Genji Shoppe Pop-Up Store

Monde Genji Pie has been my favorite snack since I was a child, and will always be.
Who can resist those hearty shaped pastries BTW? That crunchy-ness, that sweetness, perfect.

I am so glad that Genji Pie is still exist until now, even getting better.
Currently, this snack become a hot topic in social media after they opened Genji Shoppe Pop-Up Store.

DSC_1676

The pop-up store takes place in the North Entrance of Pondok Indah Mall 3 (Street Gallery) and open daily from 10 AM to 10 PM for only one month.

Actually, the store itself was only a small booth with few seats. What makes it interesting is the wall art and the decorations. The store is made of boards with amazingly beautiful and eye-catching hand-painting designed by some Jakarta’s talented illustrators. Inside, they decorate the store with white and put some vintage stuffs. Cute!

At Genji Shoppe, they offer some creation of desserts made of Genji Pie. During my visit, I tried two of them, Magic Cinnamon Pie (28K) and This is Not a Martini (25K).

This is Not a Martini & Magic Cinnamon Pie

This is Not a Martini & Magic Cinnamon Pie

Magic Cinnamon Pie

Magic Cinnamon Pie

They said the Magic Cinnamon Pie is the best seller. It’s two Genji Pie served with mix fruit with cinnamon sensation. Umm, you know, that kind of apple pie filling.
The taste is so-so. I think the fruit is too sweet and sour, and the pie is soggy. Some people might like it, but it’s just not for me.

This is Not a Martini taste better. No, it’s the best!
Actually, it is a mini bite size of Genji Pie dipped into a chocolate mousse. The Genji Pie tastes like what Genji Pie should be, sweet and crunchy. The sweetness of the chocolate mousse is just right. The combination of both is perfect! :9

So, that is all.

Besides that, there is still some other of desserts you might like and also savory snacks you might want to try. If you plan to visit, you better be hurry. This latest craze desserts shoppe in town only last for a month!

1397873526638

BTW, since I didn’t took many photos (it was a tiring day, heavy rain, and crazy traffic jam; and yes, I’m hungry and too lazy to take photos), you might want to check they official channel below or simply search #genjishoppe in instagram for many great and creative photos.

twitter  instagram  facebook

Ciao!

Genji Shoppe Pop-Up Store
North Entrance of Pondok Indah Mall 3 (Street Gallery)
Open daily 10 AM – 10 PM, until mid of May-14

Mujigae Bibimbap and Casual Korean Food

Hola hola,

minggu lalu saya dan adik coba Mujigae resto yang terletak di Summarecon Mal Bekasi. Sebenernya sih ya masakan Korea tuh rasanya yaaa gitu deh, saya malah lebih prefer jajanan cem odeng, hotteok, gyeranppang, etc. Tapi, berhubung Mujigae makanannya ga semahal resto Korea lainnya, jadi bolehlah dicoba. :D

Di pintu masuk Mujigae, ada layar LCD dengan gambar bergerak eonni eonni Korea yang annoying abis. “em yu jey ai ji ei i, mujigae! be smart! come come!” Pokoknya annoying abis lah ngomong ngomong ga jelas gitu, rasanya pengen mecahin LCD nya sumpah deh. :))

Oiya, karena restoran ini lagi heitts banget, jadi pas kita datang di jam makan malam dia rame dan waiting list deh. Tapi karena cuma berdua, langsung dapet dehh yeay yeay. :D

Masuk ke dalem resto ini, wuiih high-tech abis. Di tiap meja ada iPad. Kenapa iPad yaa kenapa bukan Samsung atau LG, ini kan resto Korea ceritanyaaa. :”

Jadi, iPad ini berfungsi untuk memesan makanan dan memanggil waiter. Dari iPad ini juga kita bisa selfie (yang kemudian bisa di-share ke layar dan dikirim ke email pribadi), mesen MV lagu-lagu Korea (yang kemudian juga ditampilkan di layar), main game, sampai dengan minta bill. Kewl abis. Pasti ini buat mendistraksi kita dari hal hal yang kurang. Hahahaa

DSC_1412

Saat itu, saya pesan Cheese Kimchi Fried Rice + Fried Oden dan adik pesan Dolsot Spicy Bibimbap + Korean Fried Chicken. Untuk minumnya yang standar-standar aja sih, Korean Hot Tea. Lalu, kami juga pesan Patbingsu, shaved ice Korea dengan topping kacang merah dan mochi mochi.

Dolsot Bibimbap + KFC

Dolsot Bibimbap + KFC

Cheese KImchi Fried Rice + Fried Oden

Cheese Kimchi Fried Rice + Fried Oden

 

Patbingsu with Matcha Ice Cream

Patbingsu with Matcha Ice Cream

Rasanya, lumayan. Tapi sayang sih ga ada bancan-nya. Cuma dikasi kimchi doang buat side dish-nya. Aku kan ndak suka kimchi. T-T

Harganya, lumayan.

Tempatnya, lumayan. Cuma menurut aku sih kayaknya kurang asik buat nongkrong nongkrong lucu sama temen temen. Why? Karena rame banget sisttt. Ada layar yang menayangkan MV Korea + suara musiknya. Ada layar yang menayangkan selfie selfie kita. Ada layar yang menayangkan acara Korea, pas itu sih lagi running man yang ditampilin. Too many layars, bikin ekeu mudah terdistraksi. Etapi sebenernya dengan kayak gtu bisa jadi banyak bahan obrolan juga ya. :))

Gatau apa-apaan mengenai musik Korea. Iya iya aja pas liat MV MV yang bermunculan. Eh ada sih yang bagus apa tuh namanya IU sama 2NE1 kalo ga salah. Terus pas liat list lagu buat direquest, cuma tau lagu Oh! nya SNSD. :))

jalan jalan ke kota pahlawan

Hola hola!

Senin sampai Kamis minggu lalu, saya habis ke Surabaya loooh. Kali pertama banget ke kota ini. \o/

Sesampai di Surabaya, rasanya kagum sama kota ini. Banyak taman, pohon rindang di kanan kiri jalan, dan…..ga macet! Kata orang Surabaya-nya sih segitu udah lumayan macet, tapi kalo menurut saya yang tiap hari ngerasain Tol Dalam Kota Jakarta, beuuuh itu mah masih lancaaar.
Ternyata ini hikmahnya hidup di Jakarta, jadi lebih bersyukur. Rasa toleransi terhadap kemacetan pun meningkat. :))

Terus terus, jalanan di Surabaya ini rasanya familiar. Satu segmen jalan sensasinya kayak di Kosambi, Bandung. Jalan yang lain rasanya kayak di Barito, Jakarta. Bagian jalan yang lain rasanya kayak di Braga, Bandung.

Oiya, saat saya ke Surabaya kemarin itu, cuacanya ternyata lagi dingin. Hujan terus sepanjang hari. Padahal kan udah ngiranya Surabaya panas bangett. Agak salah deh udah siapin baju adem adem. :))

Selama di Surabaya, saya menginap di Hotel Santika Gubeng. Hotel ini baruuu banget, baru bulan lalu dibuka. Interior dan eksteriornya minimalis. Masih cling cling. Letaknya strategis. Suka!

Karena namanya business trip, maka agenda perjalanan ke Surabaya ini mostly meeting dan bekerja, ditambah…..makan ini itu, dan setengah hari refreshing ke Bromo! \m/

KULINER

Apabila seorang anak manusia melakukan perjalanan, merugilah ia bila tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut.

Kata orang sih belum ke Surabaya kalo belum makan Rawon.

Untuk yang ga tau rawon, rawon itu semacam masakan daging sapi dengan kuah khas berwarna hitam. Warna hitamnya itu berasal dari keluwak. Rawon biasanya di makan bersama dengan nasi, baby toge dan telur asin.

Malam itu, kami makan Rawon Setan yang terletak di Jalan Embong Malang, depan JW Marriott. Tidak buka cabang, katanya. Tempatnya rameee, banyak mobil parkir di depannya.

Namanya sih ngeri banget ya. Kirain dinamain Setan karena rasanya pedas mampus, seperti Comset, combro setan dari Karawang yang bikin nagih. Ternyataaa namanya Rawon Setan karena dulunya tuh bukanya menjelang tengah malam, jam jam nya setan pada mejeng. Kalo rasa sambalnya sih, menurut saya ga pedas. Hehehe

Selain Rawon Setan, di perjalanan dari Bromo ke Surabaya, saya juga mencoba Rawon Nguling, Probolinggo. Rawon ini juga terkenal. Tempatnya juga strategis dan bisa menampung banyak orang.
Rawon ini disajikan campur sama nasinya. Iya, jadi ternyata defaultnya adalah campur. Kalo kita ga bilang pisah, maka nasi dan rawonnya disajikan dalam satu piring, which is membuat gw makan nasi lebih banyak. T_T

Selain rawon, kuliner lain yang terkenal dari Surabaya adalah Bebek Goreng.

Masih di malam yang sama, setelah makan rawon, kami menuju ke Bebek Tugu Pahlawan. Letaknya di depan monumen Tugu Pahlawan. Bentuknya misbar, gerimis bubar. Hanya tenda bongkar-pasang di depan ruko-ruko yang udah tutup. Tapi emang yang gini gini nih yang biasanya enak.

Di sini sistemnya cepat dan self-service: pesan – disiapkan – bawa piring sendiri ke meja. Di atas piring, sudah disajikan nasi (optional), bebek goreng (bisa pilih paha/dada/jeroan), serundeng, dua macam sambal, dan timun. Rasa bebeknya enak dan empuk, dagingnya lepas semua dari tulangnya. Sambalnya juga enak dan pas.

Walaupun letaknya hanya di tenda seperti itu, Bebek Tugu Pahlawan ini terkenal banget. Kalo jam makan malam, antriannyaaa rame deh pokoknya. Saat itu saja kita datang sudah malam banget dan masih rame aja.

Kuliner lain yang saya coba yaitu Sate Ponorogo Pak Seger yang terletak cukup dekat dengan hotel. Sesungguhnya Sate Ponorogo itu adalah sate ayam dengan bumbu kacang. Sekian. Actually, I’m not a fan of sate ayam, tapi yang ini rasanya lumayan deh. Bumbu kacangnya ga kemanisan dan ga bikin eneg, karena bumbu kacangnya bisa kita campur dengan sambal dan potongan bawang.

Sebenernya selain makanan di atas, masih banyak lagi kuliner khas Surabaya seperti Lontong Balap, Lontong Kupang, dan Rujak Cingur.

Oh, dan ternyata Cingur di rujak cingur itu bukan Cikur alias Kencur. Paaasss banget tadi siang nonton TV dan lagi bahas Rujak Cingur di Pasar Genteng, Surabaya. Cingur ternyata adalah moncong sapiii. Aku ga tega tadi liatnya di tivi T_T

Selain itu, di Surabaya ada tempat makan es krim yang terkenal, Zangrandi. Setelah mendengar deskripsi dari orang-orang, sepertinya es krim Zangrandi ini serupa dengan Ragusa di Jakarta.

OLEH-OLEH

Sebenernya, waktu untuk mencari oleh-oleh selama saya di Surabaya ini sedikit bangettt. Alhasil saya cuma sempat 10 menit untuk beli oleh-oleh di Pasar Genteng. :))
Di Pasar Genteng, saya membeli keripik-keripikan. Keripik nangka, keripik mangga, keripik ceker. Hebat ya orang Indonesia, apa-apa dibikin keripik. Tadi siang aja liat ada inovasi baru, keripik rujak dari Bandung. Atulaaah susah bayangin rasanya. :|

Pas sampai di airport eh baru ngeh deh ada titipan ibunya pacal yang kelupaan, Bandeng Asap! Katanya ini salah satu khas Surabaya juga. Untung aja ada yang jual. Hehehe maap Tante, maap :p

Selain oleh-oleh khas tersebut, sebenernya ada satu lagi nih makanan yang lagi hits di Surabaya. Heitss banget sampai semua orang kayaknya nitip kue yang satu ini. Almond Crispy Cheese.

DSC_1386

Almond Crispy Cheese (sebut saja ACC biar cepet) mengklaim dirinya sebagai oleh-oleh khas Surabaya. Sebenernya sih ini semacam brownies kukus, keripik pedes dan “oleh-oleh” Bandung lainnya. Produk hasil inovasi + marketing yang oke. :D

ACC adalah cookies pipih dengan topping almond dan cheese. Terdiri dari tiga rasa: original, choco dan green tea. Saat saya beli titip temen, cuma ada yang original (bungkusnya doang green tea) dan choco aja. Yang green tea lagi ga produksi sampai bulan depan katanya.

Rasanya light banget dan nagih, mirip cookies tapi crepes. Begitulah.
Kalo soal selera, saya lebih suka yang choco karena rasa coklatnya pas, ga manis. Orang-orang tampaknya lebih suka yang original. Yang original menurut saya mirip sama martabak tipis kering di deket rumah. :))

DSC_1388

Satu kotak ACC harganya 40,000 rupiah. Saat ini baru dijual di outlet-outlet Wisata Rasa aja. Waktu itu ga sempat hunting, saya titip teman. Karena sudah sore, jadinya sudah habis dan harus pesan dulu.
Pagi hari sebelum ke airport saya sempet mampir ke outlet yang di Pasar Genteng sih karena SPV saya juga ingin beli, tapi tinggal tersisa beberapa kotak rasa coklat saja. Stok baru datang jam 1 siang katanya. Kalo mau cepat sebaiknya ke rumah produksinya aja di Jemursari.
Gtu.
Jadi intinya lebih baik pesan dulu kalo mau beli. Atau datang jam 1 siang.

Selain rasa, yang saya suka dari ACC adalah packaging-nya yang oke. Orang-orang kantor ampe ngira ini produk dari luar negeri. Kotaknya tebal dan desainnya oke, sampai sampai saya mikir kalo kotaknya diganti jadi yang biasa aja, mungkin ini harganya bisa 20rb-an aja. :))

Kata temen sih, ACC ini bisa delivery order, tapi minimal satu lusin. Jadi paling kalo mau pesan, kumpulin order teman kantor rame-rame dulu ya. Hehehe

Bukan iklan, tapi sekian promo ACC-nya.
Dear Wisata Rasa, kalo kamu baca ini, aku mau dong gratis ACC yang Choco dikirim ke rumah. Alamatnya PM aja ya. :))

Sekian deh cerita jalan-jalan di Surabaya.
Bromo-nya?
Di next post yaa.

Bye~

Have a great Monday!
Semangattt, working days tahun ini tinggal 5 hari lagi. ;)

Little Sheep Chinese Shabu-shabu

Hari Kamis kemarin, saya diajak dinner bersama rekan kerja, ceritanya sih dalam rangka Thanksgiving. Padahal kita ga ada yang ngerayain juga sih. Alesan aja dia biar kita makan bareng. Emang akhir-akhir ini kita terlalu sibuk, bahkan belum pernah hangout bersama.

Karena kesibukan masing-masing (yaelah udah malem, diajak dinner bareng aja susah), akhirnya kita makan dekat kantor deh: Little Sheep Chinese Shabu-shabu. Iya, deket banget. Letaknya di parkiran kantor, tinggal ngesot nyampe deh.

Sebenarnya ini kali pertama saya makan di sini, padahal deket banget ya. Saya pikir ini semacam shabu-shabu di resto Jepang, eh ternyata beda.

Malam itu kami memesan Half-half Original and Spicy Broth. Celup-celupannya macem macem ada mushroom, shitake, potato, lotus root, kailan, tofu, wonton, beef, shrimp, meatball, dll.

Image

(Photo courtesy of urbanouteaters; maap maap akunya terlalu fokus makan ampe lupa foto -_- )

Pas kuahnya datang, whoaaa penampakannya dan wanginya menarik banget. Ini yang menurut saya bikin beda dari hotpot dan shabu-shabu lain yang pernah saya coba.

Kuahnya kaya banget dengan Chinese herbs, ada bawang (banyaaakkk banget), jahe, daun bawang, goji berry, dan Chinese dates. Pas diliat-liat, eh ini mah ingredients yang suka ada di body lotion saya. Ternyata enak juga kalau dijadiin bumbu masakan, unik. Selain itu, saya juga suka liat sih rekan kerja saya yang orang Cina setiap hari minum goji berry dan Chinese dates itu diseduh seperti teh, katanya itu merupakan suplemen yang bagus bagi wanita.

Untuk minumnya, saya memesan minuman kaleng berwarna merah bertuliskan Cina, lupa namanya apa. Pokoknya katanya sih bagus untuk mendinginkan perut. Pas diicip-icip, eh ini mah Liang Tehhh. Untuk dessert-nya saya pesan Mango Pudding. Saya perhatikan, setiap makan di Chinese restaurant, pasti ada Mango Pudding ya. Dan uniknya, pudding ini ga pake fla, tapi dibanjur dengan susu putih tawar. Enak, jadi tidak terlalu manis. Kalau soal rasa, Mango Pudding di sini so-so lah, masih ga se-spektakuler Mango Pudding di Peach Garden, Siloam Semanggi. Itu mah dewaaa lembut dan enak banget pengen nangis makannya.

Oiya, kemarin itu lucu banget, saking hati-hatinya, rekan kerja Cina selalu nanya “Annisa, can you eat this?” setiap dia pesan bahan makanan. Padahal saya udah bilang pokoknya asal jangan pork and lard. Eh dia ampe kentang dan kailan juga ditanya cobaaa. :’))

Terus terus si rekan kerja Pakistan kan ternyata istrinya Cina, ya ampuuun anaknya cantik dan ganteng bangett. Matanya besar, alisnya tebal, hidungnya mancung kayak orang Pakistan, daaan dapat kulit putih dari ibunya. How lucky…

Seru juga makan bareng dengan teman teman ini, jadi banyak cerita ini itu karena kita latar belakangnya beda-beda. Semoga bisa sering-sering kayak gini deh. Seseorang pernah bilang ke saya, cara termudah untuk dekat dengan orang tuh dengan makan bersama. Ada benarnya juga. :)

Little Sheep

BRI II Center Park 7th Floor. Jl. Jend. Sudirman Kav 42-43 Jakarta 10210 – Indonesia
Phone: (021) 57853365

Benihana

Jumat lalu saya pergi makan siang dengan teman kantor ke Benihana, Grand Indonesia.

DSC_1314

Benihana terletak di East Mall GI, lantai 3A, dekat dengan Food Louvre. Saya udah sering mondar-mandir depan resto-nya. Awalnya saya pikir ini semacam makanan Hawaii karena namanya yang eksotis (halah), atau makanan Jepang seperti Hanamasa dan resto shabu-shabu lainnya. Ternyata eh ternyata bukan. Saya pikir juga tempatnya kecil karena dari depan keliatannya secuil. Ternyata eh ternyata salah juga.

Kami berlima memesan tiga set platter untuk di-shared karena konon satu platter bisa untuk dua orang. Kami memesan Hibachi Steak, terus lupa, terus lupa. Pokoknya dua platter yang lain isinya salmon, shrimp, dan lobster. Paket ini sudah termasuk sup dan salad sebagai appetizer dan nasi. Sup-nya rasanya semacam chicken soup, enak hangat. Tapi aku kan sensi ya sama yang asin asin jadi menurut aku keasinan. Terus kalo saladnya sih segar tapi sauce nya agak asam, mustard atau ginger kali ya (ngasal).

Tempat duduk kami serupa sushi bar dengan meja U-shape. Di tengah tengah ada chef yang memasak. Sebelum memulai, dia memperkenalkan diri, namanya Chef Rocky, Riko, ah ingatan saya buruk, kita panggil saja Chef R. FYI, chef-nya ganteng. Sekian.

Yang bilang no pic = hoax, ini fotonya. Tapi burem (buremnya aja kece, udah kece jago masak pula). T-T

DSC_1315

Pertama-tama, Chef R memainkan instrumen dengan kitchen utensils-nya. Kewl!  Liat ini jadi inget Cookin’ Nanta Show di Korea.

Kemudian dia memperkenalkan berbagai macam saus ini itu. Saus ini pedas, ini manis, ini cocok untuk sayuran dan seafood, ini cocok untuk daging dan ayam. Selanjutnya dia mulai memasak onion, zucchini dan Portobello mushroom. Terus show off lagi deh. Dia membuat stack onion terus dia pegang api (iya pegang api!) terus apinya dilempar dan onion-nya jadi kayak volcano. Huwooo. My kampong personality is bangkit! :))

Setelah semuanya dihidangkan, Chef R mulai membuat nasi goreng. Telurnya di spin, di juggling junggling pake osengan (jago pisaaan!), di lempar sana sini ga pecah pecah, baru deh masak. Ngeliatnya bikin inget episode HIMYM yang Barney atraksi atraksi gini, apalagi pas liat chef meja sebelah atraksi shrimp in to the pocket. Ahahahaha Barney can do it, too!

Lalu dimulailah masak masak.

Jadi ini toh ‘eatertainment’ experience dari Benihana. Bener-bener pengalaman baru dan seru. Chef-nya asik, atraktif dan interaktif. Makanannya juga oke. Beberapa makanan emang biasa aja sih rasanya. Favorite saya vodka onion, tenderloin steak medium well, dan grilled salmon. Oiya, bener bener ga nyangka saya bisa suka sama onion kayak gtu. Enak banget, ga kayak onion, ga bikin bau mulut, dan ga pedas di mata. Taunya yang api api tadi tuh dari vodka. Ahahaha :))

Untuk tempatnya sendiri oke dan cozy. Konon itu lagi mulai renov jadi nanti ada seat yang viewnya ke Bundaran HI (hih ngeliatin macet, hahaha). IMO, kalo ke sini sih cocoknya small group gtu ya. Kalo sendiri zonk amat man to man sama chef nya. Kalo berdua sama pasangan err kurang enak juga diliatin mas chef nya. Kalo keramean, hmm nanti mejanya pisah, ga asik deh.

FYI, Untuk harga yaaa agak agak sih, bisa 200-250 per orang. (untung kemaren ditraktir! :p)

Bakalan ke sini lagi ga? Ya suatu hari nanti lah, ga sering sering. Once in a while, once in a lifetime harus coba cobi yang beginian.

Martabak Har…man.

Udah pernah coba Martabak HAR asal Palembang yang tersohor belum?

Saya sudah…KW-nya. :D

Jadi, setelah sekian juta tahun berdomisili di sekitaran Kalimalang, Bekasi, akhirnya saya icip-icip Martabak Harman yang terletak di Jalan KH Noer Ali No. 9, Kalimalang, Bekasi Barat. Letaknya deket persimpangan Galaxy, tepatnya di jejeran ruko Pizza Hut dan Dunkin Donut. Papan namanya warna kuning merah terlihat jelas mencolok di pinggir jalan Kalimalang yang padat.

Martabak Harman menempati ruko kecil sederhana dengan beberapa meja. Di dindingnya terpajang foto-foto makanan dan beberapa foto bang Harman (eh, itu nama aslinya dia bukan sih?) dengan artis-artis yang pernah berkunjung kemari. Terkenal juga doi!

Saya pesan satu porsi martabak har dengan telur bebek untuk di bawa pulang. Harganya kalau tidak salah 18000 rupiah.

Selain martabak har, tempat ini juga menjual makanan lain khas Palembang. Ada mie celor, tekwan, model, pempek, roti cane, nasi minyak, dan es kacang merah.
Ada juga martabak telur yang kayak biasa, dia sebutnya martabak sayur.
Oh iya, dia juga menerima pesanan Kue Delapan Jam. Apakah itu? Saya juga tidak tau. Yang pasti kayaknya butuh effort dan waktu banyak banget ya buat bikinnya.

Sambil duduk menunggu, saya makan srikaya yang tersedia di meja. Enak! Emang all time favorite deh srikaya!

Sampai di rumah, saya langsung buka bungkus martabak har ini.
Unik! Isinya masa’ cuma dua telur bebek yang diceplok lalu dibalut dengan kulit martabak. Kemudian disajikan dengan kari dan sambal cuka. Kalau rasa martabaknya ya sebenernya biasa aja karena isinya telur doang. Yang bikin enak adalah rasa karinya. Sayang, harusnya daging di kari-nya lebih banyak lagi. :9

DSC_1093[1]

Martabak-nya udah keburu dimakan sebelum difoto. Ihiks..
Oiya, katanya sih harusnya kari-nya ini dibanjur ke atas martabak-nya, tapi karena ekeu ga biasa, jadi dicocol atau dibanjur di piring kecil masing-masing. :p

Enak dan unik. Oke banget untuk datang ke sini lagi lain kali. Apalagi ada menu-menu khas Palembang lainnya yang perlu dicoba satu satu. Deket pula dari rumah, tinggal ngesot aja. :D

Spaghetti Carbonara recipe :9

Hola hola.. This is spaghetti carbonara recipe that I’ve tried several weeks ago. So far this is the most delicious, easiest and most applicable carbonara recipe that I’ve tried. :D

Check it out!

Spaghetti Carbonara

The Ingredients

spaghetti pasta
1 tablespoon of cooking oil
3 tablespoons of margarine
1/2 medium-size onion, chopped
200mL plain milk
1 tablespoon of all purpose flour
50mL chicken broth
1 teaspoon of oregano
as-many-as-you-like smoked beef, sausage, etc; chopped :D
frozen vegetables
grated cheese
salt and pepper

The Steps

The Pasta:
Boil water in the pot. Add a table spoon of cooking oil and a pinch of salt.
Add the pasta. Removed the pot from the heat when the pasta is al dente.
Drain the water and serve the pasta in the plate.

The Sauce:
First, melt margarine in the pan and then add chopped onion. Wait until it smells good.
Add milk and whisk. Add flour to make the carbonara sauce thicken. Whisk. (Note: do not add too many flour because it will make the sauce super thick. If so, you can add chicken broth. It will melt down and add flavor to the sauce ;) )
Add the smoked beef and sausages.
Add frozen vegetables. (After removed from the fridge, please wait until the vegetables melted before put it on the heat)
Add oregano, salt and pepper. Stir.

Add the sauce in the top of spaghetti. Add grated cheese. Serve.
Delicioso spaghetti carbonara is ready to eat! :9

Still couple of hours until the break fasting time. Let’s wait and cook! ;)

bamboo dim sum (all you can eat)

Kemarin saya dan adek pergi ke daerah MT. Haryono demi mengirimkan dokumen penting lewat express mail yang buka tiap hari di sana. Setelah itu kami mampir ke Tebet sebelum pulang buat icip-icip dim sum all you can eat di sana. Saya waktu itu dapet info ini dari temen. Dia bilang ada dim sum all you can eat murah di daerah Kelapa Gading, eh ternyata sekarang doi udah ada cabang di Tebet juga.

Namanya Bamboo Dim Sum, terletak di Jalan Tebet Raya No. 78.
Buka jam 10.00-15.00 dan 17.00-21.00.
Paket all you can eat di sini murah banget cuma 43000 IDR dengan free drink teh tawar hangat yang ambil sendiri.

This slideshow requires JavaScript.

Saya dan adek sampai di sana jam 16.45 eh ternyata masih tutup dan baru buka (lagi) jam 17.00, akhirnya kita duduk-duduk dulu di kursi di luarnya. Pas buka kami langsung masuk dan duduk. Dari luar resto ini terlihat lucu lucu :3 , eh tapi pas masuk agak zonk ga sesuai harapan. Hahaha… Di lantai 1 interiornya biasa aja, tempatnya kecil dan agak panas. Saya ga liat lantai 2 kayak apa, tapi sepertinya lebih sejuk karena ruangannya terbuka. Kayaknya lantai 2 juga pas buat nongkrong bareng temen-temen karena terdengar suara rame rame asik sendiri gtu. :P

Sistem all you can eat di sini cukup aneh ya. Sebelumnya saya cuma pernah all you can eat dim sum di Eastern, Istana Plaza, Bandung. Kalo di sana kan kita order nanti dianterin pesanan yang kita mau. Kalo di sini, waiter keluar dari dapur bawa dim sum seabrek segala macem. Nanti dia bakal tawarin ke meja-meja atau kita cegar sebelum dia ke meja orang atau bisa kita panggil untuk request makanan. Makanan yang udah di meja harus dihabiskan, kalo ga nanti bakal kena charge seharga makanan tersebut.

Soal rasa dan porsi ya so so lah. Rasanya biasa aja, ga spesial dan ihwaw. Porsinya kecil; yang menurut saya malah gapapa (asal jangan lebih kecil lagi aja -_-) karena jadi bisa coba segala varian dim sum nya sebelum kenyang. :D

Karena porsinya kecil, saya berdua adek kemaren makan ampe 23 porsi…dan masih belum kenyang. >:D
Sayang sekali setelah beberapa kali mampir ke meja kami kayaknya pelayannya bosen dan jadi jarang mampir, seringnya mampir ke yang pengunjung baru, jadi aja nunggunya lama. Padahal ampe 30 porsi juga masih sanggup deh. :P

Dari 23 porsi yang kami makan itu ada steam dim sum (kayak siomay, hakau, ayam-jamur, nasi ketan ayam, ceker, tahu, wonton, siomay salmon), fried dim sum (bola cumi, bamboo spesial, lumpia kulit tahu), dan manis-manis (mantau jagung manis, bakpao srikaya, pisang goreng saus cokelat).
Yang steam dim sum enak semua kecuali siomay salmon yang amis dan rasanya aneh, mana keambil 2 porsi lagi. :s
Yang fried dim sum bola cumi kurang oke karena…mana cuminyaaa, gede sama roti goreng doang. DX
Yang manis-manis enak semua apalagi mantau jagung manis. :9

Overall lumayan lah. Ada harga ada kualitas. Boleh lah dicoba buat yang mau kenyang murah makan dim sum.
Saran saya kalau mau datang pas jam buka biar dapet tempat soalnya pengunjungnya ramai. Beberapa pengunjung yang datang belakangan akhirnya ga dapet tempat deh. : (

churros recipe

Churro is a fried-dough snack. It said that Churro is a Mexican fritters, others said that Churro sometimes referred as Spanish doughnut.

I find Churro recipe from theFword youtube channel.

Watching Gordon Ramsay cook is very delightful. <3
Looks very pro. Well, he is a pro anyway. And OMG, he is able to explain the process in less than 2 minutes. Nice! :D

After that, I tried to find the ingredients of original churros recipe. And here it is:

  • 4 tablespoon of flour
  • 1 1/2 tablespoon of powdered sugar
  • a pinch of salt
  • 1 egg
  • 2 tablespoon of butter
  • a cup of water
  • oil
  • 1 teaspoon of cinnamon

Directions:

  1. In a small sauce pan, boil a cup of water. Add margarine. Mix them well until the butter melts.
  2. Lower the heat. Add flour, sugar, and salt. Stir them until they form like a ball of dough.
  3. Remove from the heat, add egg and stir vigorously!
  4. Spoon the dough into the pastry bag. Chill for a while in the fridge.
  5. Heat oil in deep-fryer. After the oil boils, pipe strips of dough directly into the hot oil. Fry until golden brown. Drain.
  6. Stir the powdered sugar and cinnamon together. Roll the Churros while still hot. Or sprinkle the powdered sugar and cinnamon to the Churros.
  7. DONE!

Note:
I do not have pastry bag, so I use plastic for food and make a hole in the tip.
My first batch cooked in the medium heat. It turns out the color is already golden brown but the outside is not so crispy and the inside is not so well-cooked. I think it is better to cook the dough in the hot oil, on low heat.

Here’s a picture of my Churros :D

Happy cooking!

2 minutes microwave chocolate lava cake recipe

Today, I am home alone and bored. After browsed the internet and stumbled upon on youtube, I found this video:


That is a video about baking molten cake in just 2 minutes! It seems pretty easy to bake and looks delicious. And just need a little time for preparation. Amazing…

So, the ingredients are:

– 3 tbsp of butter; melted
– 3 tbsp of sugar; I used powdered sugar
– 1 egg; whisked
– 3 tbsp of plain milk
– a bit vanilla extract
– 4 tbsp of flour
– a pinch of baking powder, because I do not have self-rising flour
– 2 tbsp of cocoa powder
– instead of using choco chips, I use Ceres choco hazelnut which is quite similar with Nutella :9

How to:

First, add sugar to melted butter, whisk.
Add the whisked egg, milk and vanilla extract.
Add flour, baking powder and cocoa powder. Mix well.
Pour the batter into a mug.
Put it in microwave for about 2 minutes.
And, VOILA! Your cake is ready to serve! :9

Here’s some notes for you:

Don’t forget to sieve everything that powdered form. It helps you to get rid of the lumps while you whisk the batter.

Before you put the batter in the mug, I advice you to cover the inside of the mug with butter, so the cake do not stick to the mug.

You just need to fill the mug in a half or 3/4, because the cake will expand while you put it in microwave. Or simply just use a bigger mug. :D

For the Ceres, I insert it in the middle of the batter. So, you pour half of your batter to the mug, add a spoon of Ceres, and put the rest of the batter in the top of that.
If you want to use lot spoon of Ceres, reduce the amount of sugar you use, because it would be very sweet.

After use the microwave, be careful because the mug is veryyy hot!

You can eat the cake directly from the mug or you can serve it in a plate and pour a pinch of powdered sugar. Sweet… :)

And…here’s photo of my cake:

I can’t believe that making chocolate cake can be so quick and easy.
I also can’t believe that it taste like a real chocolate cake. Nyaaam :9