Panas dingin

Hej hej!

Saat ini sudah pertengahan bulan Januari, yang konon bakal dingin banget di dunia belahan sini, but guess what…hari ini cuacanya sangat enak, tidak berangin, dan bisa buka jendela di rumah. Kalau winter selamanya begini, aku akan baik-baik saja. :D

screenshot_20200117-121812_weather

Adeeem

Eh tapi apakah ini efek global warming? :(

Eh iya, dua minggu yang lalu karena matahari bersinar cerah, kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke Lill-Valla Lekpark, lumayan dari rumah hanya perlu berjalan kaki selama satu jam. Enak sekali di sana rasanya seperti hidup di peternakan, ada kambing gunung, kuda, kelinci. Di sana terdapat beberapa museum yang ternyata merupakan extension dari Gamla Linköping open air museum. Selain itu, di sana juga terdapat playground untuk anak-anak segala usia juga. Matahari bersinar cerah, salju tipis malu-malu, what a good weather and a nice visit!

20200104_131716

Lill-Valla Lekpark

.

.

.

Boong deng. Saat itu suhu sekitar empat derajat, dan sorean dikit real feel-nya udah di bawah titik beku. Pantesan jari-jari rasanya mau copot! Kenapa sih kalau mataharinya terang, suhunya mesti ga bersahabat. Penipuan publik, hahaha.

Eh tapi setelah pindah ke sini, standar panas dingin jadi sangat sangat bergeser sih. Di atas lima derajat celcius aja rasanya udah anget dan pengen main ke luar, miris heuheu. Tapi saya takjub juga ternyata wow tubuh manusia sangat pintar dalam beradaptasi ya.

Pas awal-awal, hati ini suka iri dengan postingan teman-teman di Saudi. Menurut saya, saat winter, Saudi adalah tempat ternyaman di dunia. Matahari bersinar terang, tapi suhu sekitar 15-25 derajat celcius. The best sweater weather! Tapi setelah mengingat-ingat summer di Saudi yang bisa mencapai 45 bahkan 50 derajat panasnya ampe nusuk-nusuk kulit, rasanya ga iri lagi hahaha. Emang lah jadi manusia harusnya bersyukur aja.

Setelah mencoba keduanya, kalau disuruh pilih panas atau dingin, saya cenderung memilih dingin-dinginan sih. Karena solusi dari dingin adalah semudah pakai baju lapis-lapis. Pas pindah ke sini, saya jadi belajar juga bahwa lapis-lapis baju ada ilmunya juga: jenis bahan sangat menentukan, ga asal lapis lapis, dan hangat itu ga mesti bulky.

Kalau solusi dari dingin adalah lapis-lapis, sayangnya solusi panas untuk saya bukanlah dengan pakai baju seminim dan setipis mungkin karena bertentangan dengan gaya berpakaian saya yang tertutup, hahaha. Selain itu, misalnya toh bisa tetap ada bahaya sunburn juga. Jadi, gimana dong? Entahlah, yang pasti pakai loose clothing helps sih biar ada angin semilir.


Wah sudah hampir jam satu, saatnya menjemput bos kecil dari daycare! \o/

FYI, this is his first week at the daycare. Whatever the weather is, mereka main di luar dong hahaha (shock). Jam-jam segini biasanya anak-anak lagi pada tidur, dan tidurnya di luar (shock shock shock). :”))

Moving: balada pencarian tempat tinggal di kota baru

Hej!

Melanjutkan postingan sebelumnya mengenai pindahan, kali ini saya akan menceritakan balada pencarian tempat tinggal di Swedia. Kebetulan baruuu aja lima hari yang lalu kami pindah ke apartemen baru. ~\o/~

Oiya, alhamdulillah wa syukurillah segambreng dus yang dikirim di postingan ini, akhirnya sampai ke apartemen beberapa hari sebelum manusianya resmi pindah. Aku takjub loh bisa sampai dalam seminggu, soalnya selama ini ga pernah berekspektasi terlalu tinggi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan negeri gurun. :))

apartment architecture balcony building

Photo by George Becker on Pexels.com


Kami belum ada pengalaman sama sekali dalam mencari tempat tinggal; di Saudi alhamdulillah sudah disediakan akomodasi di dalam kampus, sedangkan di negara sendiri belum punya rumah sendiri. Ehehe.

Setelah tau bakal pindah ke Swedia, kami Read More