Moving: pack your household into boxes

Hallo hallo!

Beberapa waktu terakhir ini kami sangat disibukkan dengan proses pindahan ke negara tujuan berikutnya (hallo Swedia!). Dengan (alhamdulillah) lancar dan suksesnya sidang doktoral suami satu bulan yang lalu, rasa harus pergi dari negara gurun ini jadi semakin real. Selain urusan administrasi, momok terbesar dalam proses pindahan kali ini adalah urusan logistik.


Karena proses pindahan kali ini bukan dari tanah air, maka urusan logistik menjadi salah satu masalah besar. Barang-barang yang kami miliki selama lima tahun belakangan ini ya either harus dibawa atau dibuang (dijual atau di-giveaway). Misalnya berangkat dari Indonesia kan otomatis jauh jauh jauh lebih mudah banget banget; bawa saja kebutuhan esensial dan tinggalkan sisanya di rumah. Selain itu, dengan bertambahnya anggota keluarga kami saat ini, otomatis semakin banyak juga barang-barang di rumah, mulai dari pakaian, stroller, mainan, dan buku-buku.

Hal pertama yang kami lakukan adalah menyortir benda-benda yang ada di rumah: dibawa, dijual, atau di-giveaway. Walaupun terdengar mudah, hal ini ternyata sangat berat karena you have to let go most of the things, sorting things that still spark joy, dan ga ada lagi tuh namanya keeping things for sentimental reasons. Demi apa? Demi biaya pengiriman yang minimum! T-T

Setelah iterasi berkali-kali sampai seramping dan seefisien mungkin, akhirnya kami berakhir dengan segudang barang untuk dijual (mostly appliances, plus mobil dan sepeda saya), berdus-dus barang untuk didonasikan (baju, stationery, cutlery, perabotan dapur), dan menyisakan empat dus dan satu sepeda untuk dikirim ke Swedia, plus tiga dus untuk dikirim ke Indonesia.

Jualan

Di komunitas kami ada Facebook marketplace untuk mengiklankan barang-barang mulai dari sendok sampai mobil. Dengan anggota lebih dari 6000 orang, lumayan mudah sih berjualan di sini (asal harganya bagus aka. murmer hahaha). Selain itu kami juga sempat menyelenggarakan garage sale baju di rumah dan mengikuti community table top sale.

Kami jualan di sini jelas bukan untuk cari untung, barangnya juga secondhand kan hahaha. Harga barang yang dijual udah bukan setengahnya lagi sih, tapi 1/3, 1/4, 1/5 atau bahkan 1/10-nya. Yang penting barang-barang di rumah go away, tapi ga nol nol banget lah. Lumayan hasil jualannya bisa buat jajan dan ngirim barang, hehehe.

Kirim barang

Proses mengirim barang ke Swedia ini sesuatu banget karena mungkin bukan tujuan pengiriman yang populer dari Saudi, dan kami juga pelit hemat.

Ternyata ya saudara-saudara, selain freight forwarder seperti DHL, di luar sana banyak banget moving company yang menyediakan jasa door-to-door untuk pindahan. Layanannya juga ga main-main, mulai dari packing, jemput barang ke rumah, custom clearance, kirim ke destinasi, unpacking, sampai reassemble barang-barang. Luar biasa ya!

Layanan door-to-door seperti ini merupakan opsi pertama kami, namun dengan jasa yang ditawarkan, tentunya harganya juga ga main-main! Karena mereka biasa memindahkan satu household, mulai dari baju, furnitur, sampai mobil pokoknya beneran yang se-container gitu loh (di titik ini aku kayak why oh why bulay kalau pindahan sooo extra), paket kami yang “hanya” 100-an kg ini menjadi sangat mahal. Quote yang kami terima berkisar dari 40 SAR per kg sampai 4000 USD all in. *garuk-garuk tanah*

Mindahin rumah se-container kayak gini o_o

Setelah galavv mau pakai DHL aja dengan biaya 650 SAR per 25 kg, akhirnya kami menggunakan layanan door-to-port yang cukup ekonomis dan menemukan jasa yang dapat membantu clearance di bandara serta mengirim ke destinasi akhir. Bismillah semoga sampai dengan selamat sampai tujuan…

By the way, pengiriman ke Indonesia mah jauh jauh lebih mudah karena di Jeddah banyak banget pilihan kargo menuju Indonesia dengan harga bervariasi.


Pindahan kali ini adalah pindahan pertama kami sebagai keluarga (semoga jadi yang terakhir juga yes, huhuhu lelah sist). Selama proses packing-nya, saya kepikiran banget pengen jadi minimalism, hahaha. Kita mungkin tidak sadar bahwa barang-barang yang kita miliki luar biasa banyaknya. Sehari-hari kan biasanya mereka berada di tempatnya masing-masing, di dalam rak dan lemari, tidak tampak di depan mata. Tapiii, setelah dikeluarkan semua, ya Allah itu kenapa gantungan baju bisa ada sampai 70 biji?!
Ya ampun kenapa banget sih punya sprei sampai 7 set padahal kasurnya cuma satu?!
Wah ini nih pulpen yang biasanya ga ada pas butuh, pas dikumpulin ada lebih dari 20 biji. :|

Ya begitulah ke-stress-an saya hari demi hari ketika mengumpulkan benda-benda di sudut rumah.

FYI, waktu pindahan dari apartemen ke rumah tiga bulan yang lalu, total barang kami mencapai 30 dus! Jadi, dengan suksesnya saya merangkum kebutuhan esensial kami dalam 4 dus, rasanya luar biasa bangga. Oh iya, selama packing ini juga saya akhirnya menyadari aplikasi permainan Tetris di dunia nyata. :))

Inked20191019_064013_LI

My pride :))

Semoga pindahan kali ini bisa jadi fresh start bagi keluarga kami. Sepertinya ini saat yang tepat untuk mengaplikasikan buy one donate one biar rumah ga penuh ga karuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s