Hoarding

Hola!

Kita baru aja pindahan loh, walaupun masih di sini-sini aja, di Arab Saudi.

Jadi, sekitar dua minggu yang lalu, tiba-tiba suami dapat email yang menyuruh menginformasikan kami untuk pindah dari apartemen ke unit rumah lain yang hanya berjarak satu kilo. -__-

Sebenarnya ga tiba-tiba juga sih. Beberapa bulan yang lalu kami sudah mendapatkan info bahwa area apartemen tersebut akan dialokasikan untuk mahasiswa yang belum berkeluarga, tetapi karena suami sudah diujung masa studinya (amin!), kami meminta keringanan untuk tidak dirempongkan dengan proses pindahan. Dan kata mereka ok (tapi ternyata boong, huh!).

Kami diberikan waktu satu minggu untuk pindah. Cukup lah ya waktunya. Toh barang kami juga ga banyak-banyak amat.

(((GA BANYAK-BANYAK AMAT)))


Proses pindahan yang saya rasa akan berjalan dengan rapi, berujung cukup melelahkan karena setelah mbongkar seisi rumah sampai ke sudut-sudutnya, dapat saya simpulkan bahwa rumah kami itu isinya: 70% sampah, 20% barang tidak terpakai, dan 10% actual useful stuffs. Tanpa kami sadari, kami sudah menjadi hoarder, penimbun. -__-

Selama melempar barang-barang ke dus packing, banyak sekali penemuan mencengangkan:
“Waw ada bahan makanan yang udah expired 2 tahun yang lalu.”
“Yaampun, ngapain lagi ini bekas boarding pass dari jaman kuda.”
“Ckckck, setumpuk koleksi kartu kamar hotel yang tiada berguna.”
“Ini print-an apa sih. Kertas apa sih. Banyak banget kertas numpuk ga jelas.”
“Hmm makeup dan skincare yang ga cocok dan menumpuk begitu saja.”
“Baju ini kayaknya udah jutaan tahun ga pernah dipakai ya.”
Dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya.

Akhirnya, kami berakhir dengan plastik sampah yang tak terhitung jumlahnya, empat dus besar baju-baju yang sudah tidak pernah dipakai, dan segunung barang untuk di-giveaway.

oMO7ic3

Di titik ini, kami sudah berada di posisi tidak peduli lagi dengan nilai sentimental ini dan itu (kecuali satu memento pouch for my next crafting project, hihihi).


Setelah proses pindahan selesai, saya mulai menjual benda-benda yang kalau diingat-ingat sudah beberapa bulan menganggur begitu saja. Rak ini, rak itu, toples-toples kecil, juicer, sandwich maker, kulkas kecil, slow cooker, mixer; ternyata tanpa keberadaan mereka, saya ga kecarian juga. Alih-alih menambah sesuatu di kehidupan saya, ternyata memang ada beberapa benda yang hanya memenuhi rumah tanpa menambah nilai apapun. Mengurangi benda-benda tersebut malah membuat hati lebih “lega”, serta membuat rumah lebih rapi dan fungsional. Hal ini juga bakal membantu banget saat kami harus pindah for good dari sini.

Sejak pindah ke sini, saya tau bahwa hidup di sini hanya sementara (hidup di dunia juga hanya sementara sih, nis). Hal ini membuat saya jadi berpikir berulang kali saat berbelanja.
Apakah saya benar-benar membutuhkan benda ini?
Apakah ada benda lain di rumah dengan fungsi serupa?
Apakah benda ini menambah nilai di keseharian saya (menambah produktivitas, mempermudah pekerjaan, dsb)?
Apakah benda ini akan dipakai dalam waktu lama?
Apakah benda ini nantinya bisa dan layak dipindahtangankan (dijual/dikasih)?
Tapi, setahan apapun untuk tidak berbelanja, ternyata seiring berjalannya waktu, barang-barang ya terus bertambah aja. Apalagi kami sudah di sini hampir lima tahun.

Di titik ini lah kami sadar bahwa penting banget yang namanya REGULAR CLEANING!

Selama ini sering banget memperhatikan para bule dikit dikit spring cleaning, summer sale; pokoknya bersih-bersih setiap ganti musim. Ternyata emang perlu banget sih sesekali me-review isi rumah, decluttering; menilik tumpukan kertas-kertas yang semakin tebal, menyortir benda-benda yang sudah tidak terpakai setelah sekian lama, menyingkirkan mainan anak yang sudah tak pernah disentuh, dan memindahtangankan baju-baju yang sudah ada di sudut lemari sampai kita lupa keberadaannya.

Saya bukan penggiat Konmari, tapi kata-kata Mbak Marie ada benarnya juga:

You can also define things that spark joy as things that make you happy.

Does it give you a thrill of excitement when you hold it? Does it give you that little spark of happiness? If not, then it’s time to let it go from your life.

A lot of people hit a roadblock because they feel they have to throw something away, but that’s not the point. It’s about understanding what needs to go versus what’s important to you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s