR = 4dB saja. Dari kurva teoritis tersebut terlihat bahwa untuk SNR 4dB, BER teoritis adalah 0.0125, sehingga untuk minimal 10 error jumlah bit yang harus diuji adalah 1000 bit.

Simulasi dilakukan dengan menggunakan script berikut:

N = 1000;                                        %Jumlah bit = 1000
SNR = 4;                                           %SNR = 4 dB
signal = sign(randn(1, N));      %Generate sinyal random NRZ bipolar 1V
t=1:length(signal);
figure(1); plot(t, signal);           %Menampilkan sinyal yang dibangkitkan
noise = randn(1, N)./10^(SNR/20)./sqrt(2);      %Generate noise
figure(2); plot(t, noise);                                                %Menampilkan noise    
r = signal + noise;         %r = sinyal yang tercampur noise
figure(3); plot(t, r);      %Menampilkan sinyal yang tercampur noise
r = sign(r);               
err = sum(abs(signal-r)/2)      %Menghitung jumlah error

(script ini diperoleh dari penjelasan dosen di kelas)

Bit error dihitung secara Monte Carlo sebanyak 5 kali run simulasi. Proses Monte Carlo sebanyak 5 kali dilakukan karena proses ini bersifat acak, sehingga untuk memperoleh hasil yang akurat perlu diambil beberapa sampel. Simulasi memberikan hasil sebagai berikut:

Hasil simulasi untuk SNR 4dB pada kanal AWGN

Lima kali run simulasi memberikan hasil bit error sebanyak 8, 18, 12, 18, dan 11, sehingga rata-rata bit error adalah sebanyak 13,4 bit dari setiap 1000 bit sinyal yang dibangkitkan. Sehingga dari simulasi ini diperoleh BER = 0.0134, cukup dekat dengan BER teoritis.

Untuk membandingkan kurva teoritis dan kurva hasil simulasi, dapat dilakukan secara manual dengan membuat grafik setelah simulasi pada semua nilai SNR dilakukan. Namun, dapat juga dilakukan dengan menggunakan script seperti berikut:

figure(1);
clear; clf;
N = [1000 1000 1000 10000 100000 1000000];
%Jumlah bit untuk minimal 10 error
SNR = [0:2:10];                  %SNR = 0, 2, 4, 6, 8, dan 10 dB
for i = 1:length(SNR);      %Loop untuk 5 kondisi SNR
    BER(i) = 0;                        %Inisiasi nilai BER untuk kasus i (i = 1,2,3,4,5)
    N(i);
    for j = 1:5                           %Monte Carlo sebanyak 5 kali
        signal = sign(randn(1, N(i)));      %Generate sinyal random NRZ bipolar 1V
        noise = randn(1, N(i))./10^(SNR(i)/20)./sqrt(2);      %Noise AWGN
        r = signal + noise;      %Sinyal yang tercampur noise
        r = sign(r);
        err(i) = sum(abs(signal-r)/2);      %Hitung error kasus ke-i
        BER(i) = BER(i) + err(i);                   %Simpan nilai error kasus ke-i
    end
    BER(i) = BER(i)/(5*N(i));                    %Hitung rata-rata error
end
t = [0:0.1:10];
Pe = 0.5*erfc(sqrt( 10.^(t./10)));       %Nilai error teoritis
semilogy(t, Pe, ‘blue’, SNR, BER, ‘r-*’);      %Kurva teoritis dan hasil simulasi
grid on;
title(‘BER vs SNR (AWGN)’);
xlabel(‘SNR (dB)’);
ylabel(‘Bit Error Rate (BER)’);

(script ini diperoleh dari sini :) )

Perbandingan antara kurva teoritis (biru) dan kurva hasil simulasi kanal AWGN (merah)

Untuk yang kanal fading, begini permasalahannya:

Simulasi komputer dibuat untuk mensimulasikan kanal fading pada nilai Eb/No = 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 dB. Simulasi dilakukan untuk Doppler shift fD = 30Hz, serta laju data = 10Kbps. Fading simulator telah diberikan dalam fungsi MATLAB oleh dosen.

Simulasi kedua ini serupa dengan yang sebelumnya. Namun, pada simulasi ini diberikan fading yang berupa fungsi dari jumlah bit, doppler shift, dan periode bit. Fading ini nantinya akan dikalikan pada sinyal yang di-generate. Jangan lupa untuk mengubah persamaan BER teoritis menjadi persamaan BER pada kanal fading. Kemudian, untuk menentukan jumlah bit, selain melihat kurva teoritis dilakukan pula perhitungan dengan persamaan:

selanjutnya jumlah bit yang digunakan adalah hasil yang terbesar antara kurva teoritis dan perhitungan di atas.

Yap, sekali-sekali deh posting hal yang berisi. :P

Sambil belajar, sambil inget-inget, sambil sharing juga.

Semoga berguna buat yang baca… :)

Review Semester VIII

My last semester has ended, yeay!!!

Semester ini saya mengambil 6 mata kuliah dengan 16 SKS.

  • EL3008 – Pengolahan Citra Digital (3 SKS)

Kuliahnya menarik, walaupun ini blunder terbesar saya semester ini. Maklum ga ngerti apa-apa tiba-tiba ambil kuliah kayak gini. Hahahaaa…

Selama perkuliahan nanti bakal dikasi sekitar 7 modul praktikum untuk dikerjakan setiap minggunya. Dari praktikum-praktikum mandiri itu akhirnya saya bisa menggunakan MATLAB untuk mengolah citra, merekonstruksi, meng-enhance, dan lain-lan. Seru deh pokoknya. Belajar photoshop pake MATLAB. Asal tahan aja dengan modul-modul praktikumnya. Berhubung udah lama ga praktikum dan buat laporan, ya jadi agak malas juga sih waktu itu.

UTS nya berupa tugas untuk membuat program untuk mengonvolusi matriks mxn dengan program selain MATLAB. Tidak mudah tapi tidak terlalu susah juga karena program serupa sudah banyak ada internet. Saya menggunakan bahasa C karena cuma itu yang saya ketahui.

UAS nya berkelompok dan memilih topik. Kelompok saya melakukan studi literatur pada metode Model-Based Iterative Reconstruction (MBIR) untuk aplikasi pengurangan dosis CT Scan.

Kuliah yang sangat membuka wawasan karena dari sini saya jadi tahu kalau pengolahan citra itu sangat luas dan banyak gunanya, mulai dari rekonstruksi citra, pengurangan dosis pada CT Scan, aplikasi medis, pemilahan bahan, hand-writing recognizer, dan lain-lain.

  • EL3010 – Arsitektur Sistem Komputer (3 SKS)

Kuliah yang super menarik banget. Yang dari nol ga ngerti apa-apa akhirnya saya mengerti sesuatu. Dosennya super baik dan menjelaskan materi dengan super clear. Andai kuliah ini diberikan sebelum kuliah Algoritma dan Struktur Data. :(

Di kuliah ini, saya belajar alokasi memori, floating point, cache memory, dan sebagainya. UTS dan UAS nya tidak terlalu susah asalkan rajin berlatih dari kuis dan latihan soal yang sudah diberikan oleh dosen.

  • EL4004 – Biomekanika (3 SKS)

Kuliah yang menarik. Lagi-lagi saya ambil kuliah biomedik di semester terakhir ini. Secara teori, di kuliah ini hanya dipelajari fisika kinematika dinamis dan statis. Cukup mudah seharusnya, tapi berhubung udah lama ga menyentuh fisika-fisikaan seperti ini, jadi harus di refresh lagi deh. Gaya, torsi, momen, dan sebagainya.

Kuliah ini diajar oleh 3 dosen: seorang dosen dari mesin mengajarkan tentang kinematika, seorang dosen dari farmasi dan seorang dokter lebih menjelaskan pada aplikasinya. Dari kuliah ini saya akhirnya tau bagaimana ilmu biomekanika sangat penting bagi manusia.

Misalnya: saya jadi tau kalau lari itu harus pake sepatu lari. Sepatu lari itu yang ringan dan tidak keras. Penggunaan alas kaki yang salah dalam lari dapat menyebabkan rusaknya sistem tubuh karena tulang punggung merupakan shock-breaker alami kita. Apabila kita berlari menggunakan alas yang keras dan berat, tentunya tulang punggung akan menerima gaya yang besar dan kemudian rusak.

Dan masih banyak lagi yang dibahas di kuliah ini. Jalan, renang, volley, sepakbola, basket. Nice banget deh! :)

  • ET4081 – Sistem Komunikasi Seluler (3 SKS)

Kuliah ultimate telkom nih. Semua ilmu yang udah dipelajari sekitar dua tahun di telkom tumplek plek plek plek di sini. Komdat, jartel, siskom, pengsin, probstat ada semua deh di sini. Bener-bener kuliah yang menarik dan banyak ilmunya.

Di kuliah ini saya mempelajari tentang konsep selular, fading dan multipath, multiple access, dan CDMA. Evaluasi dilakukan beberapa kali, terdapat empat kali kuis, satu UTS, satu UAS, dan satu tugas besar. Walaupun kuliahnya susah, tapi untuk kuis dan ujian dapat dipelajari dari latihan-latihan yang terdapat di slide dan buku acuan. Tugas besarnya dikerjakan berkelompok. Cukup mudah. Mengenai simulasi fading pada kanal AWGN dan kanal rayleigh. Nanti yaa dibahas kapan-kapan. :)

BTW, sampai saat ini, baru nilai kuliah ini saja yang keluar. Alhamdulillah dapet A. Sementara ini IP masih 4 deh, semoga gini terus ampe semua nilai keluar. (norak, blom pernah sih -_-)

  • ET4091 – Kerja Praktek

Kerja Praktek ini sebenernya sudah saya lakukan pertengahan tahun 2010, namun baru saya ambil SKS nya semester ini. Sayang sekali, dengan pergantian sistem yang baru saja diterapkan, akhirnya saya harus presentasi KP hari Kamis nanti. Udah lewat setahun, udah lupa mamaaa T__T

  • ET4096 – Tugas Akhir I

Baru ambil tugas akhir satu karena kredit SKS baru mencukupi di semester ini. Maklum semester-semester sebelumnya banyak ngulang pelajaran. TA I tergolong santai. Mencari pembimbing dan topik TA, membuat proposal, membuat progress report, dan seminar.

Sekian deh review semester 8. Saat ini saya sedang semester pendek dan mengambil Tugas Akhir II supaya bisa lulus Oktober. amin amin amin…

CWDM vs DWDM

Kebutuhan kapasitas bandwidth yang semakin meningkat dan kebutuhan kualitas transmisi data yang tinggi harus diantisipasi dengan teknologi yang andal, salah satunya yaitu WDM (Wavelength Division Multiplexing). WDM merupakan salah satu jenis multiplexing frekuensi. Multiplexing filakukan dengan membagi-bagi sinyal dalam bentuk cahaya ke dalam frekuensi-frekuensi tertentu. Masing-masing frekuensi tersebut akan berfungsi sebagai kanal traffic. Dengan konsep pembagian frekuensi, WDM merupakan teknologi multiplex yang sangat mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth.

WDM

WDM merupakan metode transmisi data dari berbagai sumber melalui fiber optic yang sama pada satu waktu. Teknologi ini memultipleksi beberapa sinyal carrier optic ke dalam sebuah fiber optic dengan menggunakan panjang gelombang cahaya yang berbeda-beda. Karena panjang gelombang yang satu tidak akan mengganggu panjang gelombang yang lain, maka tidak akan terjadi interferensi sinyal.  Teknik ini memungkinkan komunikasi dua arah melalui sehelai fiber.

WDM menggunakan multiplexer pada sisi transmitter untuk menggabungkan sinyal-sinyal. Kemudian di sisi receiver, demultiplexer digunakan untuk membagi lagi sinyal-sinyal tersebut. Dengan menggunakan tipe kabel yang sesuai, kedua proses tersebut dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan.

Read More

Cloud Computing

APA ITU CLOUD COMPUTING?

Cloud computing adalah web-based processing yang merupakan generasi kelima dalam komputasi (setelah mainframe, personal computer, client-server computing, dan web). Di mana sumber daya, perangkat lunak, dan informasi disediakan ke computer dan perangkat lain melalui internet.  Dengan menggunakan sumber daya dari server atau computer yang telah terdistribusi, cloud computing membebaskan pengguna dari konfigurasi ke server local. Teknologi ini disebut cloud computing, karena menggabungkan pemanfaatan teknologi komputasi berbasis internet (cloud).

Semua hal, mulai dari infrastruktur komputasi, aplikasi, proses bisnis, kolaborasi personal, dapat dikirimkan kepada pengguna sebagai service kapan dimanapun pengguna membutuhkan.



Cloud dalam cloud computing dapat didefinisikan sebagai himpunan dari perangkat keras, jaringan, storage service, dan interface yang dikombinasikan untuk mengirimkan seluruh aspek dalam komputasi dalam bentuk service.

Apabila dianalogikan, maka teknologi cloud computing seperti mekanisme pemakaian listrik ke PLN. Sebagai pelanggan, kita tidak perlu membangun pembangkit listrik sendiri, kita hanya perlu membayar ke PLN, tidak perlu investasi besar untuk infrastruktur, kita pun dapat menaikkan dan menurunkan spesifikasi infrastruktur sesuai kebutuhan dan biaya yang kita sediakan. Read More

Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GEPON)

Perkembangan kebutuhan layanan data dan aplikasi berbasis IP mendorong keperluan akan jaringan akses yang berkemampuan broadband yang memiliki kapasitas besar dan kecepatan tinggi. Teknologi GEPON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) datang dengan menawarkan solusi atas kebutuhan tersebut.

GEPON merupakan salah satu teknologi akses serat optik yang menggunakan PON (Passive Optical Network) sebagai media transport ke pelanggan dalam arsitektur FTTX.

Saat ini, operator di Indonesia masih menggunakan teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang menggunakan tembaga dalam distribusinya. Teknologi ADSL memiliki keterbatasan namun masih tetap digunakan karena dengan penggunaan jaringan existing ini, capex akan lebih rendah. Read More

Power Line Communication, HomePlug AV

Sebagai mahasiswa Teknik Telekomunikasi, sekali-sekali lah ngisi blog dengan materi yang berguna dan sesuai dengan keilmuan, haha. So ini dia, artikel yang diambil dari tugas gw untuk mata kuliah Jaringan Telekomunikasi. Enjoy! :)

Kebutuhan akan internet telah berkembang sangat besar. Apabila jaringan komunikasi ini dapat disediakan melalui saluran transmisi daya, tentunya pasar akan berkembang sangat cepat.

Berkebalikan dengan aplikasi yang berkaitan dengan power (daya), jaringan komunikasi memerlukan bit rate yang tinggi dan dalam beberapa hal juga memerlukan koneksi yang real-time. Power Line pada awalnya dirancang untuk mendistribusikan daya secara efektif, karena itu rancangan tersebut tidak diadaptasikan untuk komunikasi.

Power Line Communication

Power Line Communication (PLC) atau yang dikenal juga sebagai Power Line Digital Subscriber Line (PDSL) merupakan sistem untuk membawa data pada konduktor yang juga digunakan pada transmisi tenaga listrik. Jaringan listrik yang semula hanya berfungsi sebagai sumber listrik kini juga dapat menjadi media komunikasi.

Kabel yang digunakan pada transmisi tenaga listrik umumnya melewatkan sinyal berfrekuensi 50-60 Hz. Selain frekuensi tersebut sampai dengan orde beberapa megahertz, frekuensi yang mungkin dilewatkan belum digunakan. Teknologi PLC memanfaatkan kanal frekuensi yang tidak digunakan tersebut sebagai frekuensi transmisi, yaitu frekuensi antara 9 KHz sampai dengan 200 MHz.

Semua sistem PLC beroperasi dengan cara menumpangan sinyal carrier yang telah dimodulasi pada kabel. PLC dengan tipe yang berbeda menggunakan pita frekuensi yang berbeda. Hal tersebut tergantung dari karakteristik sinyal transmisi kabel yang digunakan.

Data rate melalui sistem PLC sangat variatif. Frekuensi carrier rendah (sekitar 100-200 KHz) yang ditumpangkan pada saluran transmisi tegangan tinggi dapat membawa satu atau dua sirkuit voice analog, atau telemetri dan sirkuit kendali dengan data rate sebesar beberapa ratus bit per detik sejauh beberapa mil.

HomePlug AV

Power Line Communication dapat digunakan di rumah sebagai interkoneksi komputer dengan berbagai perangkat entertainment yang terdapat di rumah, seperti TV, game console, dan perangkat lainnya yang memiliki port Ethernet. Pengguna dapat membeli satu set adapter powerline di berbagai toko retail elektronik dan kemudian menggunakannya untuk membangun koneksi kabel menggunakan kabel listrik yang tersedia di rumah.

Powerline adapter yang telah banyak banyak digunakan sebagai standar jaringan powerline adalah produk dari HomePlug Powerline Alliance.

HomePlug Powerline Alliance merupakan grup manufaktur elektronik, penyedia layanan, dan retailer yang mempromosikan jaringan dengan menggunakan jaringan listrik yang telah ada di rumah dengan membangun standar dan memenuhi pengujian dan interoperabilitas dengan perangkat lain.

Versi produk yang terkenal dari HomePlug Powerline Alliance adalah HomePlug AV. Spesifikasi HomePlug AV diperkenalkan pada Agustus 2005 dan dirancang untuk menyediakan bandwidth yang cukup untuk aplikasi seperti HDTV dan VoIP.

HomePlug AV merupakan spesifikasi HomePlug yang terkini dan telah diangkat oleh grup IEEE P1901 sebagai dasar teknologi untuk standar mereka.

HomePlug AV merupakan next-generation dari teknologi powerline. HomePlug AV dibangun untuk men-support aplikasi hiburan seperti HDTV dan Home Theatre. HomePlug dirancang untuk men-support high-bandwidth dan low-latency sebagai tuntutan dari HDTV dan VoIP.

HomePlug AV diciptakan untuk bekerja pada rentang frekuensi 2 sampai dengan 28 MHz.

Instalasi

Instalasi jaringan powerline dilakukan dengan memasang perangkat powerline ke steker listrik dan menghubungkannya dengan perangkat yang diinginkan. Biasanya, instalasi dimulai dengan menghubungkan powerline adapter ke router via kabel Ethernet, dan menghubungkan powerline adapter ke saluran listrik terdekat. Untuk menambah perangkat yang akan dihubungkan ke jaringan, cukup lakukan hal tadi lagi.

Teknologi powerline sebelumnya bermasalah dengan propagasi sinyal melalui fase listrik. Terdapat persepsi yang menyatakan bahwa powerline tidak andal dan hanya dapat digunakan pada jarak yang rendah. Pada HomePlug 1.0 masalah ini telah diselesaikan dan HomePlug AV telah membuat perbaikan dalam cakupan seluruh rumah.

HomePlug mengizinkan penggunaan topologi bus Ethernet yang sangat diinginkan dalam beberapa keadaan. Hal ini dapat dilakukan karena penggunaan modulasi OFDM yang mengizinkan adanya beberapa data carrier yang berbeda dalam satu kawat.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Power_line_communication

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=22:elektronika-komunikasi&id=327:plc-powerline-communication&option=com_content&Itemid=15

http://kb.netgear.com/app/answers/detail/a_id/1125

http://en.wikipedia.org/wiki/HomePlug_Powerline_Alliance

http://powerline-communication.com/homeplug_faqs.shtml