Road trip di Arab Saudi: Serba-serbi

Beberapa bulan yang lalu, saya sekeluarga mengarungi jalanan Arab Saudi dari Thuwal menuju utara sampai Haql. Kami menjelajah sejauh kurang lebih 3000km dengan rute KAUST – Madinah – Al Ula – Tabuk – Wadi Disah – Haql – Duba – KAUST. Blog post kali ini akan berisi tentang serba-serbi perjalanan kami, mulai dari jalanan di Saudi, sampai dengan mencari penginapan dan makanan.

Baca juga: Road trip perdana


THE ROAD

Hal pertama yang patut disoroti dan diacungi jempol di perjalanan kali ini adalah jalan tol-nya. Jalan tol di Saudi gratis. Selain itu kualitasnya jalannya juga bagus! Di mana ada kehidupan (walaupun cuma secuil), pasti ada akses jalan yang mumpuni. Jadi, jangan khawatir akan berhadapan dengan jalan pasir, bebatuan, atau tanah, kecuali emang niat off the road.

20181224_123242

Jalan menuju Wadi Disah, Route 8788

Seperti yang ditunjukkan pada foto di atas, walaupun kanan-kiri hanya gunung batu dan sepanjang mata memandang hanya mobil kami yang lewat, kualitas jalan tetap bagus. Apakah di sekitarnya terdapat peradaban? Setelah kami telusuri selama setengah jam sampai jalannya buntu, di ujung jalan hanya ada satu gubuk dan sekawanan unta. BHAIQUE.

Tidak seperti di Indonesia yang jalan tol-nya dinamai dengan singkatan-singkatan, jalan tol di sini diberi nomor, seperti Route 5, Route 15, Route 375, Route 8761, dan lain-lain. Semakin besar angkanya, semakin kecil dan semakin ke pelosok jalanannya, misalnya Route 8788 yang kami lalui untuk ke Wadi Disah tersebut. (FYI, jalan yang benar menuju Wadi Disah adalah Route 8761. Setelah setengah jam naik turun gunung batu, ujung-ujungnya jalan buntu, sedih akutu.)

Jalan tol yang paling familiar bagi kami adalah Route 5, karena ia melintas di sepanjang tepi laut merah dan menjadi rute utama bila kami mau ke Jeddah. And you know what, Route 5 yang melintas depan compound tempat kami tinggal, bila ditelusuri terus terus terus bisa sampai ke Jordan! Jadi kalau kita keluar kampus, lurus terus, langsung sampai ke Jordan deh (iya, 10 jam kemudian).

Jalan ke pelosok Saudi ini enak banget karena traffic-nya sepi. Lebih enak lagi karena saya hanya sebagai penumpang hwehehehe. Selain itu, di beberapa titik, pemandangan alamnya bagus bagus bangettt. Namun, saking senggangnya, terkadang bikin mengantuk juga, apalagi kalau pemandangan di kanan-kiri sedang monoton. Yang paling kami takutkan adalah jika kendaraan kenapa-kenapa di tempat yang sepi. Jangan sampai, jangan sampai kejadian. >-<

DSC03541

Saking senggangnya, bisa foto di tengah jalan

PSX_20181225_222700

At the end of the world, ga ada kendaraan siapa-siapa lagi sampai ujung jalan. Lokasi: Wadi Disah.

Yang parah dan menakutkan adalah ketika kita memasuki kota Tabuk. Astagfirullah kelakuan orang-orang udah 1000 kali lipat lebih gila daripada pengendara di Jeddah. Baru lima menit masuk kota, udah ga keitung berapa kali teriak dan istigfar. -__-


MAKANAN

Sungguh terpujilah Indonesia dengan kekayaan kulinernya. Hal tersulit dari perjalanan kali ini adalah mencari makanan. Bukan karena sulit didapat, tapi karena pilihannya membosankan! Bila di Indonesia setiap daerah memiliki makanan khas-nya masing-masing, di Saudi dari ujung ke ujung makanan takeaway-nya cukup seragam. Setiap hari dan setiap waktu makan pilihan kami hanya: (1) fahm (ayam bakar), (2) broast (ayam goreng tepung), (3) shawarma. SEKIAN.

Selain tiga pilihan makanan di atas, kadang kami dapat menemukan nasi biryani atau nasi mandi atau nasi bukhari, dan seafood. Seafood di sini pun pilihannya hanya ikan atau udang, cara pengolahannya pun hanya digoreng atau dibakar. Ga ada tuh bumbu kecap, saos padang, dsb. Dari tujuh hari perjalanan, beberapa makanan yang berkesan adalah:

  1. Fahm di rest area antah berantah dari Al Ula menuju Tabuk: rasa ayamnya sih biasa aja, tapi nasinya gurih dan enak bangettttt, mana udah malam, suhu di bawah 10 derajat, dan belum makan dari pagi,
  2. Shawarma di sebelah penginapan di Duba: enak bangettttt rasanya sungguh manusiawi; yang biasanya pakai roti arab tebal-tebal, di tempat ini shawarma-nya dibungkus dengan pakai roti yang tipis, flaky dan agak crunchy seperti di chain kebab turki di Indonesia,
  3. Nasi bukhari pas lewat Yanbu: lagi-lagi ayamnya ok biasa aja, tapi nasinya enak banget banget banget.

Udah gitu aja. Ga menarik blas.


PENGINAPAN

Dengan durasi perjalanan selama seminggu, kami berhenti di beberapa kota untuk beristirahat. My younger self mungkin akan mempertimbangkan tidur di mobil atau di tenda seperti yang suami idamkan (biar kayak road trip beneran!). Namun, setelah menjalani road trip ini, saya semakin yakin dan sangat tidak merekomendasikan hal tersebut di Saudi, apalagi kalau mobilnya bukan RV. Gimana akses air bersihnya??? Sebagai anak jijikan aku ga sanggup deh plis.

Di sini tidak ada rest area yang bagus-bagus kayak di Indonesia. Kebanyakan isinya hanya pom bensin dan bengkel, kadang ada rumah makan dan mini market bila lokasinya di kota besar. Di beberapa lokasi kami menemukan musholla di rest area, namun kamar mandinya super duper jorok bau pesing, yang tadinya kebelet langsung ga jadi pipis suwer.

Selain itu, masjid di sini kurang friendly terhadap jamaah wanita. Mungkin karena jarang ya ada wanita jalan-jalan ke tempat obscure, hahahaha. Setiap masjid yang kami datangi, kamar mandi, tempat wudhu, dan ruangan salat wanitanya tutup. Sekalinya ada musholla yang area wanitanya available, kondisinya errr…tak terawat.

Karena hal tersebut, ditambah lagi bawa bayi, kami memutuskan untuk menginap di hotel. Ini beberapa tempat menginap kami selama perjalanan:

  1. Madinah: Saja Al Madinah. Lokasinya di belakang Masjid Nabawi, < 10 minutes walking distance tapi kualitasnya bagus dan harganya jauuuuh lebih murah daripada hotel-hotel yang tepat berhadapan dengan masjid *uhuk* Dar Al Iman *uhuk*. Kami parkir mobil di basement masjid untuk menghindari macet. Selain itu tempat parkir di hotel juga sangat terbatas.
  2. Tabuk: Rafahyat AlFakhama. Penginapan berbentuk aparthotel ini unitnya GEDE BANGET SUMPAH GA BOONG. Satu unit ada living room yang besarnya se-apartemen saya, satu dining room yang besarnya juga masya Allah, satu kamar mandi yang bisa direnov jadi 4 kamar mandi, dan dua kamar tidur. Ini kalau lokasinya di Cisitu pasti udah jadi kos-kosan 15 kamar!
  3. Haql: Bita Resort. Mencari penginapan di ujung Saudi ini susah banget! Bita adalah satu-satunya tempat yang keluar di hasil pencarian booking dot com (dan sekarang malah udah ga ada -__-). Harganya mahal tapi bentukannya jadul pisan dan kualitasnya ga banget. Ga paham lagi sih, padahal di seberang border yang cuma berjarak 20km (Jordan), banyak banget resort bagus yang juga menghadap Gulf Aqaba kayak Movenpick dengan harga lebih terjangkau.
  4. Duba: Kasr Dama. Mencari penginapan di sini juga rada-rada. Pencarian booking dot com hanya menghasilkan dua tempat, ya kita pilih yang rating-nya mendingan lah, hahaha. Dibanding penginapan di dua kota sebelumnya, penginapan di Duba adalah yang paling mending dan masuk akal. Besarnya ga lebay dan unitnya cukup oke.

Setelah kami perhatikan, penginapan di daerah-daerah banyaknya berbentuk aparthotel. Karena itu, mereka dilengkapi dengan dapur dan mesin cuci. Sayangnya kebanyakan propertinya tidak teregister di booking dot com.


Jalan-jalan kala itu luar biasa sih. Berpetualang pertama kali ke tempat yang asing memang selalu bikin dagdigdug. Ditambah lagi dengan ketidakmampuan kami untuk berbicara bahasa Arab, setiap interaksi adalah bahasa tarzan. Iya, empat tahun tinggal di Saudi cuma bisa assalamualaikum, syukron, khalas. Huhuhu. Walaupun begitu, pengalaman ini sangat menginspirasi kami untuk mencoba road trip lagi sih, mungkin di negara lain, di peradaban yang lebih oke. Hahahaha.

Next post, saya akan membahas tentang places of interest di utara Saudi!

4 comments

  1. mysukmana · 30 Days Ago

    Mupeng jadinya..meski panas tapi tetep asik ya kak

    Like

    • annisa · 30 Days Ago

      Iya, emang asik banget! Dan karena jalan-jalannya pas lagi winter (bulan Desember), rasanya ga panas sama sekali. Suhu rata-rata 15°, bahkan pagi hari di Tabuk suhunya 4°.

      Like

  2. Pingback: Road trip di Arab Saudi: Places of interest | doodles
  3. Pingback: Road trip perdana | doodles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s