(never) settle

Bukan, bukan mau promosi handphone.

Jadi, tidak lama setelah menikah dan memahami the nature of profesi suami saat ini, saya menyadari bahwa hidup yang tidak menetap adalah part of early researcher life.

Awalnya tentu saya sangat excited (and I still do) dengan pengalaman hidup di belahan dunia yang lain. Saya dapat membayangkan hidup beberapa waktu di A, kemudian beberapa waktu di B. “Aku akan terus mendukung dan mengikuti ke manapun kamu pergi (and I still really really do). Let’s strive for the best and never settle!”

never_settle

Ini mah wallpaper hape itu. Source: zedge.net

Read More

Nothing to Hide

nothing_to_hide-_publicity-h_2018

Aktivitas favorit gw yang sangat tidak produktif adalah nonton Netflix. Salah satu film yang baru aja gw tonton kemarin ini adalah “Nothing to Hide”, drama komedi Perancis yang bercerita tentang tujuh orang sahabat lama yang memutuskan untuk membuka notifikasi ponsel mereka di depan umum ketika makan malam bersama.

Dari premisnya sendiri udah ketebak kalau ini bukan hal yang bagus untuk dilakukan karena pasti permasalahan masing-masing karakter akan terbongkar di depan umum. Read More

Alasan punya anak?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman di Instagram membuka pertanyaan yang kira-kira begini: apa alasan kamu punya anak (atau nambah anak)?

Harusnya gampang dong yaaa jawabnya, kan sendirinya udah punya. Eh ternyata rada ngahuleng juga pas mau ngetik jawabannya. Hahahahaha

Hmm hmm hmm apa ya?

Read More

Ingin menikah lagi

Bukan, bukan the marriage.

Saya super duper bahagia dengan kehidupan saya sekarang. Suami baik hati, satu prinsip, pengertian. Anak sehat, lucu. Alhamdulillah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.

Tapi, the wedding

Read More

Growing old

Jadi beberapa hari yang lalu, sehari setelah ulang tahun Bapak, saya video calling Ibu menanyakan kabar Bapak dan Ibu.

Ibu selalu menjadi proxy antara saya dan Bapak, entah mengapa. Kenapa ga ngobrol langsung aja kan ya padahal ortu sendiri. Huhuhu bingung sih, saya dan Bapak biasanya hanya berkirim pesan ketika ulang tahun. Bertelepon langsung mungkin rasanya akan sangat awkward.

Ketika video call, saya lihat wajah Bapak kok terlihat lesu sekali. Ternyata sudah beberapa hari Bapak demam. Mereka berencana akan ke dokter. Oh iya, saya menghitung, Bapak baru saja berulang tahun yang ke-65. Ternyata sudah setua itu.

Seketika saya merasa mata mulai memanas. Kalimat ini pun langsung terasa menohok sekali:

We are so busy growing up, we often forget that our parents are also growing old.

T_____T

Bapak, Ibu, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan ya.

Rencana keuangan

person holding coins

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Sok iye banget ga sih judulnya 😂

Di usia late twenties gini, rata-rata orang-orang di lingkaran pertemanan saya sedang memulai keluarga dan membesarkan anak. Ada yang udah mulai cari-cari sekolahan padahal anaknya juga baru masuk SD beberapa tahun lagi. Ada teman yang sudah survey biaya sekolah sejak anaknya belum bisa merangkak. OH WOW. Agak mengagetkan juga sih kenapa harus mencari sekolah sedini mungkin. Ternyata, lebih kaget lagi kalau liat biaya SD jaman sekarang. T___T

Kontrasepsi mana kontrasepsiii?!

Langsung mau nabung rasanya.

Read More