Menyusui

Mungkin ini adalah salah satu aktivitas yang paling saya sepelekan sebelum memiliki anak. Dulu saya pikir menyusui itu semudah penggambaran di iklan layanan masyarakat; ibu cantik nan ayu, pegang bayi anteng, sambil menyusui penuh senyum. Di kasus saya realitanya: hahahah nothing like that at all!

Ternyata menyusui ini proses belajar ibu dan juga bayi. Mas bayi saat baru lahir sulit sekali menyusui, saya pun sangat kaku dalam memposisikan. Kami sampai tiga kali berkunjung ke lactation consultant hanya untuk memperbaiki proses pelekatan. Anehnya,

di depan mbak-mbak lactation consultant yang cakep itu, mas bayi menyusunya pintar! Begitu sampai rumah, wahahaha kacaw bos! Drama menyusui ini berlangsung kira-kira dua bulan sampai akhirnya mas bayi jago menyusu; no more spills dan sayanya tidak merasa sakit lagi.

Yup, sakit. Di awal-awal menyusui, saya berpikir, “ya Allah ini kah cobaan?” :))
Pada masa itu, sekitar sepuluh kali sehari saya menyusui dengan kondisi puting berdarah; rasanya seperti diiris-iris. Rasanya mau berhenti saja, tapi tapi tapi mas bayi nanti makan apa. Hajar saja lah! Toh ASI juga punya anti bakteri dan dapat menyembuhkan. *gitu sih katanya* *lalu lanjut lagi sambil berlinang air mata*

Ketika saya merasa lemah karena mudah menyerah, ternyata di luar sana banyak yang cobaannya lebih berat lagi: ASI tidak mencukupi, bayi bingung puting, sakit sampai tidak bisa menyusui, kena mastitis, dan sebagainya. Saat itu lah saya merasa sangat bersyukur sampai sekarang masih bisa menyusui dan diberikan suplai ASI yang cukup.

Saat ini, saya direct breastfeeding plus maksimum dua sesi botol ketika mas bayi di daycare. Belajar botol ini pun sebenarnya sampai sekarang belum lulus, soalnya hanya mau saat di daycare; kalau di rumah sih big NO sampai nangis jerit-jerit. Di daycare pun hanya mau freshly-expressed-milk (gamau yang frozen –bye bye rencana nyetok ASIP) dan setelah mencoba berbagai tipe dot. Bhaaaiiquue bosque. Mungkin ini cara mas bayi biar bisa ketemu saya setiap jam makan siang. :”)

Setelah merasakan rasanya menyusui dan segala dramanya, saya jadi look very highly kepada semua ibu yang menyusui, entah direct, pakai botol, ASI, ASIP, sufor, dan sebagainya. Semuanya memiliki tantangan masing-masing. Yang pakai botol, hebat mesti cuci dan steril botol setiap saat. Yang pakai ASIP, hebat rajin mompa dikala harusnya beristirahat. Yang pakai sufor juga hebat mesti nyiapin ini itu sebelum bayinya lapar. Kalian semua hebat pokoknya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s