Road trip perdana

When was the last time you did something for the first time?

Udah sering banget kan dengar kalimat tersebut. Kutipan ini menarik banget karena mengingatkan saya untuk terus mencoba, mempelajari dan mencari pengalaman hal baru.

A road from Tabuk to Wadi Disah

Jadi, setelah hidup hampir 30 tahun, saya baru saja menjalani road trip pertama untuk mengeksplorasi Saudi Arabia bagian Utara!

Rute perjalanannya meliputi KAUST – Madinah – Al Ula – Tabuk – Wadi Disah – Haql – Duba – KAUST. Dengan personel 3 orang dewasa dan 1 bayi, mobil SUV berukuran sedang rasanya jadi super penuuuh. Pindah kota yang begitu sering pun menambah kerempongan check-in check-out hotel dan menaik-turunkan barang hampir setiap hari. At this point, I really want to have an RV! Maybe I should consider renting it one day for a long trip with my husband. :D

Baca juga: Road trip di Arab Saudi: Places of interest

Perjalanan ini wah banget karena:

  1. ini road trip pertama saya,
  2. di negara asing, dan
  3. membawa bayi berusia 9.5 bulan.

Sejujurnya, dari semua poin tersebut, hal yang paling wah adalah poin terakhir. Sebagai pasangan traveler ambisius, kami terbiasa traveling light, backpacking, dan full schedule dari pagi sampai malam. Sekarang bersama bayi, kerempongan bertambah seribu kali lipat! Mulai dari bawaan bayi yang menggunung, menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan bayi, sulitnya mengeksplorasi tempat tujuan dengan medan yang berat, sampai dengan beratnya menggendong 10kg kemanapun.

Nah, berikut tips saya perihal membawa bayi dalam perjalanan jauh:

Hahahahaha…

Baca juga: Road trip di Arab Saudi: Serba-serbi

Karena saya menemani bayi di kursi belakang, memberi makan, menidurkan, dan menyusui, seringkali pemandangan menarik jadi terlewatkan dan tak sempat difoto. Bahkan di tempat tujuan pun kadang saya diam di mobil karena bayi tertidur di pangkuan. Alih-alih liburan ke Al Ula, nama yang lebih cocok adalah menjaga anak di Al Ula (quoted from Mbak Indah). :))

Kadang rasanya lelah ingin mundur, tapi ya ga bisa juga karena sudah terlanjur berjarak 1000km dari rumah. Jadi ya daripada nangis, nikmati saja sambil minta jastip foto ke suami selagi saya menyusui di mobil.

Memang bagus mengenalkan anak pada tempat-tempat baru, tapi dipikir-pikir kalau masih bayi ya ngapain, nanti juga dia lupa. Ini sih lebih ke ego orang tuanya buat jalan-jalan. Hahahahaha

Oh iya, perjalanan ini benar-benar membuka mata saya tentang kekayaan alam di Saudi. Rasanya ingin menuangkan semuanya dalam blog post tapi masih lelah setelah perjalanan darat ~3000km dalam 7 hari. *jompo*

Yang pasti, ternyata banyak banget pemandangan bagus yang bisa dilihat di negara ini. Kemudian, di sini juga banyak dijumpai situs-situs bernilai historis religi. Sayangnya, negara ini memang tidak terbuka dan kurang perhatian dengan turisme, sehingga akses perjalanan sangat sulit, situs-situs bersejarah pun tidak di-preserve dengan baik. Semoga dengan akan diterbitkannya visa turis, pemerintah setempat mulai memperhatikan hal-hal tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s