Krisis kepercayaan diri

Pagi ini sambil sarapan, saya berpikir untuk membeli makan malam hari ini dan besok; visioner sekali bukan! Karena suami sedang pergi conference, sungguh mood memasak terjun bebas ke jurang terdalam. And when in doubt, Subway it is!

Outlet Subway terletak di dekat ex-kantor saya. Jujur saja, setelah enam bulan menganggur, rasanya masih ga bisa move on setiap lewat gedung tersebut. Kangen kesibukan bekerja, kangen teman-teman di kantor, dan kangen dengan segala informasi (dan gosip!) yang dengan mudah diperoleh ketika bekerja. Sayang, kebijakan kampus tidak memungkinkan lagi untuk student’s spouses bekerja.

Di tengah kebaperan tersebut, saya menghubungi seorang teman kantor dan akhirnya kita bertemu di Coffee Bean.


How are you?

Pertanyaan yang paling mudah tetapi juga paling sulit dijawab.

Read More

Road trip perdana

When was the last time you did something for the first time?

Udah sering banget kan dengar kalimat tersebut. Kutipan ini menarik banget karena mengingatkan saya untuk terus mencoba, mempelajari dan mencari pengalaman hal baru.

A road from Tabuk to Wadi Disah

Jadi, setelah hidup hampir 30 tahun, saya baru saja menjalani road trip pertama untuk mengeksplorasi Saudi Arabia bagian Utara!

Read More

Tentang perbedaan bahasa

Tinggal di compound universitas yang dihuni lebih dari 100 warga negara, saya jadi sering kali mendengar bahasa-bahasa yang sangat asing di telinga. Saking seringnya, kebanyakan akhirnya terdengar sebagai noise belaka.

Minggu lalu sepulang dari makan siang di kampus, saya dan ibu mertua terkekeh mendengar seseorang yang sedang mengobrol dengan keras melalui telepon genggam. Kalau kata suami, kadang mereka terdengar lucu, kayak the Sims.

Saya pun jadi bertanya-tanya, bagaimana ya asal mula manusia jadi berbicara banyak bahasa? Satu bahasa dan bahasa lainnya bisa terdengar completely different. Aksaranya pun bahkan berbedza.

Kan kita sama-sama berasal dari Adam dan Hawa, yang saya rasa pastinya berbicara satu bahasa. Kemudian seiring bertambahnya populasi, manusia menyebar ke mana-mana, terus tetiba yang satu berbicara bahasa Inggris, yang satu berbicara bahasa Arab, dan yang lain bahasa Mandarin gitu? Hmm…, sungguh menarik.

Akhir pekan ini dalam rangka road trip to explore northern part of Saudi Arabia (sambil berharap liat salju!), kami sekeluarga singgah di Madinah selama dua hari. Pagi tadi, saya dan ibu mertua memutuskan untuk ke area Raudhah di Mesjid Nabawi setelah sholat subuh sementara baby dan suami menunggu di hotel.

Situasinya? Kacawww hahahaha.

Di tengah kekacauan itu, saya berpikir ini nampaknya sebagian karena kendala bahasa; sebagiannya lagi karena orang-orang emang ga bisa banget diatur. Duh gemes!

Di depan antrian, mbak-mbak petugas ber-abaya dan berhijab hitam sibuk berteriak untuk mengatur jamaah; yang sayangnya, kebanyakan ga ngerti dia ngomong apa. Mungkin sebaiknya sudah disiapkan papan instruksi dengan berbagai macam bahasa ya untuk mengakomodasi jamaah dari berbagai negara.

Salut sih dengan mbak-mbak yang sangat berdedikasi itu. Mungkin kalau setiap hari sepanjang tahun disuruh bertugas seperti itu, bisa-bisa tekanan darah saya meninggi. :|

Perjalanan ke Raudhah untuk jamaah perempuan memang sudah terkenal chaos-nya. Dihimpit, didorong, terinjak; you name it. Heran juga sih dengan keganasan orang-orang untuk mencapai goal-nya dalam beribadah.

Di tengah kericuhan itu, saya yang literally udah ga napak tanah, diteriaki oleh ibu-ibu Asia Selatan. Balasan saya: ya ketawa lah orang ga ngerti! Lagian juga saya bisa di posisi tersebut karena terbawa arus. :))

Sebenarnya, kalau mau bales juga ya bisa, tapi ngapain buang tenaga toh dia juga ga bakal ngerti. Lagian di tempat seperti itu, nampaknya sangat tidak berfaedah ya kalau kita malah marah-marah. Lebih baik fokus berdoa dan menularkan senyum serta aura positif (walaupun gagal total karena kalah orang hahahah).

Saat itu, saya jadi bersyukur manusia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Kalau saja kami satu bahasa, tentu yang ada kondisi semakin memanas karena orang-orang akan membalas teriakan satu sama lain. Eh, atau malah adem ayem karena semua orang saling mengerti ya?

Alasan punya anak?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman di Instagram membuka pertanyaan yang kira-kira begini: apa alasan kamu punya anak (atau nambah anak)?

Harusnya gampang dong yaaa jawabnya, kan sendirinya udah punya. Eh ternyata rada ngahuleng juga pas mau ngetik jawabannya. Hahahahaha

Hmm hmm hmm apa ya?

Read More

Ingin menikah lagi

Bukan, bukan the marriage.

Saya super duper bahagia dengan kehidupan saya sekarang. Suami baik hati, satu prinsip, pengertian. Anak sehat, lucu. Alhamdulillah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.

Tapi, the wedding

Read More

Gap year

Weekend kemarin, saya dan suami menonton Pedal The World, documentary yang menceritakan pengalaman Felix Starck berkeliling dunia dengan sepeda selama setahun. Oh, ternyata mas ini adalah orang yang sama dengan yang di Expedition Happiness; film dokumenter yang bercerita tentang road trip dari Alaska ke Mexico. Pantes familiar!

Selagi menonton, suami pun bertanya-tanya, gimana ya kalau nanti Bongi mau gap year keliling dunia? Read More

Harbolnas

working macbook computer keyboard

Photo by Negative Space on Pexels.com

Selamat 11.11!

Gimana teman-teman, sudahkah anda berkontribusi di Harbolnas 2018 ini? Saya sudah dua!

Harbolnas, hari belanja online nasional. Agak ga enak ya singkatannya. Ya ga sih? Apa gw doang? :))

Seingat saya, Harbolnas pertama kali tuh dilaksanakan di bulan Desember, 12.12.12. Perayaan ini dicetuskan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online dan juga memajukan industri e-commerce di Indonesia. Tentunya diiming-imingi dengan diskon yang guedeee.

Sukses kah? Sukses banget ya kelihatannya. Setiap perlu barang apa, sekarang kita tinggal klik klik klik, bayar, dan paketnya pun sampai di rumah. Mulai dari popok bayi, baju, kebutuhan harian, sampai reksa dana, emas, mobil, semua bisa dibeli online.

Awalnya saya pikir harbolnas di 11.11 ini hanya dirayakan di Indonesia karena di luar sudah ada Cyber Monday dan Black Friday; diskon besar-besaran setelah Thanksgiving di mana di offline store orang-orang kayak kalap kesurupan. Ternyata 11.11 ini juga dirayakan di mana-mana, at least yang saya tau di sini (Arab Saudi) dan di Cina (called as Singles Day). Konon di Cina, Singles Day 2018 ini dimulai dengan sangat spektakuler dengan penjualan Alibaba yang mencapai $1 milyar di menit pertama. Sungguh Cina adalah market yang sangat luar biasa ya.

Read More

Growing old

Jadi beberapa hari yang lalu, sehari setelah ulang tahun Bapak, saya video calling Ibu menanyakan kabar Bapak dan Ibu.

Ibu selalu menjadi proxy antara saya dan Bapak, entah mengapa. Kenapa ga ngobrol langsung aja kan ya padahal ortu sendiri. Huhuhu bingung sih, saya dan Bapak biasanya hanya berkirim pesan ketika ulang tahun. Bertelepon langsung mungkin rasanya akan sangat awkward.

Ketika video call, saya lihat wajah Bapak kok terlihat lesu sekali. Ternyata sudah beberapa hari Bapak demam. Mereka berencana akan ke dokter. Oh iya, saya menghitung, Bapak baru saja berulang tahun yang ke-65. Ternyata sudah setua itu.

Seketika saya merasa mata mulai memanas. Kalimat ini pun langsung terasa menohok sekali:

We are so busy growing up, we often forget that our parents are also growing old.

T_____T

Bapak, Ibu, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan ya.

My thoughts are with the world

Drawings by Garbi KW

Dua minggu kemarin, saya mengikuti postingan Humans of New York (HONY) edisi Rwanda di Instagram. Di seri kali ini, Brandon mewawancarai korban-korban genosida terhadap etnis Tutsi di Rwanda yang terjadi pada tahun 1994. Peristiwanya sendiri “hanya” berlangsung selama 100 hari, namun korban jiwanya mencapai satu juta orang! Huhuhu sedih banget banget banget ga kuat bacanya, rasanya gila gila gila manusia kok bisa sekejam itu sih. And when I thought I’ve read the worst, the next story are even more gruesome. It’s shocking how humans can completely lost their humanity. At that point, are they still considered as humans?

Read More

Have a safe flight!

Saya suka bandara, terbang, dan bepergian. Bagi saya, bandara yang sibuk adalah kombinasi dari berbagai macam emosi; excitement, kesedihan, pelepasan, penantian, rindu dan antusiasme.

Have a safe flight!

Kalimat ini terkesan klise, namun saya mengatakan dan mendoakannya dengan tulus kepada keluarga dan kerabat dekat yang akan bepergian.

Read More