Road trip perdana

When was the last time you did something for the first time?

Udah sering banget kan dengar kalimat tersebut. Kutipan ini menarik banget karena mengingatkan saya untuk terus mencoba, mempelajari dan mencari pengalaman hal baru.

A road from Tabuk to Wadi Disah

Jadi, setelah hidup hampir 30 tahun, saya baru saja menjalani road trip pertama untuk mengeksplorasi Saudi Arabia bagian Utara!

Read More

Ramadhan dan Eid di KAUST

Tadinya mau tulis “Ramadhan and Eid in Saudi Arabia” sebagai judul, tapi karena saya ga ke luar KAUST sepanjang Ramadhan, kayaknya judul di atas lebih cocok. :P

Oh btw, ini Ramadhan dan Eid pertama saya di luar dan jauh dari keluarga. Tentu rasanya cukup berbeda dari biasanya.

So, kayak apa Ramadhan dan Eid di KAUST?

RAMADHAN

Subuh di sini sekitar jam 04.00 dan baru Maghrib sekitar 19.15. Karena cuma berdua dan males ribet masak, biasa kami bangun sahur jam setengah empat lalu makan sereal atau roti sambil kriyep kriyep. Sesekali ngecek hp, buat mastiin waktu Subuh. Ga ada tuh yang reramean jam 2 pagi marching band bangunin sahur. :))

Selama Ramadhan, jam kerja di sini di-adjust jadi jam 07.00 – 14.00 (cepet amat ya pulangnya!), sedangkan mall-mall buka dari menjelang Maghrib sampai jam 2 malem (dengan dipotong waktu shalat dan tarawih). Bus kampus yang menuju mall-mall pun baru berangkat jam 20.00 ke Jeddah dan balik jam 24.00. (jadi bingung orang-orang ini kapan sih tidurnya ya -_-)

Nah, sebenernya dengan jam kerja yang cuma segitu, bakal enak banget kan pulang kerja bisa bobo siang leha-leha ampe buka. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk student yang tetap ngelab sepanjang hari, apalagi ditambah ambil semester pendek yang mesti kuliah dari pagi ampe sore (muahahaha, pukpuk Aditya). Eh tapi enakan gtu sih, pulang ngelab tiba-tiba udah buka. Coba ekeu, guling guling tak tentu arah, mau ke luar rumah panasnya ga kira-kira (siang hari di sini sekitar 42 derajat celcius, mamam gosong!), di dalam rumah aja bosen. Yha begitulah.

Di sini no such thing as ngabuburit dan jajanan bulan puasa. Ngabuburit ke mane pula, di dalam compound gini gini aje. Kangen deh pulang kantor ke Pasar Benhil beli cemal-cemil, pempek, bubur kampiun, ikan bakar. Atau ke Galaxy beli cemal-cemil, es buah, kolak, bubur sumsum. Atau bantuin Ibu siapin makanan berbuka mulai dari gorengan, minuman, sayur, lauk nyam nyam nyam.

Walaupun begitu, komunitas Indonesia di KAUST (KAUST-INA) seru banget,

Read More

Nyalon

Salah satu hobi saya adalah nyalon, Bukan nyalon nyalon yang haus kekuasaan gitu, tapi nyalon-nyalonin rambut pastinya. Seneng deh kalo abis nyalon, kepala jadi wangi, diuyek-uyek, dipijit-pijit ampe ngantuk. Hahahaa :’)

Dulu hampir tiap minggu saya ke salon. Kalo weekend ga sempet, kadang saya sempetin abis pulang kerja kalo belum tutup *niat*. Biasanya sih cuma creambath, waxing, potong rambut, atau luluran kalau banyak waktu. Untuk urusan salon sih saya ga remvong dan ga ada salon langganan tertentu. Di mana aja oke asal bersih dan harganya reasonable hemat, beib!. Pada akhirnya sih seringnya ke salon dekat rumah atau salon di mall yang selalu dilewatin kalo pulang kantor.

Nah pas pindah ke Arab, udah mikir-mikir gimanaaa kehidupan persalonan saya kelak. Alhamdulillah di KAUST ada satu salon wanita.

Read More

A glimpse of life in KAUST

early morning stroll - The Beacon of KAUST

The Beacon of KAUST

Three months ago I was moving to KAUST, following my husband who is pursuing his doctoral degree here.
FYI, KAUST is a research university located in Thuwal, Saudi Arabia, around 100 km from Jeddah.
I’ve never imagined that one day I will have to live in this country, with all of their strict rules. Long before my departure, my mother already advised me this and that; take care of yourself, don’t go anywhere alone, don’t take a taxi by yourself, use sunblock, etc etc etc. Well, her anxiety is understandable, tho. :))

In Saudi Arabia, there are several compounds which have quite different rules with the local norms. And KAUST is one of them. Here in KAUST, people can dress up more freely (but still appropriate) and women are allowed to go anywhere within campus by themselves.

Turns out, living in KAUST is very different from what I’ve imagined, in a positive way. Yeayyy! :D

One of the best thing of KAUST is that they support the relocation of their faculty and staff members (and families) very well and smooth. They helped to book our travel, and then on the appointed date of our arrival to Saudi Arabia, one of KAUST team greet us in the arrival gate and assist us through the immigration and customs, which is great. More than that, one driver were already assigned to pick us up at the airport and take us to KAUST. :’)

Read More