Jalan-jalan ke Kolmården Djurpark

Hej hej!

Minggu ini liburan musim panas dimulai, maka daycare anak pun libur selama tiga minggu. Supaya bisa menikmati liburan dengan leluasa, akhirnya suami pun mengambil cuti di saat yang bersamaan. Lagipula, biasanya di masa liburan musim panas seperti ini, kantor isinya sepi. Karena berjalan-jalan jauh sangat tidak memungkinkan, kami berencana untuk mengeksplorasi area sekitar kota Linköping. Destinasi pertama pun jatuh kepada Kolmården Djurpark.

Kolmården Djurpark (Kolmården Wildlife Park) adalah kebun binatang yang terletak di kota Norrköping. Untuk menuju ke sana, kami menggunakan kereta ke Norrköping centralstation dan dilanjutkan dengan bus yang berhenti tepat di depan kebun binatang, dengan total waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

Agar tidak terjadi penumpukan jumlah pengunjung, saat ini tiket ke Kolmården tersedia online dan calon pengunjung harus memilih waktu kunjungan terlebih dahulu. Karena cuaca di musim panas ini tidak bisa ditebak, sebelum membeli tiket, hampir setiap hari kami memantau ramalan cuaca untuk memilih hari yang cerah, hahaha.

Maps: Kolmården Zoo


Impresi pertama saat tiba di Kolmården adalah, waw luaaas! Dengan luas area sekitar 1.5km2, Kolmården merupakan salah satu kebun binatang terluas di Scandinavia. Di tempat ini, mereka menampung sekitar 80-an spesies, mulai dari gajah, red panda, sampai dolphin. Read More

Bengek in the time of covid: Pengalaman swab test di Swedia

Minggu lalu tiba-tiba anak saya batuk-batuk. Dan bila saat ini kamu hidup bersama toddler, maka kamu akan mengerti bahwa sulit sekali menekankan bahaya droplets ke anak usia dua tahun. Ketika manusia dewasa di masa sekarang ini sibuk pakai masker, cuci tangan, dan pakai hand sanitizer, anak saya malah batuk di depan muka, jilatin pergelangan tangan, main-main ludah, sampai makan langsung dari meja.

TEPOK JIDAT.

Tentu saja, tidak lama setelah dia mulai batuk, suami pun mulai pilek. Lalu, dimulailah lingkaran setan flu di keluarga kecil kami!

Seiring berjalannya waktu, badan saya mulai tidak enak, mulai dari sakit tenggorokan yang mengganggu, sampai sakit kepala yang luar biasa. Read More

Ramadan dan Eid 2020

close up photo of raisins and dates

Photo by Naim Benjelloun on Pexels.com

Sehampa-hampanya lebaran jauh dari keluarga, tidak ada yang lebih hampa dari lebaran tahun ini. Dari tahun 2015, kami sudah berlebaran jauh dari orang tua—waw ngalah-ngalahin Bang Toyib yang tiga kali puasa tiga kali lebaran ga pulang-pulang. Walaupun jauh, di hari lebaran biasanya kami selalu menyempatkan diri untuk ber-video call dengan keluarga.

Lebaran tahun ini juga begitu sih, tapi rasanya beda.


Ramadan di sini dan di sana

Ini Ramadan pertama saya di Swedia. Saat ini sedang musim semi dan waktu puasanya cukup panjang. Waktu Subuh yang semakin hari semakin cepat dan waktu Maghrib yang semakin malam, membuat kami harus berpuasa selama 17 jam (di awal Ramadan) sampai 19 jam (di akhir Ramadan). Ketika menghitung lamanya puasa, rasanya bikin minder sih. Kirain bakal pingsan di tengah jalan, ternyata lama-lama terbiasa juga. Paling ngantuk nungguin Maghrib jam setengah 10 malem.

Selain waktunya yang panjang, hal yang membuat Ramadan kali ini luar biasa adalah ini Ramadan pertama saya sebagai minoritas di negeri orang. (((minoritas))) wkwkwkwk

Tidak ada yang tau atau mengira saya sedang berpuasa, tidak ada yang peduli juga. Tidak ada kemeriahan bulan Ramadan. Mungkin orang-orang juga tidak tau bahwa something special is happening right now, hahaha. Rasanya yang berpuasa di dunia ini hanya saya dan suami saja. Hahaha sedih banget. Read More

Hal-hal yang tidak biasa saya lakukan, tapi saya lakukan ketika di Swedia

Panjang amat ya judulnya kayak headline BuzzFeed. :))

Tadinya mau nulis “Things I don’t normally do but I do when in Sweden” tapi kok rada aneh, terus isinya juga mau pakai bahasa Indonesia aja. Di-indonesia-in juga ternyata masih aneh. Ruwet. Kenapa ya dengan bertambahnya skill bahasa, saya malah jadi merasa tidak fasih di semuanya. Terkadang sulit menemukan padanan kalimat dalam bahasa Inggris, kadang awkward juga kalau tulisan diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ingin deh seperti Ivan Lanin yang bisa membuat cuitan dalam berbagai konteks dengan bahasa Indonesia baku tanpa terasa janggal. Apakah skill bahasa bisa masing-masing 100%? Atau total kesemuanya 100%?

Lah ngelantur. Let’s back to topic…

Secara lingkungan, iklim, dan budaya, Swedia ini sungguh berbeda dengan Indonesia dan Arab Saudi yang pernah saya tinggali. Hal ini pun tanpa disadari mengubah kebiasaan saya.

Beli baju yang fungsional

Selama enam bulan tinggal di sini, saya sudah merasakan suhu di mana bisa pakai baju satu lapis doang sampai suhu di mana pakai baju tiga lapis masih kedinginan dan rasanya ogah ke luar rumah, padahal kemarin tuh the warmest winter ever loh, hahaha lemah! Read More

Hidup untuk makan

Ada dua kategori manusia dalam soal per-makan-an:

  1. makan untuk hidup, dan
  2. hidup untuk makan.

Manusia dalam kategori pertama menggunakan ritual makan seperlunya, sebagai pemenuhan nutrisi, obligatory. Golongan kedua adalah yang baru sampai kantor udah mikirin nanti makan siang apa, yang baru hari Selasa udah mikirin nanti weekend mau makan apa di mana, yang kalau jalan-jalan nyarinya makanan.

Saya jelas termasuk golongan kedua.

waffle-on-white-ceramic-plate-511763

Makan. Makan. Makan. Saya suka makanan. I love eating. Jag älskar mat.
Kalau setiap manusia memiliki satu dari seven deadly sins, dapat dipastikan saya adalah gluttony. Read More

Hi Bye, Mama! dan renungan tentang motherhood, kematian, dan ini itu

Tadinya mau pakai kata kontemplasi instead of renungan di judul, tapi kok kayaknya berat banget yak, takutnya pemirsa jadi berharap terlalu banyak terhadap tulisan ini, hahaha.

Sejak muncul trailer Hi Bye, Mama!, saya ingin sekali menonton drama yang satu ini. Drama ini akhirnya tayang di Netflix lokal minggu lalu dan sekarang saya sudah setengah jalan, hihihi. Sebagai anak yang mudah terbawa emosi saat menonton, Hi Bye, Mama! sukses membuat saya tertawa dan mengucurkan air mata sejak episode pertama. Sebelum nonton saya tau sih bahwa serial ini bakal bikin nangis banget banget banget, but I watched it anyway. Apakah suka menyiksa emosi sendiri dapat dikategorikan sebagai masochistic personality disorder?

HiByeMama

Source: IMDB

Hi Bye, Mama! bercerita tentang Cha Yu-Ri, heavily pregnant woman yang meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan. Dalam bentuk hantu, ia pun mengikuti perkembangan anaknya dari hari ke hari. Karena suatu kejadian, dia diberikan kesempatan untuk menjadi manusia lagi apabila dia berhasil mendapatkan tempatnya kembali sebagai ibu dan istri dalam waktu 49 hari. Sayangnya, suaminya sudah menikah lagi.

Di sini, saya langsung tanya ke suami dong:

“Kalau aku mati, kamu nikah lagi ga?”
“Ya, mungkin. Nanti siapa yang ngurus anak ini?”
“Kalau ngurus anak doang mah pake nanny aja kaliii.” (((NGEGAS)))

Hahaha iya dong mesti ngegas. The idea of my husband having another wife is upsetting. Tapi sebenernya kalau saya udah mati mah gapapa kali ya, kan people have to move on with their life. Read More

Back to the Postcrossing universe!

One thing that I really wanted to do when I moved to Sweden was to restart my postcrossing journey. Postcrossing is a platform where you can exchange postcard with its members around the world. For every postcard that you send, you will receive one back from strangers.

My fondness of stamps and postcards started early in elementary school. I didn’t know how it began, but there was one time where almost everyone in my class became a philatelist! We collected stamps and exchanged with each other. We even got ourselves a couple of stamp album. I got most of the stamps from my grandmother. It was delightful to find an old, rare, or even foreign stamp between the pile of used postage. Although most of the time, I only got these stamps (the 1998 duck series) that everybody had, so they were basically worthless.

I_554_1730_1733_Perangko_Prangko_Indonesia_1998_Bebek_Seri_2

Source: BukaLapak

Sadly, my philatelic journey ended Read More

Jalan-jalan ke Malmö

Malmö merupakan kota terbesar di Skåne county dan ketiga terbesar di negara ini setelah Stockholm dan Göteborg. Saat Natal kemarin, kami secara impulsif berangkat ke Malmö karena ternyata suami mendapatkan cuti seminggu dari kantor. Baik banget ya, padahal baru kerja dua bulan. Kalau kerja 2 bulan aja dikasih cuti seminggu, apakah kerja setahun penuh cutinya jadi 1,5 bulan??? :))

Malmö adalah kota pesisir laut yang terletak di bagian selatan Swedia. Karena letak geografisnya, konon suhu di kota ini relatif lebih hangat daripada kota lainnya. Tapi boong deng, hahaha. Saat kami ke sana, sayangnya cuaca ternyata sedang mendung dingin tak bersahabat.

Perjalanan ke Malmö dari Linköping memakan waktu sekitar 3 jam. Kami menggunakan kereta Snälltåget yang ternyata juga menyediakan sleeper train ke Berlin. Wow jadi kangen backpacking berdua suami, tidur di kereta, nginap di hostel murah, makan di pinggir jalan, jalan kaki dari pagi sampai malam. Bye bye masa-masa young and wild and free. Sekarang jalan-jalan sebentar aja bawaannya koper, stroller, diaper bag lalala, makan dan menginap juga di tempat yang kids-friendly. :))

Oh iya, di Malmö kami tinggal selama 7D6N. Read More

48 jam di Stockholm

Setelah scroll-scroll album foto di HP, ternyata banyak banget foto jalan-jalan yang udah di-crop dan dirapi-rapiin dikit tapi ga jadi di post di Instagram karena lupa. Fix lah ga bakat jadi seleb. Bye bye cita-citaku bisa swipe up swipe up dan di-endorse brand-brand ternama.

Jadi, sebelum Natal bulan lalu, kami berjalan-jalan ke Stockholm selama 3D2N. Waktunya sebelum Natal karena saat hari raya kemungkinan ini itu pada tutup. Selain itu, kami memutuskan untuk menginap dua malam karena kalau satu malam kok sayang ya bentar banget padahal udah bayar kereta mahal-mahal. :))

OK, jadi kesan pertama atas Stockholm: WAW BAGUS YA IBUKOTA!

Read More

Panas dingin

Hej hej!

Saat ini sudah pertengahan bulan Januari, yang konon bakal dingin banget di dunia belahan sini, but guess what…hari ini cuacanya sangat enak, tidak berangin, dan bisa buka jendela di rumah. Kalau winter selamanya begini, aku akan baik-baik saja. :D

screenshot_20200117-121812_weather

Adeeem

Eh tapi apakah ini efek global warming? :(

Read More