Hal-hal yang dirindukan selepas pergi dari Saudi

Holaaa…

Ga kerasa udah hampir dua bulan meninggalkan jazirah Arab! Akhirnya kerempongan pindahan yang selalu terbayang terlewati juga, hahaha. Dan setelah beberapa minggu di sini, akhirnya kita mulai settling-in.

Empat setengah tahun yang lalu saya menyusul suami ke Saudi yang secara kultural sangat unik, dan setelah pindah saya tersadar bahwa sangat kecil kesempatan untuk tinggal di sana lagi. Walaupun di sini nyaman (dan dingin), tentunya ada hal-hal yang saya rindukan dari hidup di Saudi, karena setengah dekade bukanlah waktu yang singkat.

Mekkah dan Madinah

Dulu misalnya ga harus tinggal di Saudi, saya ga kebayang sih bakal pergi umroh sering sering. Ketika tinggal di Saudi, lokasi tempat tinggal yang hanya berjarak dua jam, serta fasilitas bus dari kampus setiap weekend untuk ke Haram tentunya sangat sangat sangat memudahkan kami untuk menjalankan ibadah umroh.

Selain itu, saya juga tidak terbayang dapat menjalankan ibadah haji sebelum usia 30 tahun, Alhamdulillah. FYI, setiap resident di Saudi dapat menjalankan ibadah haji satu kali setiap lima tahun. Walaupun biayanya cukup besar dan reservasinya rebutan, tentunya hal ini jauh lebih mudah daripada mendaftar dan tahunan mengantri haji dari Indonesia.

KAUST & KAUST-INA

KAUST adalah tempat suami menjalankan studi doktoral selama lima tahun, tempat saya bekerja juga selama tiga tahun, tapi lebih dari itu, KAUST adalah rumah pertama kami sebagai keluarga. <3

Mungkin memang nature-nya orang Indonesia yang suka berkumpul dengan sebangsanya, jadi ada aja kayaknya komunitas orang Indonesia di segala penjuru dunia. KAUST-INA adalah komunitas orang Indonesia di KAUST yang terdiri dari para student, postdoc, scientist, staff, beserta spouse dan anak-anaknya. Karena kita terkungkung di sangkar emas KAUST bersama-sama, kita jadi keluarga banget. Semuanya baik-baik dan saling menolong. Beneran ga kebayang deh hidup di tengah gurun tanpa kehangatan dan support dari KAUST-INA. Pokoknya luvvv.

IMG-20191011-WA0000

KAUST ladies <3

KMC

KMC aka. KAUST Medical Center adalah satu-satunya klinik di lingkungan tempat kami tinggal. Walaupun begitu, fasilitas dan doktor di sini cukup lengkap. Apabila pasien memerlukan penanganan khusus, KMC bekerja sama dengan rumah sakit di Jeddah untuk tindakan lebih lanjut. Enaknya di KMC adalah setiap booking appointment bisa dilakukan melalui telepon atau website. Jam periksanya pun ga ngaret, jadi misalnya kita ada appointment pukul 08.15, datang saja 10 menit sebelumnya untuk registrasi dan triage, lalu ketemu dokter jam 08.15 teng! Sebagai anak yang ga suka bawa anak lama-lama ke klinik/rumah sakit, ini oke banget sih. Karena, lama-lama di klinik tuh sama dengan berlama-lama di sarang penyakit, kasian anakku. :))

Middle-eastern’s desserts

Saya ga terlalu fancy dengan cuisine-nya karena daging daging daging, no sayur. Lama kelamaan jadi sembelit dan craving sayur juga.

Tapi kalau berbicara soal dessert, Middle East lah juaranya!
Kunafa, masoub, Um Ali, baklava. Apa lagi ya, pokoknya banyak! BTW, yang belum pernah coba Kunafa, please coba setidaknya sekali seumur hidup.

Source foto: TripAdvisor dan koleksi pribadi

Kunafa adalah dessert khas timur tengah yang terbuat dari pastry berbentuk bihun(?), berisikan keju dan krim, ditaburi pistachio, dan disiram dengan sirup gula. Kalorinya? Jangan ditanya. Yang pasti, untuk pecinta keju, ini super duper enak!

Dessert khas timur tengah lainnya adalah Masoub. Bread pudding khas Yemen ini merupakan campuran roti Arab dan pisang yang dilumat, kemudian diberi topping krim, madu, keju, etc etc etc. Pokoknya enak. Mahkluk ini juga my guilty pleasure karena ga bisa banget cuma makan satu suap.

masoob_5235-reg

Yaampun sedih selama ini ga punya foto masoub sendiri saking enaknya. Source

Selain itu, ada juga Umm Ali. Apakah dessert ini buatan ibunya Ali? Dessert ini juga sejenis bread pudding, hanya saja dia berupa pastry yang dicampur dengan susu, krim, madu, dan kacang-kacangan. Once in a blue moon, di supermarket compound suka ada Umm Ali instan. Ga instan instan amat sih karena isinya cuma pastry sobek doang, jadi di rumah tinggal kasih topping dan cukup satu kali proses panggang.

Last but not least, baklava! Udah ga usah dijabarkan lagi lah ya pokoknya enak keterlaluan.

Winter

Winter adalah musim terbaik di Saudi, bahkan menurut saya ini musim dingin terbaik di seluruh dunia. Adem, tapi tidak beku. Di musim ini, cuaca yang sejuk sekitar 15-25 derajat Celsius sangat pas untuk beraktivitas outdoor. Di bagian negara yang lain, seperti Riyadh dan Madinah bahkan bisa lebih dingin lagi. Pada saat kita road trip ke utara tahun lalu bahkan pagi hari di Tabuk bisa mencapai 4 derajat Celcius!

Selain itu di pergantian musim menuju winter biasa banyak hujan. Hujan yang setahun bisa dihitung jari dan cuaca yang bersahabat akhirnya membuat gurun yang tandus jadi hijau-hijau. Senangnyaaa. Sayangnya cuaca yang nyaman ini hanya berlangsung selama 3-4 bulan. Setelah itu, welcome to the oven lagi!

Toilet shower

Wagelaseh aku takjub dengan kejorokan bulay yang bisa hidup tanpa toilet shower. T__T

Selama di Saudi, di mana pun, di toilet di antah berantah pun, pasti ada toilet shower. Minimal ada ember dan gayung deh. Heran sih, orang barat yang katanya civilized kenapa masih belum paham bahwa air itu lebih bisa membersihkan daripada tisu.

Seorang teman yang menikah dengan pria asing bercerita bahwa akhirnya ia berhasil meng-convert pemahaman suaminya. Setelah tercerahkan, sang suami pun berpikir “how did I live my life in the past 30 years?!”. Dan sejauh ini, rumah mereka adalah tempat di mana saya bisa menemukan toilet shower. :’)

Makanan halal

Makanan halal tuh kan seringkali taken for granted ya. Selama di Saudi mana mikir ke-halal-an makanan. Makan aja semua semua dimakan. Hidup di Indonesia walaupun beragam tapi cukup mudah karena biasanya jelas mana yang boleh dan mana yang tidak. Nah di tempat baru ini untuk mencari makanan halal harus ada effort lebih, misalnya dengan beli daging di toko tertentu atau dengan mengecek ingredients makanan. Alhamdulillah kalau dicari ada aja sih.

Mobil

Sebenarnya transportasi umum di Saudi adalah hal yang paling TIDAK saya rindukan. Emang ga ada sih, hahaha. Karena itu, saat tinggal di sana kami memiliki mobil pribadi supaya bisa pergi pergi dengan mudah. Selama di sini, kami belum menemukan poin plus memiliki mobil pribadi untuk di dalam kota. Selain mobilnya mahal, bensinnya mahal, pajaknya juga besar. Emang di Saudi yang mana ga ada pajak, tol gratis, harga bensin pun lebih murah daripada air minum. Hahaha… Tapi kalau ada satu hal yang dikangenin dari punya mobil, aku akan menyebut: bisa bawa barang belanjaan segambreng!

Update 16/12/2019:

Matahari

Kemarin ini sempat kepikiran, apalagi ya kayaknya ada yang aku kangenin banget. Setelah hari ini mendekam seharian dan gelap-gelapan di rumah, jadi inget deh, MATAHARI!

Selama di Saudi mana kepikiran bakal kangen sinar matahari ye kan berhubung di sana sinarnya tumpah tumpah serasa mataharinya berceceran di langit. Eh ternyata pas pindah ke sini, jadi kangen banget. Karena saat ini menuju musim dingin, sinar matahari dalam sehari menjadi sangat minim. Saat ini matahari baru terbit jam setengah 9, dan sudah terbenam kembali jam 3 lewat dikit. Alhasil kami hanya mendapatkan sinar matahari sekitar 6 jam per hari, itu pun bila hari tidak berawan atau hujan yang mana sangat sangat sangat sangat sangat jarang. Hhhhh.

Pernah dengar yang namanya winter blues? Dipercaya atau tidak, ternyata ada benarnya juga kalau sinar matahari mempengaruhi mood kami. Karena efek cahaya, sekarang jadinya kami cenderung bangun siang dan mulai beraktivitas agak telat. Siang hari di rumah pun malas-malasan karena gelap. Malam hari aka. jam 4 sudah gelap dan ngantuk lagi. Hahaha.

Nah perihal daytime ini juga tentunya berpengaruh pada waktu shalat. Kangen banget deh dengan waktu shalat yang “normal”. Normal as in Subuh jam 5, Dzuhur jam 12, Ashar jam 4, Maghrib jam 6, dan Isya jam 7.

Saat ini, waktu Subuh adalah jam 6, Dzuhur jam 12, Ashar jam 1, Maghrib jam 3-an, dan Isya jam 4-an. Kayak dikejar-kejar booo. Perasaan barusan sholat Dzuhur, lah sekarang udah Isya lagi. Kalau saat di Saudi kami biasa jalan ke luar setelah Maghrib biar adem, sekarang jadinya kami jalan keluar setelah Maghrib biar lega udah sholat. :))


Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang dirindukan, tapi kok ya lupa karena ga dicatat. Akan di-update bila ingat! :D