Movie Review: Sierra Burgess is a Loser

Setelah menonton “To All The Boys I’ve Loved Before”, saya mendapatkan banyak suggestion romcom movies/series di kolom rekomendasi Netflix. Akhirnya, dua minggu yang lalu saya memutuskan untuk menonton “Sierra Burgess is a Loser”. Film yang digadang-gadang mempromosikan body positivity ini tampak menarik!

Sierra Burgess (diperankan oleh Shannon Purser a.k.a. Barb di Stranger Things) adalah seorang anak SMA yang tidak populer, secara fisik tidak cantik bagai cheerleaders, tapi pintar dan percaya diri. Suatu hari, dia menerima text dari Jamey (Noah Centineo a.k.a. Peter Kavinsky favorit kita semua) yang percaya bahwa orang yang dia text adalah Veronica (Kristine Forseth); popular mean girl, cantik, cheerleader. Akhirnya, Sierra berpura-pura sebagai Veronica, dengan bantuan Veronica herself, berupaya melanjutkan komunikasi tersebut untuk memenangkan hati Jamey.

Sierra_Burgess_Is_a_Loser

Photo from Wikipedia

Setelah selesai menonton, ternyata kemenarikan film itu hanya sejauh promonya. Ceritanya sendiri kok malah kontra dengan apa yang ingin disampaikan. Ada hal-hal yang menurut saya mengganggu dari film ini, beberapa di antaranya, yaitu perihal catfishing (memikat seseorang dengan identitas fiktif), mencium tanpa persetujuan, dan cyber-bullying yang dilakukan oleh Sierra.

Apabila film ini mempromosikan tentang body-positivity dan kepercayaan diri, bukankah semestinya Sierra mengakui identitasnya sejak dini. Selain itu, masalah kissing without consent di sini agak mengherankan sih. Sejenak mungkin terlihat romantis (yeay, Sierra akhirnya berhasil cium Jamey!), tapi apakah hal tersebut terlihat romantis atau malah melecehkan bisa posisinya dibalik (yang pria mencium wanita tanpa izin)? Dan yang terakhir, cyber-bullying yang dilakukan Sierra terhadap Veronica itu jahat banget karena sangat merugikan Veronica padahal dia ga salah apa-apa. Bener banget kata Veronica ke Sierra bahwa in the end the least ugly things about her is her face.

Oh iya, film ini tentunya berakhir dengan bahagia dong. Atas segala kesalahan yang dia perbuat, dia hanya dijauhkan sesaat dan setelah mendengar lagu buatan Sierra (aku suka sih lagu Sunflower ini), dunia pun langsung memaafkan. Bahkan, Jamey pun berkata bahwa dia adalah tipenya, lalu mereka jadian. Di sini, Sierra bahkan ga minta maaf secara langsung ke Veronica dan Jamey lhoh. Wow banget!

Yah, intinya, seiring berjalannya film, ekspresi ketertarikan saya lama-lama malah jadi kok kok kok gini sihhh. Kesal sendiri karena akhirnya film ini sedangkal fantasi anak tidak populer untuk mendapatkan cowok cakep; semacam pembenaran bahwa kalau lo jelek, lo boleh berbuat apa aja karena lo victim. Awalnya saya lumayan relatable sama film ini (sebagai anak SMA tidak populer a.k.a. sunflower), tapi lama kelamaan geli juga dengan ceritanya.

Diluar kejengkelan saya atas film ini, ada satu hal yang saya sukai, yaitu bagaimana persahabatan antara Sierra dan Veronica terjalin. Mereka yang tadinya dingin, lama-lama menjadi akrab. Cute!

Saya rasa jalan persahabatan mereka semestinya bisa di-explore lebih dalam, misalnya saja alih-alih membantu Sierra berbohong, Veronica membantu Sierra untuk membangun kepercayaan dirinya supaya bisa menghadapi Jamey sebagai dirinya sendiri di dunia nyata. Jadi kayak “hallo Vero, ini Jamey”, “oh maaf salah sambung, ini Sierra” terus lama lama chat dan telpon makin akrab, tapi Sierra ga berani ketemu langsung. Nah, di sini Veronica membantu Sierra deh untuk tidak takut menjadi dirinya sendiri (hahaha seenaknya ubah-ubah script, siapa elu!).

Sekian review film kali ini, bagi yang mau menonton please be aware kalau Noah Centineo di sini less charming banget. Pokoknya Peter Kavinsky FTW!

2 comments

  1. @nurulrahma · September 27

    Aku cuma tahan nonton 25 menit pertama. Selanjutnya, BHAY. Ternyata yang keren itu Peter Kavinsky, bukan Noah Centineo hahahhahah

    Liked by 1 person

    • annisa · September 27

      Betul banget! Aku pun bosan nontonnya sebentar sebentar di-pause hahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s