Rencana keuangan

person holding coins

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Sok iye banget ga sih judulnya 😂

Di usia late twenties gini, rata-rata orang-orang di lingkaran pertemanan saya sedang memulai keluarga dan membesarkan anak. Ada yang udah mulai cari-cari sekolahan padahal anaknya juga baru masuk SD beberapa tahun lagi. Ada teman yang sudah survey biaya sekolah sejak anaknya belum bisa merangkak. OH WOW. Agak mengagetkan juga sih kenapa harus mencari sekolah sedini mungkin. Ternyata, lebih kaget lagi kalau liat biaya SD jaman sekarang. T___T

Kontrasepsi mana kontrasepsiii?!

Langsung mau nabung rasanya.

Beneran deh mendingan nabung dari sekarang daripada pontang-panting nabung setahun sebelum anak sekolah atau malah berhutang. T___T

Nah, selain itu beberapa orang yang saya ikuti di media sosial juga belakangan banyak yang membahas perihal finansial, mata batin saya pun terbuka.

spongebob-imagination

Salah satu cita-cita saya dalam hidup ini adalah mencapai kebebasan finansial. Bukan berarti kaya raya (eh ya alhamdulillah banget sih mau bangettt kalau bisa kaya raya makmur sentosa mati masuk surga), tapi hidup nyaman di mana kita ga perlu hidup paycheck to paycheck, di mana kita tidak terlilit hutang, di mana kita ga kelimpungan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, di mana kita punya tabungan di hari tua nanti.

YOLO. You only live once. Makanya aku gamau pusing-pusing.

Kebebasan finansial sounds like a dream ya kalau kita bukan Crazy Rich Asian atau menang lotere, tapi kayaknya bisa dicapai dengan perencanaan keuangan yang baik.

Kalau selama ini saya menerapkan save then spend, ternyata save-nya itu harus dirincikan lagi. Apa aja sih pos-posnya, apa tujuan kita menabung, berapa targetnya.

Kalau dari yang saya baca-baca, pendapatan kita perlu dibagi ke pos-pos berikut:

  1. Zakat, infaq dan shodaqoh: banyak sedekah, banyak rejeki. Aamiin.
  2. Dana pendidikan: biaya pendidikan anak sampai S1. Syukur syukur targetnya tercapai sebelum anaknya memulai jenjang pendidikan tertentu.
  3. Dana darurat: target 12x pengeluaran keluarga tiap bulan. Gunanya untuk digunakan saat hal-hal yang bersifat musibah atau ketika tidak ada pendapatan.
  4. Dana pensiun: sedikit tabungan buat membiayai masa-masa setelah pensiun nanti. Target tercapai dalam 30 tahun.
  5. Cicilan
  6. Biaya hidup
  7. Biaya hura-hura: buat hobi, makan enak, ngopi cantik dan liburan.

BANYAK BANGET YAH.

Cara ngitung persentasenya gimana? Mbuh. 😅

Berhubung saya awam banget soal keuangan, pengen banget menggunakan jasa profesional untuk menghitung agar semua itu masuk akal dan alur kasnya baik.

Bismillah ya. Sekarang nabung vigorously dulu deh sampai bisa konsultasi ke financial planner. 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s