Kerja kerja kerja

Yang saya ingat, satu hal yang selalu saya lakukan setelah lulus kuliah adalah kerja (atau cuti kerja atau mencari kerja, lol).

blank business composition computer

Photo by Pixabay on Pexels.com

Saat ini sudah dua minggu saya tidak bekerja karena ada kebijakan baru di tempat studi suami. Rasanya?

Seminggu pertama hore hore santai, setelah itu…hampa. Hahaha

Bukan berarti saya diam saja sih di rumah. Most of the time saya deep cleaning rumah, merapikan barang-barang, belanja, masak. Tapi ya gitu, rasanya ada yang kurang. Saya senang dengan rutinitas kerja. Mungkin terdengar aneh, tapi saya senang kerja, senang sekali! Berbeda dengan suami, kerja kantoran 8 to 5 bagi saya is lyfe. Sewaktu bekerja di Jakarta, walaupun kondisi terdengar jauh dari nyaman –commuting jauh setiap hari, meeting ke klien hampir setiap hari, tua di jalan, pulang jarang banget tenggo, H-2 nikah masih kerja remote di rumah– tapi saya sangat menikmatinya.

Tiga setengah tahun yang lalu, sesampainya saya di tempat studi suami, prioritas utama saya adalah: cari kerja! Alhamdulillah tak begitu lama saya mendapatkan pekerjaan di salah satu research center. Pengalaman kerja tiga tahun di sini mungkin merupakan yang terbaik, so far (yaeyalah orang seumur-umur baru kerja enam tahun). Kantor dan tempat tinggal yang sangat dekat, berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai bangsa, team-mate yang super duper baik, Prof yang hebat-hebat tapi ga sombong (ternyata mereka juga manusia biasa, guys!), pokoknya the best! :’)

Satu hal yang saya sangat syukuri adalah punya suami yang sangat mendukung saya untuk bekerja (ya kalau dari awal ngelarang-larang juga kayaknya we would not be married in the first place sih, hahaha). Bagi saya, bekerja adalah salah satu cara mengaktualisasi diri. Dengan bekerja saya merasa ada purpose, otak terus berputar, kenalan bertambah, skill bertambah. Diam di rumah doang tuh rasanya pikiran saya mandek. Ya salah saya sendiri juga sih, padahal kan bisa aja ya misalnya mau berlatih masak, mempersiapkan diri buat The Great British Baking Show, atau berkerajinan tangan, tapi ya ga ada passion di situ gimana dong. Passion saya adalah kerja kantoran! :))

Suatu kali saya pernah mengobrol dengan teman mengenai kesenangan kami untuk bekerja. Satu hal yang istimewa dari bekerja adalah reward dan appreciation-nya jelas. Ketika kerjaan selesai dengan baik, atasan dan rekan kerja akan mengapresiasi, bahkan bisa dikasih bonus juga. Bukan mau membanding-bandingkan (tapi iya hahaha) rasanya jarang banget ada yang mengapresiasi ibu di rumah. Padahal seorang ibu di rumah kan juga capek, lebih capek bahkan, kerjanya 24/7. Wahai para bapak dan suami, mulailah mengapresiasi istrimu yang sudah me-manage rumah dan anggota keluarga dengan baik! T___T

Yah gtu aja pokoknya mau curhat. Kangen kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s