Menuju cashless society?

Dua minggu yang lalu, setelah kira-kira 14 bulan tidak pulang ke Jakarta, saya melihat pemandangan yang cukup bikin culture shock (halah!), yaitu penggunaan digital wallet yang diramaikan dengan promo cashback oleh Go-Pay dan OVO di mana-mana.

Nampaknya saat ini dua aplikasi pembayaran non-tunai ini lagi bakar duit habis-habisan dan berlomba menjaring pengguna sebanyak-banyaknya. Yang diuntungkan? Ya anak-anak tukang makan tukang belanja kayak gw ini. Hahahahaha

Sebagai orang yang datang dari kampung Arab yang cukup terbelakang, fenomena ini cukup membuat saya norak dan takjub sih. Ketika belanja di MINISO, karena orang-orang di depan gw semua pada bayar pakai OVO, sambil antri pun saya agak deg-degan hmm pembayaran pakai kartu debit masih diterima ga sih hahaha. Pas keluar toko, akhirnya suami langsung bikin akun OVO dan top-up Go-Pay dong!

*OOT walaupun di-branding sebagai “Japanese Designer Brand”, saya udah tau dan sering banget baca kalau MINISO ini sebenarnya buatan China dan bertekad untuk ga belanja di sini karena konon mereka suka menggunakan desain orang-orang di produk mereka tanpa ijin. Ternyata, pas masuk tokonya, kayak ada sihir. Barang ini kayaknya ga penting, tapi lucu juga. Hmm oke, masuk keranjang. Huhuhu lemah!*


Dua minggu sudah saya mencoba layanan Go-Pay dengan bangga. Kenapa bangga? Ya keren aja sist bayar bayar tinggal scan QR code. :)) *norak*

Sejauh ini sih pengalaman saya cukup positif karena dari proses top-up sampai pembayaran mudah banget. Dan yang terpenting, dia bisa digunakan di banyak tempat, mulai dari berbagai layanan di dalam aplikasi Go-Jek, convenience store, drug store, sampai beli gorengan di ujung jalan!

Jadi teringat beberapa bulan yang lalu di malam yang dingin di Thuwal, saya bermimpi kalau Go-Jek sudah menjelma dari ride hailing app menjadi fintech bahkan menjadi layanan perbankan Go-Bank. Saya yang di dalam mimpi berposisi sebagai salah satu staf kepresidenan pun akhirnya mendaftarkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo jadi nasabah Go-Bank (iya, dalam mimpi pun gw tetap adil dengan menjadikan keduanya presiden!).


Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya kan di belahan dunia lain sudah ada e-wallet yang lebih hits ya; Google Pay dan Apple Pay, tapi kenapa mereka kurang sukses di sini? Menurut saya alasannya sih karena mereka tidak lazim digunakan oleh merchant-merchant di sini, daaan karena nyambung ke credit card!

Seperti yang kita ketahui (haha sotoy amat), penetrasi credit card di Indonesia itu rendah banget. Hari gini aja masih ada kerabat saya yang tidak memiliki credit card dengan berbagai alasan; pengajuan ditolak, takut kalap banyak belanja banyak hutang, hingga menghindari riba. Saya sendiri pengguna credit card sejak tahun 2012 dan tidak pernah ada masalah. Pokoknya prinsip saya: credit card adalah alat mempermudah transaksi, jadi jangan pernah dianggap sebagai extra money. Begitu selesai transaksi, langsung lunasin!

Karena penggunaan credit card yang rendah tersebut, Indonesia adalah pasar yang sangat unik. Di sini kita bisa transaksi COD, bahkan bayar ini itu melalui kasir minimarket. Nah, kalau kata suami, kayaknya karena hal tersebut, di Indonesia kita langsung loncat ke teknologi selanjutnya, yaitu digital wallet.

Yang saya heran, kenapa jenis digital wallet di sini banyak banget ya? Selain Go-Pay dan OVO, ada LinkAja, DANA, dan ga tau apa lagi deh. Saya sendiri dulu pengguna DOKU (masih hidup ga ya?) sebelum dia nge-tren, tapi kemudian lupa credentials, dan akhirnya masih tertinggal sisa uang di situ. Shodaqoh :”)

Sebenarnya kan bakal memudahkan banget kalau semuanya menjadi satu kayak Octopus Card di HK. Mungkin sekarang masih dalam tahap seleksi alam ya. Yang pasti, karena perilaku konsumennya mulai terbentuk, kayaknya negara tercinta ini sudah di tahap awal menuju cashless society.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s