Tentang tren ayo menikah

wedding preparation

Photo by Terje Sollie on Pexels.com

Belakangan ini saya perhatikan di media sosial banyak ajakan menikah terutama untuk kalangan muda. Bahkan beberapa saat yang lalu, ada sepasang anak SMP yang kebelet nikah karena takut tidur sendiri (?!).

Yang saya ingat, dulu saat SMP, belum terbersit keinginan untuk menikah sama sekali. Menikah adalah untuk orang dewasa. Semasa SMA pun, obrolan dengan teman sebaya kira-kira seputaran lanjut ke mana kuliah nanti, boyband apa yang sedang hits, dan semacamnya. Bukannya membicarakan tentang pernikahan dan pria seperti apa yang akan menjadi imam saya nanti. Tetapi nampaknya jaman sudah berubah.

Saya tidak anti-menikah, saya sendiri malah sudah menikah selama tiga tahun. Namun, menurut saya sangat disayangkan apabila masa muda hanya dipenuhi pikiran untuk menikah, kontraproduktif. Waktu dan energi yang semestinya bisa digunakan untuk memperluas ilmu, memperkaya diri, menambah pengalaman, akhirnya hanya terkuras untuk memikirkan tentang pernikahan. Tidak tau pasangannya siapa, pokoknya ingin menikah!

Katanya ajakan menikah muda ini untuk menjauhkan diri dari pacaran dan zina. Tapi, menurut saya, lawan dari pacaran adalah TIDAK pacaran, bukannya menikah. Begitu juga dengan zina, kebalikannya adalah TIDAK berzina, bukannya malah menikah. Lagipula untuk menghindarkan diri dari zina bisa dengan puasa. Menikah karena alasan menjauhi zina ini menurut saya agak menyedihkan. Kesannya menikah itu hanya perihal seksual saja. Padahal realitanya, kehidupan rumah tangga itu lebih luas dari itu. Omong-omong, nampaknya harus waspada jika seseorang selalu memikirkan zina zina zina, jangan-jangan dia memang tidak produktif, tidak ada hal lain yang menyibukkan sehingga pikirannya hanya dipenuhi oleh hal seperti itu.

Jadi, apakah menikah muda dapat menjauhkan diri dari zina? Yang namanya zina mah udah menikah juga tetep bisa kaliii. Menurut saya, untuk menjauhkan diri dari zina diperlukan edukasi agama dan edukasi seksual yang cukup, bukannya malah dinikahkan.

Menikah muda, yang ada malah menjauhkan diri dari kesejahteraan. Kalau junjungannya adalah public figure yang sukses menikah muda, ya dia mah udah sejahtera. Nah, kalau rakyat jelata yang menikah muda: akses pendidikan bisa terhenti, kemudian minimnya pendidikan akhirnya menyulitkan dalam persaingan mencari kerja.

Ya kan bisa aja tetap sekolah walaupun sudah menikah? Iya, bisa saja. Tapi mungkin juga tidak bisa. Bagi sebagian orang, kehidupan pernikahan bisa jadi too overwhelming; menjalani rumah tangga dan mengurus anak, bisa jadi menghabiskan waktu, pikiran, uang dan energi. Pernikahan bukanlah akhir dari masalah dan kegalauan masa muda, tapi awal dari sesuatu yang lebih kompleks lagi.

Ya kan kita sama-sama memulai rumah tangga dari bawah? Saya sih NO! Ambil anak orang untuk dibawa susah. Ahahaha haha ha h a. Kalau mau menikah, persiapkan dulu lah, pikirkan matang-matang. Jangan hanya yang penting menikah dulu, besok entah bagaimana. Konon, penyebab utama perceraian adalah masalah finansial dan perselingkuhan.

Oh iya, beberapa waktu yang lalu, gambar berikut ramai berseliweran di linimasa sosial media saya:

Haus? Minum.
Lapar? Makan.
Bokek? Kerja lah, mbakkk…

Gemes banget sebenarnya dengan poster ini. But who am I to judge?
Motivasi menikah orang kan beda-beda ya. Ada yang demi status, ada yang demi uang, ada yang demi teman hidup. Yang penting, jangan disesali setelah motifnya terpenuhi. Sesungguhnya yang lebih menyedihkan dari hidup sendiri adalah terikat dengan orang yang tidak cocok seumur hidup.

2 comments

  1. Mas Nizar · October 27, 2018

    izin share mbak…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s