Bullying dan pentingnya pengasuhan keluarga

woman and child sitting on fur covered bed

Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Kemarin ini, berita mengenai bullying yang dilakukan oleh sekelompok anak SMA kepada seorang anak SMP di Kalimantan Barat berseliweran di timeline saya dengan hashtag #JusticeForAudrey. Pelaku yang berjumlah 12 orang melakukan penganiayaan, bahkan sampai menusuk kemaluan korban karena permasalahan percintaan (yang bahkan tidak ada hubungannya langsung dengan si korban). Jagat maya pun geram dan mengutuk keras perbuatan para pelaku, serta mendesak KPAI/KPPAD untuk menempuh jalur hukum pidana alih-alih mediasi dan damai seperti yang mereka usulkan. Sebelumnya, jalan damai diusulkan karena mempertimbangkan para pelaku yang masih berusia sekolah dan masa depan mereka.

Terus apa kabar dengan kelanjutan studi dan masa depan korban? Tidak hanya luka fisik, korban juga mengalami luka batin. Luka fisik mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu, tapi apakah trauma itu akan hilang? Penegakan hukum di Indonesia memang di luar akal sehat. Lagipula, bukankah memasukkan sesuatu ke organ reproduksi orang lain without consent tuh udah masuk kategori rape ya?

Bullying bukan sesuatu yang baru, dari jaman kita (baca: saya) muda juga sudah ada, namun kurang terekspos saja. Dengan viralnya kasus ini, semoga masyarakat jadi lebih tercerahkan dan tidak menganggap enteng bullying remaja. Read More

Alasan punya anak?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman di Instagram membuka pertanyaan yang kira-kira begini: apa alasan kamu punya anak (atau nambah anak)?

Harusnya gampang dong yaaa jawabnya, kan sendirinya udah punya. Eh ternyata rada ngahuleng juga pas mau ngetik jawabannya. Hahahahaha

Hmm hmm hmm apa ya?

Read More

Bapak millenial

man holding a baby photo

Photo by Flo Maderebner on Pexels.com

Minggu lalu sambil makan siang, saya dan suami mendengarkan podcast #CurhatBabu-nya @sheggario dan @nuchabachri yang berjudul “Bapak Millenial”. Garis besar curhatnya sendiri adalah tentang bagaimana Ario membangun kedekatan dengan anak-anaknya.

Setelah mendengarkan podcast itu, saya jadi ngerasa bener juga ya; bapak bapak angkatan saya, alias bapak millenial itu kok rasanya lebih dekat dengan anak dan ga malu untuk hands-on dengan pengasuhan anak. Aku terharu. T___T

Read More

Mengapa menitipkan anak ke daycare?

Halo!

Ah senangnya ada waktu buat update-update blog lagi. Pagi hari adalah saatnya sedikit bersantai! Walaupun sudah tidak bekerja, saya tetap mendaftarkan anak ke daycare selama setengah hari supaya saya ada me-time. :D

gray swing

Photo by Pixabay on Pexels.com

Di compound tempat suami bersekolah ada daycare untuk anak mulai usia 2 bulan sampai dengan 3 tahun. Altair sendiri masuk daycare sejak usia 3 bulan ketika cuti hamil saya habis.

Awal-awal masuk daycare

Read More

Talking about baby blues…

… it was awful.

This post has been sitting in my draft for quite a while. It is very difficult to put this into words, simply because I always get emotional when thinking about this. I finally give it a go as a reminder that everything too shall pass.


road pavement

Photo by Markus Spiske temporausch.com on Pexels.com

The above picture somehow illustrate my mind a couple months ago. It was just foggy, unclear and I didn’t know when this moment will be ended.

To date, becoming a new parent is the most daunting experience I’ve ever gone through in my life. The responsibility to keep the baby well is just overwhelming.

Long before the birth, I have read about baby blues and the risk of postpartum depression. I keep telling myself, “you got this, Annisa!”

But in reality…… Read More

Menyusui

Mungkin ini adalah salah satu aktivitas yang paling saya sepelekan sebelum memiliki anak. Dulu saya pikir menyusui itu semudah penggambaran di iklan layanan masyarakat; ibu cantik nan ayu, pegang bayi anteng, sambil menyusui penuh senyum. Di kasus saya realitanya: hahahah nothing like that at all!

Ternyata menyusui ini proses belajar ibu dan juga bayi. Mas bayi saat baru lahir sulit sekali menyusui, saya pun sangat kaku dalam memposisikan. Kami sampai tiga kali berkunjung ke lactation consultant hanya untuk memperbaiki proses pelekatan. Anehnya,

Read More

Lahir dan belajar

Konon saat seorang bayi terlahir, maka lahir pula orang tua.
Ketika mereka belajar, orang tua belajar lebih banyak.

Tepat empat bulan dua hari yang lalu kami diberikan kepercayaan untuk merawat dan membesarkan seorang anak lelaki. Ga ada tanggung jawab yang lebih besar daripada ini! Ga pernah terbayang sebelumnya bahwa hidup kami akan berubah. Bukan perubahan yang sementara, tapi selamanya semenjak detik kelahiran itu. Tidak ada lagi gaya hidup yang asal-asalan, jadwal harian yang tak beraturan, jalan sampai malam, weekend malas-malasan.

Despite what people said, alhamdulillah kehamilan dan proses melahirkan saya cukup mudah. Anak kami pun sehat walafiat alhamdulillah. Mual-mual parah di empat bulan pertama (plus turun berat badan 5 kg, yeay!) memang ada, tapi alhamdulillah masih kuat bolak balik JED-CGK-JED dua kali. Proses melahirkannya sendiri tidak spektakuler. Tidak bukaan.moment worthy karena hasil fotonya pasti membosankan. Hahaha…

Read More